Berita Terkini
Trending Tags

Banyak Kendaraan Tak Kuat di Tanjakan Sarangan, Tim Drogba Polres Magetan Sigap Lakukan Penyelamatan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Arus wisatawan yang memadati kawasan Telaga Sarangan Banyak Kendaraan Tak Kuat di Tanjakan,
foto : Nan/Sinergia

Sinergia | Magetan – Arus wisatawan yang memadati kawasan Telaga Sarangan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat jalur menanjak kembali menjadi titik rawan. Tidak sedikit kendaraan pribadi, roda empat maupun dua, yang tiba-tiba kehilangan tenaga di tengah tanjakan dan memicu kepanikan pengemudi dan penumpang. Di momen-momen genting itulah, personel Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tampil sebagai penyelamat.

Suasana mendadak menegangkan ketika sebuah mobil wisatawan asal Gresik yang dikendarai Mutakin tersendat saat melewati tanjakan pertigaan Omah Jowo. Mobil yang ditumpanginya tak kuat melaju akibat beban berat dan kapasitas mesin yang terbatas. Kendaraan sempat mundur perlahan, membuat penumpang panik dan pengguna jalan lainnya ikut waspada.

Dalam kondisi itu, beberapa personil Tim Drogba langsung berlari dan sigap menahan bagian belakang mobil sambil memasang ganjal kayu untuk mencegah kendaraan terus melorot ke bawah. Aksi tersebut berlangsung cepat, hanya dalam hitungan detik, sebelum akhirnya mobil dapat distabilkan dan didorong naik hingga mencapai jalur aman.

Image Not Found
Arus wisatawan yang memadati kawasan Telaga Sarangan Banyak Kendaraan Tak Kuat di Tanjakan,
foto : Nan/Sinergia

Mutakin, pengemudi mobil tersebut, mengaku sangat terbantu oleh aksi cepat aparat kepolisian. “Mobilnya kurang kuat, CC-nya kecil. Tadi bisa naik karena dibantu bapak-bapak polisi ini. Kami dari Sarangan mau pulang ke Gresik, dan ini pertama kali lewat sini. Mobil kecil, penumpang banyak, jadi ya kurang kuat nanjak,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025).

Ia mengaku tidak menyangka tanjakan Sarangan seterjal itu, dan bahkan sempat khawatir mobilnya akan benar-benar mundur.

Kasat Samapta Polres Magetan, AKP Agus Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian serupa kerap terjadi, terutama saat lonjakan wisatawan. Personelnya telah disiagakan sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi kecelakaan.

“Kami menyiagakan personel di sejumlah tanjakan rawan, termasuk pertigaan Omah Jowo. Setiap hari ada sekitar lima belas personel yang siap membantu wisatawan yang kendaraannya tidak kuat naik, lengkap dengan ganjal kayu,” jelas AKP Agus.

Ia menambahkan bahwa Tim Drogba merupakan tim tahunan yang khusus diaktifkan saat libur akhir tahun. “Tim ini memang rutin kami terjunkan dan dikenal sebagai Tim Drogba—Dorong Ganjal Ban,” ujarnya.

Image Not Found
kendaraan bermotor tak kuat nanjak, harus di bantu Tim Drogba, Foto : Nan/Sinergia

Menurut pantauan petugas, penyebab kendaraan gagal menanjak bukan hanya soal tenaga mesin. “Banyak pengendara yang kaget dengan karakter jalan di Magetan. Ada yang lupa mematikan AC, ada yang salah memilih gigi. Kendaraan matic justru paling sering tidak kuat naik. Kalau manual umumnya lancar,” terang Agus.

Ia juga menyebutkan bahwa tanjakan paling rawan juga berada di arah barat keluar Telaga Sarangan, tepatnya di kawasan Singolangu. “Singolangu, baik jalur lama maupun jalur baru, itu tanjakan yang paling menantang,” tegasnya.

Sebagai bagian dari Operasi Lilin Semeru 2025, penjagaan ini akan berlangsung cukup panjang. “Kami siaga mulai 20 Desember sampai 2 Januari 2026,” tambahnya.

Aksi dramatis mendorong kendaraan yang mundur di tanjakan bukan hanya sekali terjadi. Beberapa kali anggota Tim Drogba harus berlari, mengganjal ban, hingga memandu pengemudi dengan instruksi khusus agar kendaraan bisa mengatasi tanjakan tanpa insiden.

Upaya ini tidak hanya mencegah kemunduran kendaraan, tetapi juga menghindari tabrakan beruntun dan kepanikan di jalur wisata yang ramai.

Dengan kesiapsiagaan ini, Polres Magetan berharap seluruh wisatawan dapat menikmati liburannya dengan rasa aman dan tenang, meski harus melintasi jalur menanjak yang cukup ekstrem. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Al Inabah Ponorogo Disatroni Maling,Sejumlah Barang Dirusak Dengan Katana

    SMK Al Inabah Ponorogo Disatroni Maling,Sejumlah Barang Dirusak Dengan Katana

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Inabah yang berada di Desa Japan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, menjadi sasaran pencurian dan perusakan pada Rabu pagi, 11 Februari 2026. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.20 WIB. Aksi pencurian disertai perusakan itu pertama kali diketahui oleh guru dan sejumlah siswa yang hendak masuk sekolah. […]

    Bagikan
  • Pria Tanpa Identitas Meninggal Dunia Tertabrak KA Bangunkarta

    Pria Tanpa Identitas Meninggal Dunia Tertabrak KA Bangunkarta

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di perlintasan kereta api di km 167+3/4 petak jalan Madiun-Magetan, tepatnya di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Korban tertemper KA 123 Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen sekitar pukul 06.42 WIB Sabtu (25/1/2025). Tim Inafis Polres Madiun Kota serta Polsek Manguharjo dan Polsuska Daop […]

    Bagikan
  • 677 Kios Pasar Dialihkan ke Penyewa, Pemkot Madiun Pastikan Penataan Sesuai Aturan

    677 Kios Pasar Dialihkan ke Penyewa, Pemkot Madiun Pastikan Penataan Sesuai Aturan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai melakukan pengalihan dan penataan ulang kios di sejumlah pasar tradisional. Total 677 kios yang sebelumnya disegel kini dialihkan kepada penyewa yang menempati sesuai ketentuan. Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan adalah Pasar Sleko di Jalan Trunojo Kota Madiun, Jawa Timur. Langkah ini merupakan tindak lanjut […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Raih Penghargaan Smart City Kategori Smart Branding Berkat Inovasi PSC

    Kota Madiun Raih Penghargaan Smart City Kategori Smart Branding Berkat Inovasi PSC

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Konsistensi Pemerintah Kota Madiun dalam mengembangkan program Smart City kembali membuahkan hasil. Kota Pendekar resmi meraih penghargaan Smart City kategori smart branding. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), Meutya Hafid, di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (26/08/2025) malam. Raihan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Kota […]

    Bagikan
  • Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia sekitar 8 tahun terakhir tinggal di gubuk reyot Jalan Paus Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun telah meninjau kondisi keduanya. Hasil pendataan, pasangan lansia bernama Marmin dan Nyanirah itu sejatinya bukan warga Kota Madiun. “Pak […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Apresiasi 165 Pegiat Lingkungan Lewat Lestari Award 2025

    Pemkab Madiun Apresiasi 165 Pegiat Lingkungan Lewat Lestari Award 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberikan penghargaan kepada 165 pegiat lingkungan dalam ajang Lestari Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure Madiun, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun itu menjadi bentuk apresiasi bagi sekolah, pondok pesantren, pelaku usaha, hingga komunitas yang berkontribusi menjaga kelestarian alam di […]

    Bagikan
expand_less