Berita Terkini
Trending Tags

Warung Reyog Tua, Menjaga Rasa dan Budaya di dekat Sawah Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa, Foto : Ega Patria-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya warung dan kafe berkonsep modern ala Barat, sebuah warung sederhana di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, justru tampil dengan wajah berbeda. Warung Reyog Tua memilih bertahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental, baik dari bangunan, koleksi budaya, hingga menu yang disajikan.

Warung yang berdiri tak jauh dari area persawahan ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Ponorogo. Bangunannya berupa rumah kayu khas Jawa, dipenuhi berbagai ornamen jadul yang menghadirkan suasana pedesaan dan nostalgia masa lalu.

Tak sekadar tempat makan, Warung Reyog Tua juga menjadi ruang edukasi budaya. Di dalamnya tersimpan 10 barongan reyog atau topeng harimau khas kesenian Reyog Ponorogo. Barongan-barongan tersebut memiliki usia yang berbeda, dengan koleksi tertua dibuat pada tahun 1921.

Pemilik Warung Reyog Tua, Dimar Yono (37), mengatakan konsep utama yang diusung adalah pelestarian budaya. Selain membuka warung makan dan kopi, pihaknya rutin mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajar.

“Konsepnya memang budaya. Kami juga sering mengedukasi anak-anak sekolah. Dua sampai tiga bulan sekali ada kegiatan tabuhan reyog. Koleksi reyog kami dari tahun 1921 sampai 1980, sehingga bentuknya berbeda-beda,” ujar Dimar.

Image Not Found
Warung Reyog Tua juga menjadi ruang edukasi budaya dengan menghadirkan 10 barongan reyog atau topeng harimau khas kesenian Reyog Ponorogo. Foto : Ega Patria-Sinergia

Sejalan dengan konsep tersebut, menu yang disajikan pun merupakan kuliner jadul yang kini mulai jarang ditemui. Di antaranya nasi goreng tiwul hitam serta degan bakar yang dipadukan dengan rempah-rempah tradisional.Harga menu dibanderol terjangkau, mulai Rp15 ribu.

Lastri Widjayanti, salah seorang pengunjung, mengaku terkesan dengan cita rasa menu yang disajikan. “Saya pesan nasi goreng tiwul, ciri khas tiwulnya terasa banget. Ini pertama kali ke sini dan juga baru mencoba degan bakar, rasanya beda, enak, dan terasa segar di badan,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Wuri Wulandari. Ia datang ke Warung Reyog Tua karena ingin berwisata kuliner sekaligus bernostalgia. “Pengen kulineran sambil wisata. Sempat viral di TikTok, jadi penasaran. Selain itu juga ingin nostalgia dengan makanan jadul,” katanya.

Dengan memadukan kuliner tradisional, suasana alam persawahan, serta koleksi budaya reyog yang bernilai sejarah, Warung Reyog Tua menjadi alternatif wisata kuliner sekaligus wisata budaya di Ponorogo.(ega). 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Madiun–Ponorogo Via Kandangan Kerap Terjadi Longsor, Warga Kare Dihimbau Waspada

    Jalur Madiun–Ponorogo Via Kandangan Kerap Terjadi Longsor, Warga Kare Dihimbau Waspada

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, selama sepekan terakhir memicu terjadinya sejumlah titik longsor di kawasan Dusun Kandangan, Desa Kare. Sedikitnya tujuh lokasi di sepanjang jalan alternatif Madiun–Ponorogo terdampak longsoran tanah dengan intensitas berbeda. Sebagian material longsor telah dibersihkan warga melalui kerja bakti, namun satu titik longsor […]

    Bagikan
  • Direktur PT Argo Cemerlang Makmur Dituntut 2,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Pajak

    Direktur PT Argo Cemerlang Makmur Dituntut 2,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Pajak

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Direktur PT Argo Cemerlang Makmur (ACM), Hendri Irwanto (46), menghadapi tuntutan dua tahun enam bulan penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun atas dugaan tindak pidana perpajakan yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 255 juta. Tuntutan dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun pada […]

    Bagikan
  • Soroti Turunnya Kepercayaan Publik, Anton Solihin Dorong Reformasi DPRD Magetan

    Soroti Turunnya Kepercayaan Publik, Anton Solihin Dorong Reformasi DPRD Magetan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif menjadi perhatian serius anggota DPRD Magetan, Anton Solihin. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai DPRD harus kembali hadir sebagai institusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat melalui kerja nyata, keterbukaan, serta pengawasan yang maksimal terhadap jalannya pemerintahan daerah. Anton menegaskan, politik tidak semata-mata berkaitan […]

    Bagikan
  • PBPI Kota Madiun Resmi Dikukuhkan, Siapkan Atlet Padel Berprestasi dan Program Padel Go to School

    PBPI Kota Madiun Resmi Dikukuhkan, Siapkan Atlet Padel Berprestasi dan Program Padel Go to School

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perkembangan olahraga padel di Kota Madiun memasuki babak baru. Pengurus Kota Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Madiun resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Provinsi PBPI Jawa Timur, Rudie Riesdianto di Pandawa Social Sport Kota Madiun, Sabtu (13/6/2026). Usai dilantik, Ketua PBPI Kota Madiun, Yoga Adhi Wicaksananto, mengatakan pembentukan […]

    Bagikan
  • Dramatis! Nenek 72 Tahun Dijambret Usai Keluar Kamar Mandi, Pelaku Ternyata Orang Dekat

    Dramatis! Nenek 72 Tahun Dijambret Usai Keluar Kamar Mandi, Pelaku Ternyata Orang Dekat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang wanita paruh baya bernama Janem (55), warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan/Kabupaten Magetan, diamankan warga setelah nekat menjambret kalung emas milik mantan majikannya, Selasa (3/3/2026) pagi. Aksi tersebut dilakukan di rumah korban, Sukini (72), warga Kelurahan Sukowinangun. Insiden berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB, ketika korban baru keluar dari kamar mandi dan mendapati […]

    Bagikan
  • Tambang Ilegal Makin Marak, Walhi Jatim Desak Penegakan Hukum Tegas

    Tambang Ilegal Makin Marak, Walhi Jatim Desak Penegakan Hukum Tegas

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aktivitas tambang ilegal di wilayah Magetan, Jawa Timur, masih menjadi sorotan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan, terutama di kawasan Parang dan sekitarnya. Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Wahyu Eka Setyawan, mengungkapkan bahwa kegiatan penambangan yang berlangsung tanpa […]

    Bagikan
expand_less