Baru Raih Adipura, Magetan Malah Banjir ! Saluran Irigasi Penuh Sampah Jadi Biang Kerok
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan belum lama ini meraih penghargaan sebagai daerah dengan predikat Adipura “Menuju Kota Bersih”. Namun malah dikejutkan banjir luapan pada Selasa (3/3/2026) petang. Ironisnya, banjir terjadi akibat saluran irigasi yang tersumbat sampah, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga.
Hujan deras mengguyur Magetan sejak pukul 17.00 hingga 20.00 WIB lebih. Sekitar pukul 18.00 WIB, luapan air mulai tampak di sejumlah titik di Kecamatan Magetan dan Kecamatan Ngariboyo.
Berdasarkan laporan BPBD Magetan, banjir terpantau di enam lokasi, mulai dari Jalan Kemasan di belakang SMKN 2 Magetan, kawasan Jalan Magetan–Gorang Gareng, Perempatan Ngariboyo, hingga Jalan Diponegoro Kelurahan Selosari. Satu rumah warga di Dukuh Panasan, Desa Mojopurno, tercatat mengalami dampak langsung dari tingginya genangan air.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menegaskan bahwa faktor utama banjir bukan semata curah hujan tinggi. Ia menjelaskan bahwa petugas menemukan endapan sampah yang menghalangi aliran air di beberapa titik.
“Hujan memang deras, tetapi persoalan utamanya bukan itu. Kami lihat sendiri saluran irigasi dipenuhi sampah. Aliran air tersumbat dan akhirnya meluap ke jalan serta rumah warga,” ujarnya.
Eka juga menambahkan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi evaluasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan “Menuju Kota Bersih” bukan sekadar pencapaian seremonial, tetapi harus dibuktikan dengan perilaku warga sehari-hari.

“Kalau Magetan ingin tetap layak disebut kota bersih, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus benar-benar diubah,” tegasnya.
Salah satu warga Kelurahan Selosari, Sigit Prayitno, mengaku kaget karena air naik begitu cepat setelah hujan turun sekitar satu jam. Ia memaparkan bahwa genangan itu jarang terjadi sebelumnya.
“Biasanya air langsung mengalir, tapi tadi seperti tidak ada jalan keluarnya. Setelah dicek, ternyata salurannya penuh sampah plastik. Jelas saja airnya naik,” ungkapnya.
Laporan banjir pertama diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 18.50 WIB. Tim Reaksi Cepat bersama TNI, Polri, PMI, perangkat desa, serta warga sekitar bergerak cepat membuka saluran irigasi yang tersumbat.
Upaya tersebut membuat aliran air kembali normal, dan sekitar pukul 20.49 WIB, seluruh titik banjir dinyatakan surut.
BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saluran air yang menjadi jalur pembuangan utama saat hujan intens. Eka menegaskan bahwa menjaga kebersihan drainase bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama.
“Kalau saluran bersih, air hujan bisa langsung terbuang. Kami harap kesadaran masyarakat lebih meningkat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Eka. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez

