Berita Terkini
Trending Tags

Belajar Meracik Warisan Nusantara, Siswa SMPN 13 Kota Madiun Antusias Kenal Jamu di D’Jamoe

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Siswa SMPN 13 Kota Madiun praktik meracik jamu tradisional, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – D’Jamoe menjadi ruang belajar berbeda bagi puluhan siswa SMPN 13 Kota Madiun pada Kamis (7/5/2026). Bukan sekadar duduk di kelas, sebanyak 87 siswa bersama guru pendamping mengikuti kegiatan outdoor learning yang mengajak mereka mengenal lebih dekat budaya jamu tradisional Indonesia.

Suasana hangat langsung terasa sejak para siswa memasuki area produksi D’Jamoe. Mereka diajak memahami filosofi jamu gendong yang sudah dikenal sejak jaman dulu. Meski sekarang sudah jarang ada, namun eksistensi jamu kini terus dipertahankan. Para siswa pun juga dikenalkan dengan beragam rempah-rempah yang banyak digunakan untuk bahan baku jamu.

Owner D’Jamoe, Oktavia Purnawati Wijayaningrum atau akrab disapa Vivie, mengakui mengenalkan jamu kepada generasi Z bukan perkara mudah. Karena itu, pihaknya memilih pendekatan kreatif melalui permainan dan praktik langsung agar anak-anak merasa dekat dengan jamu.

“Kalau langsung disuruh minum jelas enggak menarik buat mereka. Jadi kami ajak lewat games, praktik bikin jamu, supaya mereka suka dulu. Kalau sudah suka, nanti mereka mau minum sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, 6 perwakilan siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok pun praktik langsung membuat jamu setelah diberikan demo pembuatan oleh peracik dari D’Jamoe. Mereka pun sangat antusias karena menjadi pengalaman pertama kali meracik jamu tradisional.

Seperti yang dirasakan oleh Airi Bunga Glaria (15), siswi kelas 8, pengalaman tersebut menjadi momen pertama yang berkesan. Ia mengaku awalnya sempat ragu saat harus membuat jamu sendiri.

“Jujur karena ini pertama kali agak takut ya, takut rasanya enggak enak dan enggak jadi jamu. Tapi ternyata seru banget karena kita jadi tahu budaya jamu gendong, filosofi, sampai cara membuatnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Gelak tawa pecah ketika sebagian hasil racikan terasa terlalu manis atau terlalu pedas. Namun dari situlah proses belajar berlangsung dengan cara yang menyenangkan.

Salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian adalah Athena Dyozha Mahendra (14) dari kelas 8E. Racikan jamunya berhasil menjadi yang terbaik dalam sesi games meracik jamu.

Athena mengaku dirinya memperhatikan setiap tahapan demo yang diberikan instruktur sebelum mulai mencampurkan bahan-bahan.

“Saya catat takarannya dan tahapan memasukkan bahannya. Awalnya memang kemanisan, akhirnya saya tambah jahenya supaya rasanya pas,” katanya.

Menariknya, kedua siswi itu mengaku jarang mengonsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, penjual jamu gendong kini semakin sulit ditemui dibanding saat masih kecil dulu. Namun setelah mengikuti kegiatan tersebut, keduanya justru mulai tertarik untuk kembali rutin minum jamu.

Image Not Found
Outdoor learning kenalkan jamu Nusantara kepada generasi muda, (7/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

“Kayaknya nanti jadi sering minum jamu, karena ternyata saya suka,” ucap Airi.

Sementara itu, lanjut Vivie, jamu tradisional sebenarnya mampu bersaing dengan minuman modern yang kini digandrungi anak muda. Kuncinya terletak pada inovasi rasa tanpa menghilangkan manfaat kesehatan.

Ia mencontohkan temulawak yang identik dengan rasa pahit kini dimodifikasi dengan perpaduan rempah dan gula kelapa agar lebih ramah di lidah remaja.

“Sekarang membuat jamu itu harus enak dulu. Kalau rasanya enak, anak-anak pasti mau mencoba,” katanya.

Di balik kesederhanaannya, proses produksi di D’Jamoe masih mempertahankan cara tradisional. Mulai dari pencucian bahan hingga proses perasan masih dilakukan manual menggunakan tangan. Modernisasi hanya hadir lewat penggunaan blender untuk membantu produksi dalam jumlah besar.

“Jadi ya harapan kami nanti setelah ini mereka ya paling enggak entah seminggu sekali mereka rajin minum jamu, terutama kan yang cewek-cewek nih ya. Karena jamu ini sangat bagus untuk kesehatan,” terangnya.

Untuk menarik minat anak muda, D’Jamoe juga membuka program “Jamu Class” yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Melalui kelas tersebut, peserta diajak belajar membuat jamu secara langsung dengan metode sederhana dan menyenangkan.

“Itu sudah kita lakukan dua tahun terakhir ini. Siapa yang pengen belajar secara grup, tapi kami masih menerima secara grup,” tegas Vivie.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Kota Madiun, Anik Suyanti, menilai kegiatan outdoor learning tersebut menjadi sarana penting mengenalkan warisan budaya sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan kepada siswa.

“Dengan melihat antusiasme anak-anak ini, saya yakin nanti akan tetap terjaga warisan budaya ini,” ujarnya.

Menurutnya, jamu bukan hanya soal minuman tradisional, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

“Anak-anak belajar banyak hal di sini. Ada ilmu IPA tentang tanaman dan manfaat kesehatan, ada juga IPS tentang produksi, pemasaran, sampai nilai ekonominya,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu menginspirasi siswa untuk terus berinovasi dan menjadi generasi yang mandiri.

“Harapan saya kepada siswa yang melakukan ODL hari ini, mereka terus berinovasi dengan inspirasi yang didapat dari sini sehingga dia menjadi pembelajar sepanjang hayat,” katanya.

Di tengah derasnya tren minuman modern, kegiatan sederhana di sudut Kota Madiun itu menjadi pengingat bahwa warisan budaya tak selalu harus dikenalkan lewat ceramah panjang. Kadang, cukup dengan segelas jamu racikan sendiri, generasi muda bisa mulai jatuh cinta kembali pada kekayaan tradisi Nusantara. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo tercatat tidak masuk kantor pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). Namun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan bahwa ketidakhadiran mereka bukan karena bolos, melainkan cuti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Plt Kepala BKPSDM Ponorogo, Herry Sutrisno, merinci […]

    Bagikan
  • PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegagalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan pada tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Forum Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran Rumah Kita. Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang menembus lebih dari satu juta pengunjung, realisasi PAD justru tidak beranjak dari angka sebelumnya dan kembali gagal mencapai target. Situasi ini, […]

    Bagikan
  • Atasi PMK, Pemkab Ponorogo Alokasikan 3.500 Dosis Vaksin

    Atasi PMK, Pemkab Ponorogo Alokasikan 3.500 Dosis Vaksin

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendapatkan alokasi 3.500 dosis vaksin dari pemerintah pusat untuk menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Supriyanto, mengatakan vaksin ini diprioritaskan untuk ternak sehat di zona hijau, seperti Kecamatan Sooko, Ngebel, Balong, Sukorejo, Pulung, dan Slahung. “Intinya, ternak […]

    Bagikan
  • Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya pembersihan material longsor yang menimbun rumah warga dan menutup akses jalan antar-dukuh di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kembali dilakukan pada Jumat (21/11/2025). Proses evakuasi yang sempat terhambat kini kembali dilanjutkan dengan bantuan alat berat. Material longsor yang menutup badan jalan dan merusak rumah warga memiliki ukuran cukup besar […]

    Bagikan
  • TP PKK Ponorogo Gaungkan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

    TP PKK Ponorogo Gaungkan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Ponorogo terus menggaungkan pentingnya gizi seimbang berbasis bahan pangan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang melibatkan perwakilan PKK dari 21 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo. Dalam ajang ini, para peserta ditantang mengolah bahan […]

    Bagikan
  • 28 Jemaah Haji Khusus dan 6 Haji Furoda Sindo Wisata Berangkat Menuju Tanah Suci

    28 Jemaah Haji Khusus dan 6 Haji Furoda Sindo Wisata Berangkat Menuju Tanah Suci

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Labbaik allahumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik. Lantunan talbiyah menggema di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun pada Selasa (27/05/2025), dimana 28 jemaah haji khusus dan 6 jemaah haji furoda Sindo Wisata bersiap berangkat ke tanah suci. Kegiatan diawali dengan sholat safar dan doa bersama. Suasana haru pun terpancar […]

    Bagikan
expand_less