Sopir Mengantuk, Truk Hino Hantam 3 Motor di Tugu Pendekar Madiun, 1 Tewas Seketika
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 233
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Simpang 5 Tugu Pendekar, tepatnya di Jalan S. Parman, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 05.15 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit truk boks muatan air mineral dan tiga sepeda motor. Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data kepolisian, korban meninggal dunia berinisial D.I (33), warga Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun pengendara motor Beat AE 6142 DM. Sementara korban luka-luka yakni IDS (32) warga Karangrejo, Kabupaten Magetan pengendara Honda Supra X bernomor polisi AE 4018 JP dan SNI (25) warga Jiwan, Kabupaten Madiun yang mengendarai Honda Beat AE 2201 DM.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota, IPDA Deka Purnama Putra, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk Hino bernomor polisi W 8366 UT yang dikemudikan .A.K (35) asal Badas Kediri melaju dari arah utara ke selatan di Jalan S. Parman. Sementara, ketiga sepeda motor sedang berhenti di lampu lalu lintas karena lampu APIL menyala merah. Namun dari arah belakang, truk melaju tanpa kendali dan menabrak kendaraan secara beruntun.
“Menurut keterangan saksi, truk diduga dikemudikan dalam kondisi sopir mengantuk. Kendaraan kemudian menabrak tiga sepeda motor yang berada di depannya,” ujarnya.
Korban meninggal dunia telah dievakuasi ke IKF RSUD dr. Soedono. Sementara pengendara lain yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sopir truk yang terlibat kecelakaan juga diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, truk tersebut diketahui mengangkut air mineral dari Kediri dengan tujuan Ponorogo.
“Tidak ada indikasi kendaraan menerobos lampu merah. Posisi truk berada di belakang dan menabrak karena pengemudi tidak stabil saat berkendara, diduga akibat mengantuk,” tambah IPDA Deka.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara guna menghindari kecelakaan fatal di jalan raya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




