Berita Terkini
Trending Tags

BMKG: Cuaca Kemarau Basah Masih Berpotensi Terjadi hingga Agustus

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Kabupaten Madiun diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah masa pancaroba dan kemarau basah, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Agustus mendatang. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah anomali atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO), Rossby ekuator, gelombang Kelvin, hingga sistem konvergensi angin di kawasan tersebut.

“Fenomena ini masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan,” kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun BMKG Nganjuk, Setiyaris, di Madiun, Selasa (10/06/2025).

Pergantian cuaca yang berlangsung cepat antara panas dan hujan turut memicu potensi pembentukan awan konvektif yang ekstrem. 

“Dalam kondisi seperti ini, awan-awan jenis Cumulus bisa berkembang menjadi Cumulonimbus, yang berpotensi menyebabkan petir, angin kencang, hingga puting beliung,” ujarnya.

Menurut Setiyaris, angin puting beliung terbentuk akibat perbedaan tekanan yang signifikan antara permukaan bumi dan awan di atasnya. Fenomena ini biasanya ditandai oleh dua tipe angin, yakni angin kencang dengan arah lurus dan angin puting beliung yang bergerak memutar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wilayah dataran rendah cenderung lebih rentan terhadap kejadian angin ekstrem tersebut. “Daerah yang datar tanpa banyak penghalang seperti pepohonan atau lereng berpotensi lebih besar mengalami pembentukan angin kencang maupun puting beliung,” tuturnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan angin ekstrem juga dapat memengaruhi wilayah dataran tinggi jika proses pembentukan angin terjadi di bawah lalu bergerak ke atas, sehingga kawasan permukiman di ketinggian pun bisa terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba dan kemarau basah yang diperkirakan berlangsung hingga Juli.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segini Gaji dan Tunjangan DPRD Magetan Tahun 2024, Tembus Rp. 23,7 Miliar

    Segini Gaji dan Tunjangan DPRD Magetan Tahun 2024, Tembus Rp. 23,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota DPR maupun DPRD tengah menjadi sorotan masyarakat. Seperti tunjangan perumahan DPR RI yang sempat menjadi pemicu aksi unjuk rasa di berbagai daerah, meski akhirnya tunjangan tersebut dibatalkan. Lalu bagaimana dengan gaji dan tunjangan DPRD Kabupaten Magetan? Sesuai data yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan […]

    Bagikan
  • Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun berkomitmen akan segera menetapkan tersangka untuk tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi pada awal tahun 2025. Tiga kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut adalah : Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Oktario Hartawan Achmad, pada Selasa (31/12) saat ditemui di ruangannya, menjelaskan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka […]

    Bagikan
  • Ini Jawaban Wali Kota Madiun terkait PU Fraksi DPRD soal Raperda P-APBD 2025

    Ini Jawaban Wali Kota Madiun terkait PU Fraksi DPRD soal Raperda P-APBD 2025

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum (PU) fraksi DPRD Kota Madiun terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Jawaban Wali Kota Madiun itu dibacakan oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Tiga Mobil Ready, Satu Mangkrak, Ancaman Kebakaran Menghantui Warga Madiun di 15 Kecamatan

    Tiga Mobil Ready, Satu Mangkrak, Ancaman Kebakaran Menghantui Warga Madiun di 15 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Warga di bumi kampung pesilat patut was was jika terjadi kebakaran. Pemicunya jumlah unit mobil pemadam kebakaran yang jauh dari kata ideal. Hingga saat ini Kabupaten Madiun hanya memiliki 4 unit mobil damkar, tragisnya salah satu di antaranya mangkrak dan mati pajak. Tiga unit mobil yang ready berada di sekitar […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkot Madiun Sepakati APBD 2026, Menjaga Kesinambungan Pembangunan

    DPRD dan Pemkot Madiun Sepakati APBD 2026, Menjaga Kesinambungan Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan rapat paripurna pada Kamis (13/11/2025) malam di Gedung Paripurna. Rapat paripurna ini dengan agenda Pengambilan Keputusan yang didahului Pendapat Akhir tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026. 8 fraksi DPRd Kota Madiun memberikan saran masukan […]

    Bagikan
  • Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Polemik pembayaran hasil panen tebu di Kabupaten Madiun belum tuntas. Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) mencatat, hingga tahun ini total lahan tebu di wilayah tersebut mencapai 2.388 hektare yang memasok bahan baku ke PG Rejoagung dan PG Pagotan. “Luasan ini tersebar di sejumlah kecamatan dan menjadi penopang produksi gula dua […]

    Bagikan
expand_less