Bukan Sekedar Praktik, Manasik Haji Jadi Bekal Calon Jemaah Haji Kota Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Madiun mengikuti manasik haji terintegrasi di Asrama Haji Kota Madiun pada Senin (16/02/2026). Mereka mengikuti rangkaian manasik secara lengkap. Mulai dari niat ihram di miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, hingga tawaf ifadah dan sai.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun, Datik Ardiyah mengungkapkan bahwa manasik haji ini tidak sekedar praktik, namun terdapat manfaat yang lebih yakni membentuk kemandirian dan kesiapan mental para jemaah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ini sekaligus finalisasi dari rangkaian bimbingan di tingkat kecamatan dan kota. Tak kalah penting, kegiatan ini juga untuk memastikan CJH Kota Madiun siap secara fisik dan mental.
“Rangkaian terakhir dari rangkaian manasik di tingkat Kecamatan itu 4 kali. Jadi ini biar jemaah betul-betul melaksanakan rukun haji maupun wajib hajinya itu dengan benar. Karena kami juga memilih narasumber yang sudah terpercaya. Jadi ini betul-betul kita praktikkan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian ibadah haji dipraktikkan oleh pembimbing dan diikuti sekitar 227 CJH Kota Madiun yang berangkat tahun ini. Bimbingan manasik Haji ini, bertujuan membekali Jemaah dengan pemahaman teori sekaligus praktik, sehingga ketika menghadapi situasi tak terduga di lapangan, mereka bisa mengatasinya dengan tenang.
“Dijelaskan juga langkah-langkah penanganan jika ada jemaah yang tidak bisa berangkat ke Padang Arafah karena sakit. Termasuk praktik lempar jumrah juga diberikan secara langsung. Jadi nanti saat disana, jemaah sudah tidak bingung lagi urutan untuk lempar jumrahnya,” jelas Datik Ardiyah.

Sementara itu, terkait kesiapan para CJH Kota Madiun, Kemenhaj mengklaim sudah sekitar 60-70 persen. Hal itu tidak lepas dari kebutuhan jemaah yang sudah selesai seperti visa maupun paspor. “Jadi hanya beberapa perlengkapan jemaah yang masih belum dibagikan. Ini terus kita koordinasi untuk seluruhnya dapat selesai tepat waktu sebelum keberangkatan nantinya,” imbuhnya.
Untuk keberangkatan haji nantinya, CJH Kota Madiun masuk kloter 22. Sesuai rencanakan akan dilakukan pemberangkatan pada tanggal 27 April. “Para jemaah haji ini harus menjaga kesehatan karena masih ada waktu sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan. Jadi jaga kesehatan yang baik. Tentunya nanti dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan tertib,” pungkas Datik. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Arrachmando



Saat ini belum ada komentar