
Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mulai menjangkau sekolah-sekolah pinggiran. Salah satunya di Kecamatan Parang, tempat ratusan siswa SMPN 1 Parang ikut merasakan menu sehat yang disediakan pemerintah.
Meski antusias, sebagian siswa berharap variasi menu lebih beragam. Mikaila bersama temannya, Rizal, secara terbuka menyampaikan keinginan agar sesekali ada hidangan populer ala kantin.
“Kalau bisa, sekali-kali ada mie ayam atau spageti,” ucap keduanya sambil menyantap makanan pada Senin (15/9/2025).
Di sekolah tersebut, sebanyak 643 siswa tercatat sebagai penerima manfaat MBG. Menu harian berganti-ganti, namun pembagian susu baru dilakukan sekali di hari pertama program.
Kepala SMPN 1 Parang, Suparno, juga mengungkapkan harapan agar susu dapat hadir lebih rutin. “Kalau bisa seminggu sekali sudah cukup. Tapi kami memahami menu ditentukan dari pusat,” katanya.
Suparno menegaskan, guru memegang peran penting agar siswa terbiasa dengan pola makan sehat.
“Masih ada anak yang menyisakan lauk atau sayur. Tugas guru mendorong mereka agar makanan bergizi bisa habis dimakan,” jelasnya.

Menurutnya, MBG berdampak baik. Selain memperkenalkan pola makan sehat, tingkat kehadiran siswa di sekolah juga semakin meningkat.
“Sekarang kalau ada yang absen, biasanya benar-benar karena sakit. Tidak ada laporan mual atau pusing setelah makan,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan terkait susu, Asisten Lapangan SPPG Parang, Doni Ardianto, mengatakan pasokan susu memang disesuaikan dengan anggaran. “Minggu depan kami rencanakan ada tambahan distribusi susu,” ungkapnya.
Namun soal usulan mie ayam, burger, dan spageti, ia menegaskan tidak bisa dipenuhi. “Itu tidak masuk daftar menu resmi MBG,” tegas Doni.
Kusnanto – Sinergia