Berita Terkini
Trending Tags

Ngaku Dari Perguruan Pencak Silat, Pemuda 18 Tahun di Ngawi Rampas Kaos Warga

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 120
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Konferensi pers kasus perampasan kaos, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Ngawi – Lantaran hanya tidak suka kaos yang dikenakan seseorang, A.P warga Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi nekad melakukan perampasan. Pemuda 18 tahun itu mengaku dari salah satu perguruan pencak silat. Korban saat itu tengah beli es teh di angkringan Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan didatangi oleh pelaku yang berboncengan motor dengan rekannya.

Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon dalam konferensi pers Selasa (06/05/205) mengungkapkan kejadian itu terjadi pada Kamis (24/04/2025) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku berusaha merampas kaos yang dikenakan korban.

”Jadi hendak merampas kaos yang dipakai korban, namun korban mempertahankan kaos yang dipakainya. Saat itu, personil dari Polsek Mantingan dan Tim Tiger Satreskrim sedang patroli. Melihat ada polisi, pelaku sempat melarikan diri,” ujar AKBP Charles Pandapotan Tampubolon.

Image Not Found
Konferensi pers kasus perampasan kaos, Foto : Istimewa

Setelah korban melapor ke Polres Ngawi, Kasat Reskrim AKP Joshua Peter Krisnawan bersama Tim Tiger Satreskrim segera menindak lanjutinya, dengan mengamankan pelaku dan barang bukti guna proses lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah kaos warna hitam bertuliskan DOG DESTROYER DENDAM ABADI, 1 buah rekaman CCTV serta 1  buah Hodie warna hitam.

“Respon dengan cepat dan tepat atas segala potensi kerawanan kamtibmas sekecil apapun, harus segera ditindak lanjuti, agar Kamtibmas Ngawi tetap kondusif,” tutup Kapolres Ngawi

Pelaku yang berhasil diamankan disangkakan pasal 335 Ayat (1) ke 1e KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Tim Liputan – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Puluhan hektar lahan pertanian padi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah akibat serangan hama wereng. Serangan hama tersebut menyebabkan bulir padi kosong dan banyak tanaman mati. Akibatnya, petani terpaksa melakukan panen lebih awal demi menghindari kerugian yang lebih besar. Wereng tak hanya merusak bulir padi, tapi juga […]

    Bagikan
  • Video Medsos Anggota DPRD Magetan Tuai Sorotan Warganet Bahas Isu Toko Modern

    Video Medsos Anggota DPRD Magetan Tuai Sorotan Warganet Bahas Isu Toko Modern

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah video pendek yang diunggah akun TikTok @MasDik menampilkan dua anggota DPRD Kabupaten Magetan tengah bersemangat menyampaikan dukungan terhadap kegiatan daerah. Dalam video berdurasi singkat itu, keduanya tampak kompak mengenakan seragam olahraga dengan bertuliskan PBVSI Magetan. Namun, alih-alih fokus pada pesan motivasi yang disampaikan oleh keduanya, warganet justru ramai menyoroti isu […]

    Bagikan
  • Kasus PMK di Magetan Meningkat, 30 Sapi Terpapar Sepanjang Januari

    Kasus PMK di Magetan Meningkat, 30 Sapi Terpapar Sepanjang Januari

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Magetan kembali mengalami lonjakan seiring perubahan cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa pekan terakhir. Memasuki akhir Januari 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan mencatat 30 kasus PMK yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan. Dari data resmi […]

    Bagikan
  • Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    Banjir di Daop 4 Belum Surut, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Perjalanan KA Gajayana Tambahan Malang-Gambir

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membatalkan perjalanan Kereta Api Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pulang-pergi (PP) pada Selasa (20/1/2026). Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan operasional akibat genangan air yang melanda wilayah Daop 4 Semarang pada Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1) lalu. Genangan air […]

    Bagikan
  • Sopir Truk Muatan Edamame Tewas Usai Tabrak Belakang Wing Box di Tol Ngawi

    Sopir Truk Muatan Edamame Tewas Usai Tabrak Belakang Wing Box di Tol Ngawi

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Ngawi, Jawa Timur, tepatnya di Kilometer 589, Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kamis (25/9/2025) siang. Insiden ini melibatkan truk ekspedisi pengangkut kacang edamame dengan sebuah truk wing box. Korban tewas adalah Habib Syah Friyansyah (26), warga Kulonprogo, Yogyakarta, yang mengemudikan truk edamame. Habib meninggal dunia setelah […]

    Bagikan
  • 8 Buruh Tani Dievakuasi Tim BPBD Usai Terjebak Banjir Saat Panen Jagung

    8 Buruh Tani Dievakuasi Tim BPBD Usai Terjebak Banjir Saat Panen Jagung

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak delapan orang berhasil dievakuasi oleh tim BPBD Kabupaten Madiun setelah terjebak banjir di sungai Tretes Desa Gandul Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, pada Senin malam, (24/02/2025). Kejadian ini bermula saat hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat sejak siang hari. Hal itu menyebabkan aliran sungai di kawasan itu meluap dan menutup […]

    Bagikan
expand_less