Dandim 0804/Magetan Tegaskan Evaluasi Menyeluruh dan Pendataan BPJS Usai Kasus Kecelakaan Kerja Proyek KDKMP
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 208
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Setelah kasus kecelakaan kerja yang menimpa Suratni (39) pada proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memicu kritik tajam terkait lemahnya perlindungan keselamatan pekerja, jajaran Kodim 0804/Magetan memberikan pemutakhiran informasi penting, termasuk soal perkembangan pembangunan di lapangan.
Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis optimal di RSUD dr. Sayidiman Magetan dan kini dalam masa pemulihan. Ia menegaskan koordinasi terus dilakukan untuk memperkuat pengawasan serta memperbaiki tata kelola keselamatan proyek.
“Korban sudah ditangani dengan baik dan tinggal menunggu masa pemulihan. Kami terus melakukan komunikasi dengan seluruh pihak untuk memastikan adanya perbaikan yang lebih baik ke depan,” ujar Hasan, Rabu (25/2/2026).
Bupati Magetan sebelumnya menyoroti serius ketiadaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja proyek, termasuk Suratni. Menanggapi hal itu, Dandim memastikan pihaknya ikut mendorong pendataan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di lapangan.
“Kami memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pendataan. Harapannya seluruh pekerja di proyek KDKMP dapat memiliki BPJS agar jika terjadi masalah kesehatan mereka dapat ditangani cepat dan tepat,” jelasnya.
Hasan juga menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan pengawasan akan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. “Pengawasan akan kami tingkatkan. Evaluasi kami lakukan terus-menerus agar kerja di lapangan semakin baik dan aman,” tegasnya.
Kodim juga menyampaikan perkembangan realisasi proyek KDKMP di Kabupaten Magetan. Dari target pembangunan sebanyak 235 titik, sudah terpetakan sebesar 95 persen. Gedung KDMP yang sudah selesai 100% mencapai 16 titik. Sementara total pembangunan yang masih berjalan sebanyak 187 titik.
Data ini menunjukkan bahwa meski menghadapi sejumlah persoalan di lapangan, pengerjaan proyek tetap bergerak signifikan, namun persoalan keselamatan kerja tetap harus menjadi perhatian utama.
Dikabarkan sebelumnya, Suratni mengalami kecelakaan kerja pada Rabu (18/2/2026) saat baru satu hari bekerja. Jari manis tangan kirinya remuk setelah terjepit baut mesin molen.
Meski biaya pengobatan sementara ditanggung pihak rekanan proyek, publik menilai perlindungan struktural, bukan sekadar santunan, harus menjadi prioritas dalam proyek berskala nasional tersebut.
Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan sejumlah pihak, termasuk media, yang terus mengawal isu keselamatan proyek dan kelancaran pembangunan.
Pemerintah daerah sendiri telah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Kodim dan pelaksana proyek agar insiden serupa tidak terulang.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


