Berita Terkini
Trending Tags

Diduga Basi, Menu Program MBG di TK Aisyiyah 10 Magetan Dikeluhkan Wali Murid

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah wali murid mengeluhkan menu makanan yang diterima tidak layak konsumsi, (13/3/2026), Foto : Tangkapan Layar

Sinergia | Magetan – Keluhan terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di Kabupaten Magetan. Sejumlah wali murid TK Aisyiyah 10 mengeluhkan menu makanan yang diterima anak-anak diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi, Jumat (13/3/2026).

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa orang tua murid membagikan temuan mereka di grup WhatsApp wali murid sekolah. Dalam percakapan tersebut, sejumlah orang tua mengaku menemukan pentol dalam paket makanan MBG yang berbau tidak sedap dan berlendir saat dibuka dari kemasannya.

Salah satu wali murid menyampaikan keluhan tersebut sambil mengunggah foto makanan yang diterima anaknya. “Pentolnya berlendir dan baunya sangat basi. Mohon dilaporkan ke pihak SPPG agar tidak terulang. Kasihan kalau sampai dimakan anak-anak, bisa berbahaya,” tulisnya dalam pesan di grup.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua lainnya. Mereka menyebut kondisi pentol dalam paket makanan anak-anak memiliki bau tidak sedap dan terlihat berlendir ketika dikeluarkan dari kotak plastik.

Dalam percakapan grup tersebut, beberapa orang tua juga menyebut lebih dari satu siswa menerima makanan dengan kondisi serupa. Hal itu memicu kekhawatiran para wali murid terhadap kualitas makanan yang dibagikan dalam program MBG.

Image Not Found
Pentol dalam paket makanan MBG yang berbau tidak sedap dan berlendir, Foto : Istimewa

Sebagian orang tua kemudian meminta makanan yang diduga basi tersebut dikembalikan kepada pihak penyedia dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat dilakukan evaluasi.

“Lebih baik dikembalikan ke pihak SPPG supaya mereka tahu dan bisa menjadi bahan evaluasi,” tulis salah satu anggota grup.

Selain itu, terdapat pula wali murid yang menyebut kejadian serupa diduga pernah terjadi sebelumnya sehingga mereka meminta perhatian serius dari pihak terkait.

Foto makanan yang diduga basi tersebut kini beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Hal itu memicu perhatian publik terhadap kualitas makanan dalam program MBG yang diperuntukkan bagi siswa sekolah.

Sekretaris Daerah Magetan sekaligus Ketua Satgas MBG, Welly Kristianto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan makanan basi tersebut.

“Betul,” ujarnya singkat.

Para wali murid berharap pemerintah daerah bersama pihak penyedia makanan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas menu program MBG agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan konsumsi anak-anak tetap terjamin. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil DPRD Ngawi Tewas Usai Kecelakaan Maut di Tol Sragen

    Wakil DPRD Ngawi Tewas Usai Kecelakaan Maut di Tol Sragen

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Sragen – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi KM 547.900 A, tepatnya di wilayah Dukuh Gringging, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, pada Jumat dini hari (06/06/2025) sekitar pukul 03.30 WIB. Sebuah mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi oleh Waluyo Jati Sasono (61) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngawi menabrak truk tronton yang melaju di […]

    Bagikan
  • Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Musim kemarau tahun ini tak sepenuhnya membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Madiun. Fenomena cuaca tak lazim yang dikenal sebagai kemarau basah menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal itu mengingat curah hujan masih terpantau tinggi di tengah musim yang semestinya kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun bahas Master Plan Smart City Tahun 2025-2030

    Pemkot Madiun bahas Master Plan Smart City Tahun 2025-2030

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun  – Pemerintah Kota Madiun terus meningkatkan efisiensi dan layanan publik dalam implementasi program Smart City. Hal itu menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Master Plan Smart City tahun 2025 – 2030 yang dibuka oleh Pj Walikota Madiun, Eddy Supriyanto dengan dihadiri DPRD Kota Madiun, Sekretaris Daerah hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) […]

    Bagikan
  • Pelajar Berboncengan Tabrak Belakang RX King, Tiga Luka-Luka dan Salah Satunya Kritis

    Pelajar Berboncengan Tabrak Belakang RX King, Tiga Luka-Luka dan Salah Satunya Kritis

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pertigaan Dukuh Kandenan, Kelurahan/Kecamatan Plaosan, kembali memakan korban. Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Jumat pagi (13/06/2025), mengakibatkan tiga orang luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis. Insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di salah satu titik lalu lintas terpadat di wilayah Plaosan. Dua kendaraan yang terlibat adalah […]

    Bagikan
  • Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Magetan pada Jumat (16/08/2026). Bukan sekadar ritual tahunan, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas karunia alam sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa Labuhan Sarangan memiliki makna […]

    Bagikan
  • Hujan Deras dan di Sertai Angin Kencang Porak Porandakan Belasan Rumah dan Kandang Sapi

    Hujan Deras dan di Sertai Angin Kencang Porak Porandakan Belasan Rumah dan Kandang Sapi

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Madiun pada Sabtu sore (21 Desember 2024), menyebabkan belasan rumah di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, mengalami kerusakan. Tidak hanya rumah, sebuah kandang sapi milik kelompok peternak warga juga roboh akibat cuaca ekstrem tersebut. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba mengakibatkan kerusakan parah […]

    Bagikan
expand_less