Berita Terkini
Trending Tags

Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani tembakau di Desa Ngale belum baru memulai penyemaian benih tembakau, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Musim kemarau tahun ini tak sepenuhnya membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Madiun. Fenomena cuaca tak lazim yang dikenal sebagai kemarau basah menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal itu mengingat curah hujan masih terpantau tinggi di tengah musim yang semestinya kering.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga Agustus mendatang. Akibatnya, sebagian petani memilih menunda masa tanam tembakau. Sukamto, petani asal Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, mengaku belum berani menanam tembakau. Selain masih menunggu panen padi, ia menilai cuaca saat ini terlalu tidak menentu.

“Seharusnya Juni ini sudah mulai tanam. Tapi karena kondisi seperti ini, kemungkinan mundur ke Juli,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (10/06/2026).

Meski belum memulai tanam, Sukamto sudah mempersiapkan benih di bedengan semai di sebagian lahan sawah. Ia berharap kondisi cuaca membaik saat masa tanam tiba.

“Kalau cuaca masih begini, kami ragu. Tembakau kan butuh cuaca kering. Kalau sering kena hujan, daunnya bisa keriting, gampang layu, dan kualitasnya turun. Susah dijual,” tambahnya.

Menurutnya, meski masa tanam tembakau hanya sekitar dua bulan, kualitas tanaman sangat ditentukan oleh tingkat kelembapan. Tanaman yang terlalu sering terkena air rentan rusak dan gagal panen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Sumanto, membenarkan adanya potensi gangguan akibat kemarau basah. Ia mengimbau para petani tidak tergesa-gesa memulai tanam tembakau.

“Kami sarankan menunda dulu. Kalau dipaksakan tanam saat ini, risikonya tinggi. Tanaman bisa mudah busuk dan tidak berkembang,” jelas Sumanto.

Pemerintah daerah disebut terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan pendampingan teknis bagi petani agar masa tanam tembakau tidak berujung merugi.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot – DPRD Kota Madiun Tetapkan 6  Peraturan Daerah

    Pemkot – DPRD Kota Madiun Tetapkan 6  Peraturan Daerah

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun mengadakan Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan 4 Raperda Inisiatif dan 2 Raperda Kota Madiun pada Selasa (4/3/2025). Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan Pendapat sekaligus Pendapat Akhir atas 4 Raperda Inisiatif DPRD diantaranya Raperda Penyelenggaraan Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Raperda Penguatan Nilai-nilai Pancasila dan Pendidikan Wawasan […]

    Bagikan
  • Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun berkomitmen akan segera menetapkan tersangka untuk tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi pada awal tahun 2025. Tiga kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut adalah : Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Oktario Hartawan Achmad, pada Selasa (31/12) saat ditemui di ruangannya, menjelaskan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun – Polres Madiun Kota Panen Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    Pemkot Madiun – Polres Madiun Kota Panen Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Polres Madiun Kota menggelar panen jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Selasa (18/2/2025). Panen jagung ini dilakukan di lahan seluas 3000 meter persegi. Sementara, total lahan yang ditanami jagung di Kota Madiun mencapai 2 hektar. Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, mengatakan bahwa program […]

    Bagikan
  • Kelezatan Sate Kuah Rempah Ala Cangkemoe Bikin Ketagihan

    Kelezatan Sate Kuah Rempah Ala Cangkemoe Bikin Ketagihan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Menu kuliner berbuka puasa terus bermunculan selama bulan Ramadan. Salah satu yang menarik perhatian hadir dari Warung Cangkemoe yang berlokasi di Jalan Suromenggolo, Ponorogo. Kedai ini menghadirkan sajian unik berupa sate kuah rempah yang kini menjadi favorit para pencinta kuliner. Menu tersebut dirancang sebagai hidangan berbuka puasa yang menghangatkan tubuh. Perpaduan […]

    Bagikan
  • Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDIP Karangrejo Bersihkan Punden dan Rawat Ruang Budaya Desa

    Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDIP Karangrejo Bersihkan Punden dan Rawat Ruang Budaya Desa

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Semangat menjaga lingkungan dan merawat warisan budaya diwujudkan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, melalui kegiatan kerja bakti di kawasan punden Desa Gebyok, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Juni Bulan Bung Karno yang tahun ini mengusung tema “Merawat Pertiwi”. Kader partai bersama warga […]

    Bagikan
  • Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar photo_camera 2

    Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran pasar murah oleh Polres Magetan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, langsung menyerbu stand sembako yang dibanderol lebih rendah dibanding harga pasar. Sudarwati, salah satu warga yang ikut berbelanja, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut selisih harga cukup signifikan dibanding […]

    Bagikan
expand_less