Diskon Tiket Kereta untuk TNI–Polri Masih Berlaku, Tapi Kenapa Harus Registrasi Ulang?
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Fasilitas potongan harga tiket kereta api bagi prajurit TNI dan anggota Polri ternyata tidak hilang. Namun, ada satu hal baru yang wajib dilakukan—registrasi ulang. Apa sebenarnya yang berubah, dan kenapa langkah ini jadi penting?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 7 Madiun memastikan bahwa tarif reduksi tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian aparat negara. Diskon yang ditawarkan pun tidak main-main: hingga 50 persen untuk kelas ekonomi dan bisnis, serta 25 persen untuk kelas eksekutif.
Namun mulai Maret 2026, ada aturan baru yang harus dipatuhi. Anggota Polri diwajibkan melakukan registrasi ulang sejak 6 Maret, sementara anggota TNI mulai 30 Maret 2026. Tanpa proses ini, fasilitas potongan harga tidak bisa lagi digunakan.
Langkah ini disebut sebagai upaya penertiban administrasi sekaligus memastikan data pengguna benar-benar valid dan terintegrasi dalam sistem digital KAI.
“Registrasi ini cukup dilakukan satu kali agar data anggota terhubung dengan aplikasi,” ujar Tohari, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun.
Bagi prajurit yang ingin tetap menikmati tarif khusus ini, prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Registrasi dilakukan langsung di layanan Customer Service stasiun atau loket untuk stasiun yang belum memiliki CS.
Sejumlah stasiun di wilayah Daop 7 seperti Stasiun Madiun, Stasiun Kertosono, hingga Stasiun Blitar sudah menyediakan fasilitas ini.
Syaratnya pun cukup jelas: menunjukkan kartu identitas resmi yang masih aktif, melengkapi data pribadi seperti NIK, nomor telepon, email, hingga foto diri. Yang perlu diperhatikan, registrasi harus dilakukan paling lambat dua hari sebelum keberangkatan.
Meski menggiurkan, potongan harga ini tidak berlaku untuk semua jenis perjalanan. Tiket dengan tarif khusus, promo, hingga layanan premium seperti kereta luxury atau panoramic tidak termasuk dalam program reduksi.
Selain itu, diskon ini bersifat personal dan tidak bisa dipindahtangankan.
“Dengan kewajiban baru ini, KAI berharap sistem menjadi lebih rapi dan tepat sasaran. Dengan data yang sudah terverifikasi, proses pembelian tiket, baik melalui aplikasi maupun loket akan menjadi lebih cepat dan praktis,” pungkas Tohari.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung






