Disperdag Kota Madiun Bakal Perbaiki Kios Pasar Srijaya Yang Terbakar
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kios di Pasar Burung Srijaya atau Pasar Njoyo terbakar pada Senin (26/01/2026) malam. 2 kios ludes dilalap si jago merah, sedangkan 2 lainnya rusak ringan. Namun, banyak burung milik penjual yang mati dampak kebakaran tersebut.
Seperti yang dialami oleh Yono, penjual burung di Pasar Srijaya mengaku bahwa kios ditempatinya tidak ikut terbakar. Namun, sekitar 30 burung miliknya mati akibat asap kebakaran. “Dari sekat tembok samping itukan ada yang lubang. Terus asapnya menyebabkan burung pada mati. Jumlahnya ya 30 sih yang pasti,” ujar Yono.
Burung yang mati diantaranya jenis Jalak Orange, Falk, Parkit, Derkuku Klantan, juga Perkutut. Kerugian yang dialami Yono diperkirakan jutaan rupiah. “Kerugian jutaan. Tapi yang lebih parah ini samping saya. Itu di dalam burung gantangan semua. Jadi yang pasti harganya lebih mahal dari punya saya. Sementara yang punya belum bisa mengecek karena harus nunggu Labfor Polda untuk olah TKP,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Madiun telah melakukan inventarisir pada Selasa (27/01/2026) terkait kerusakan kios akibat kebakaran tersebut. Perbaikan akan dilakukan dengan koordinasi bersama OPD terkait.
“Ini nanti kita sudah merencanakan tindak lanjut dari yang terbakar, kita tangani dari dinas, koordinasi dengan DPUPR jika ada anggaran, jika tidak ada kita ambilkan dari anggaran pemeliharaan dari Dinas Perdagangan untuk perbaikan kios yang terbakar ini,” terang Puguh Supardijanto, Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Disperdag Kota Madiun.

Lebih lanjut, seluruh perbaikan kios akan ditanggung oleh dinas. Hal itu agar tidak memberatkan para korban kebakaran. Tidak hanya itu, Disperdag akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bantuan terhadap korban.
“Karena ini musibah kita usahakan nanti untuk kita perbaiki dinas. Biar tidak memberatkan para korban. Kita juga sudah mulai berkoordinasi dengan BPBD maupun Dinas Sosial terkait apakah bisa diberikan bantuan kepada korban,” jelas Puguh.
Sementara itu, terkait keberadaan hydrant di pasar yang berada di Kelurahan Oro Oro Ombo ini hanya satu titik. Untuk itu, Disperdag Kota Madiun akan berkoordinasi dengan PDAM terkait kemungkinan penambahan hydrant di area Pasar Srijaya.
“Coba kita koordinasikan ya dengan PDAM, apakah bisa menambah hydrant atau tidak. Apalagi di area sini juga ada dapur MBG juga. Karena yang dari dinas itu hanya ada di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko,” pungkasnya.
Sementara itu, peristiwa kebakaran ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Di lokasi kejadian masih terpasang garis polisi untuk pengamanan. (Krs).
- Penulis: Kriswanto
