
Sinergia | Ponorogo — Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada Jumat (7/11/2025), roda pemerintahan di Ponorogo kini resmi dikendalikan oleh Lisdyarita, Wakil Bupati yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo.
Penunjukan Lisdyarita tertuang dalam radiogram Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikirim kepada DPRD Kabupaten Ponorogo dan diterima pada Minggu (9/11/2025) sore. Sehari setelahnya, Lisdyarita langsung mulai menjalankan tugas sebagai pemimpin sementara daerah berjuluk Kota Reog itu.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan langkah penting untuk memastikan roda pemerintahan tidak terhenti. “Untuk Plt Bupati Ponorogo diisi oleh Wabup, yaitu Ibu Lisdyarita,” ungkap Dwi, Minggu (9/11/2025).
Sosok Perempuan di Puncak Pemerintahan Ponorogo
Lisdyarita bukan sosok baru di dunia birokrasi maupun politik Ponorogo. Lahir di Jakarta pada 18 Maret 1978, ia mengawali karier di dunia perbankan sebelum kemudian terjun ke dunia usaha dan politik.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Ponorogo periode 2021–2025 mendampingi Sugiri Sancoko, Lisdyarita pernah menjabat Ketua DPC Partai Perindo Ponorogo, lalu bergabung dengan PDI Perjuangan dan dipercaya sebagai salah satu pengurus di tingkat kabupaten.
Di luar politik, Lisdyarita dikenal aktif di dunia usaha dan pemberdayaan perempuan. Ia memiliki pengalaman sebagai direktur dan komisaris di beberapa perusahaan lokal, serta dikenal dekat dengan pelaku UMKM dan komunitas perempuan di Ponorogo.
Fokus pada Stabilitas dan Pelayanan Publik
Pasca penunjukannya sebagai Plt Bupati, Lisdyarita dihadapkan pada tantangan besar yakni menstabilkan pemerintahan di tengah sorotan publik pasca OTT KPK. DPRD berharap ia mampu menjaga ritme pemerintahan agar tidak terganggu oleh dinamika politik yang terjadi.
“Yang terpenting, pemerintahan harus tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti,” tegas Dwi Agus Prayitno.
Lisdyarita sendiri disebut telah mulai melakukan konsolidasi internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sekaligus menyiapkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait posisi Penjabat Sementara Sekda, setelah Sekda Agus Pramono juga ikut terseret dalam kasus yang sama.
Penunjukan Lisdyarita menandai untuk pertama kalinya seorang perempuan memimpin Ponorogo sebagai kepala daerah, meski berstatus pelaksana tugas. Publik menaruh harapan agar kepemimpinan baru ini dapat membawa suasana pemerintahan yang lebih tenang dan transparan.
Dengan latar belakang pengusaha dan politisi, Lisdyarita diharapkan mampu mengedepankan pendekatan yang praktis, cepat, dan berpihak pada pelayanan masyarakat.(Ega/Krs).