
Sinergia | Kab. Madiun— Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menindaklanjuti laporan kematian puluhan ayam kampung di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kasus ini diduga kuat disebabkan oleh avian influenza (AI) atau flu burung.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris, mengatakan usai menerima laporan, tim Petugas Teknis Lapangan (PTL) Kecamatan Wungu langsung diterjunkan pada Sabtu (25/10/2025). “Kami sudah menindaklanjuti laporan bersama drh. Mustika dari PTL Wungu. Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan pemilik ayam, karena bangkai ayam sudah dibakar sehingga tidak bisa dilakukan bedah bangkai,” ujar Harris saat dikonfirmasi.
Dari hasil penelusuran lapangan, kematian ayam terjadi secara mendadak dan dalam jumlah besar. Sekitar 23 ekor ayam dilaporkan mati dalam tiga hari terakhir, dengan lonjakan kematian tertinggi mencapai 20 ekor pada hari ketiga. “Dari gejala yang akut dan jumlah kematian yang tinggi, sementara kami simpulkan kasus ini terduga avian influenza. Jawa Timur hingga kini masih berstatus daerah terduga AI,” jelasnya.
Harris menambahkan, kasus serupa sebelumnya juga pernah ditemukan di wilayah lain di Kecamatan Wungu, namun belum menjalar ke peternakan berskala besar. “Untuk usaha skala rumah tangga ada dua laporan, termasuk yang terbaru ini. Sementara peternakan besar belum ditemukan karena memiliki standar biosekuriti yang ketat,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, DKPP telah menyalurkan vitamin serbuk unggas dan akan mengirimkan disinfektan ke lokasi terdampak. “Pencegahan bisa dilakukan dari luar dengan penyemprotan disinfektan, dan dari dalam melalui vaksinasi. Jadi dua-duanya harus dijalankan,” tambahnya.
Menurut Harris, ayam yang terinfeksi AI umumnya menunjukkan gejala cengker pucat kebiruan, lemas, serta pendarahan di organ dalam seperti tembolok dan usus. Ia mengingatkan, kondisi cuaca pancaroba turut meningkatkan risiko penyebaran penyakit unggas karena udara lembap membuat virus mudah berkembang.
“Kebersihan kandang harus dijaga. Jika memungkinkan, lakukan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan secara rutin,” pungkasnya.
Tova Pradana – Sinergia