Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 177
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli.
Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Pedagang memprediksi kenaikan masih akan berlanjut hingga memasuki Ramadan.
Bagus Widiantoro, pedagang setempat, mengungkapkan bahwa pola kenaikan seperti ini selalu terjadi menjelang puasa.
“Setiap tahun menjelang Ramadan, cabai rawit hampir pasti naik. Tahun ini juga sama, harganya sudah mulai merangkak,” ujarnya.
Tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Pembeli mengaku mulai mencermati belanja harian agar pengeluaran tetap terkendali.
“Belanja sekarang harus lebih hati-hati, soalnya beberapa harga sudah naik,” kata Reni, salah satu pembeli di pasar.
Kenaikan harga juga merambat ke komoditas telur ayam. Saat ini telur dijual Rp28 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp26 ribu. Para pedagang menyebut permintaan masyarakat menjelang Ramadan sebagai salah satu faktor. “Biasanya permintaan naik, jadi harga ikut terdorong,” jelas seorang pedagang telur.
Selain itu, beberapa jenis sayuran turut terdampak. Bawang merah kini dilepas Rp40 ribu per kilogram, naik Rp6 ribu dari sebelumnya. Kenaikan paling mencolok terjadi pada daun selada, yang harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara kubis naik dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.
Untuk komoditas protein, daging ayam juga terus merangkak naik. Harga terbaru mencapai Rp39 ribu per kilogram, naik dari Rp37 ribu.
Endang Lestari, pedagang daging ayam, mengaku kenaikan berlangsung hampir setiap hari. “Sekarang naiknya seribu rupiah per hari. Belum tahu kapan stabil. Biasanya terus naik sampai Ramadan,” terangnya.
Pedagang memperkirakan harga daging ayam bisa menembus Rp45 ribu per kilogram mendekati Ramadan. Hal itu seperti mengikuti pola tahunan akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga.(Kusnanto).



- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris

