Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 298
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Besar Ngawi menunjukkan tren kenaikan harga. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Pedagang memprediksi kenaikan masih akan berlanjut hingga memasuki Ramadan.

Bagus Widiantoro, pedagang setempat, mengungkapkan bahwa pola kenaikan seperti ini selalu terjadi menjelang puasa.

“Setiap tahun menjelang Ramadan, cabai rawit hampir pasti naik. Tahun ini juga sama, harganya sudah mulai merangkak,” ujarnya.

Tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Pembeli mengaku mulai mencermati belanja harian agar pengeluaran tetap terkendali.

“Belanja sekarang harus lebih hati-hati, soalnya beberapa harga sudah naik,” kata Reni, salah satu pembeli di pasar.

Kenaikan harga juga merambat ke komoditas telur ayam. Saat ini telur dijual Rp28 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp26 ribu. Para pedagang menyebut permintaan masyarakat menjelang Ramadan sebagai salah satu faktor. “Biasanya permintaan naik, jadi harga ikut terdorong,” jelas seorang pedagang telur.

Selain itu, beberapa jenis sayuran turut terdampak. Bawang merah kini dilepas Rp40 ribu per kilogram, naik Rp6 ribu dari sebelumnya. Kenaikan paling mencolok terjadi pada daun selada, yang harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara kubis naik dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Untuk komoditas protein, daging ayam juga terus merangkak naik. Harga terbaru mencapai Rp39 ribu per kilogram, naik dari Rp37 ribu.

Endang Lestari, pedagang daging ayam, mengaku kenaikan berlangsung hampir setiap hari. “Sekarang naiknya seribu rupiah per hari. Belum tahu kapan stabil. Biasanya terus naik sampai Ramadan,” terangnya.

Pedagang memperkirakan harga daging ayam bisa menembus Rp45 ribu per kilogram mendekati Ramadan. Hal itu seperti mengikuti pola tahunan akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo belum mencapai kuota maksimal meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai. Dari total target 125 siswa, baru 119 anak yang tercatat aktif mengikuti MPLS hari pertama, Jumat (01/08/2025). Menurut Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, beberapa siswa dari jenjang SD dan SMP […]

    Bagikan
  • MK Putuskan Pilkada Magetan PSU di 4 TPS

    MK Putuskan Pilkada Magetan PSU di 4 TPS

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati dan Wakil Bupati Magetan pada Senin (24/2/2025). Hasilnya, Pilkada Magetan dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sidang  Putusan dipimpin oleh Hakim Ketua Suhartoyo, dengan dihadiri oleh Kuasa Hukum Paslon 03 Sujatno – Ida Yuhana Ulfa sebagai […]

    Bagikan
  • SPMB 2025, Pagus Siswa 45 dari 56 SMP Negeri di Ponorogo Tidak Terpenuhi

    SPMB 2025, Pagus Siswa 45 dari 56 SMP Negeri di Ponorogo Tidak Terpenuhi

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Puluhan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Ponorogo mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Hingga penutupan pendaftaran akhir Juni lalu, tercatat masih ada ratusan bangku kosong. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyebutkan dari total 56 SMP Negeri, sebanyak 45 sekolah belum […]

    Bagikan
  • Bupati Wajibkan Pakai Baju Santri Menyambut Hari Santri Nasional 2025

    Bupati Wajibkan Pakai Baju Santri Menyambut Hari Santri Nasional 2025

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengeluarkan surat edaran bernomor 100.3.4.2/KH/11/405.01.2/2025 tentang Pakaian Khusus Menyambut Hari Santri Nasional. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, guru, pedagang, hingga masyarakat umum diwajibkan mengenakan pakaian ala santri selama sembilan hari penuh. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa kebijakan ini […]

    Bagikan
  • PKB Magetan Siapkan Muscab, Penjaringan Calon Pengurus Masih Berlangsung

    PKB Magetan Siapkan Muscab, Penjaringan Calon Pengurus Masih Berlangsung

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang direncanakan berlangsung pada awal April 2026. Agenda ini menjadi momentum penting bagi partai untuk menentukan kepengurusan baru di tingkat kabupaten. Ketua DPC PKB Magetan, Suratno menyampaikan, jika tidak ada perubahan jadwal, Muscab PKB Magetan […]

    Bagikan
  • Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wacana pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai berhembus di Kabupaten Ponorogo. Kebijakan ini dikaji sebagai salah satu upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), namun pemerintah daerah memilih tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, menyampaikan bahwa hingga kini […]

    Bagikan
expand_less