Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 297
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Besar Ngawi menunjukkan tren kenaikan harga. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Pedagang memprediksi kenaikan masih akan berlanjut hingga memasuki Ramadan.

Bagus Widiantoro, pedagang setempat, mengungkapkan bahwa pola kenaikan seperti ini selalu terjadi menjelang puasa.

“Setiap tahun menjelang Ramadan, cabai rawit hampir pasti naik. Tahun ini juga sama, harganya sudah mulai merangkak,” ujarnya.

Tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Pembeli mengaku mulai mencermati belanja harian agar pengeluaran tetap terkendali.

“Belanja sekarang harus lebih hati-hati, soalnya beberapa harga sudah naik,” kata Reni, salah satu pembeli di pasar.

Kenaikan harga juga merambat ke komoditas telur ayam. Saat ini telur dijual Rp28 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp26 ribu. Para pedagang menyebut permintaan masyarakat menjelang Ramadan sebagai salah satu faktor. “Biasanya permintaan naik, jadi harga ikut terdorong,” jelas seorang pedagang telur.

Selain itu, beberapa jenis sayuran turut terdampak. Bawang merah kini dilepas Rp40 ribu per kilogram, naik Rp6 ribu dari sebelumnya. Kenaikan paling mencolok terjadi pada daun selada, yang harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara kubis naik dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Untuk komoditas protein, daging ayam juga terus merangkak naik. Harga terbaru mencapai Rp39 ribu per kilogram, naik dari Rp37 ribu.

Endang Lestari, pedagang daging ayam, mengaku kenaikan berlangsung hampir setiap hari. “Sekarang naiknya seribu rupiah per hari. Belum tahu kapan stabil. Biasanya terus naik sampai Ramadan,” terangnya.

Pedagang memperkirakan harga daging ayam bisa menembus Rp45 ribu per kilogram mendekati Ramadan. Hal itu seperti mengikuti pola tahunan akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Sementara PSU Pilkada Magetan, Sujatno – Ida Tempel Ketat Nanik – Suyatni

    Hasil Sementara PSU Pilkada Magetan, Sujatno – Ida Tempel Ketat Nanik – Suyatni

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Proses Pemilihan Suara Ulang (PSU) telah merampungkan penghitungan suara. Berdasarkan data perolehan suara di TPS 009, Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, Paslon Nomor Urut 3, Sujatno – Ida Yuhana Ulfa memperoleh 415 suara, unggul atas Paslon Nomor Urut 1, Nanik Endang Rusminiarti – Suyatni Priasmoro yang meraih 79 suara. Sementara, Paslon […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Komitmen Nol Stunting di Setiap Kelurahan

    Pemkot Madiun Komitmen Nol Stunting di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting. Kamis (25/09/2025), digelar rapat koordinasi (rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kecamatan Manguharjo yang dihadiri seluruh lurah se-Kota Madiun dan Tim Penggerak PKK. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pemerintah serius menargetkan angka stunting di wilayahnya segera tuntas. Saat […]

    Bagikan
  • Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Beredel Kabel Fiber Yang Menggantung di APJ

    Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun Beredel Kabel Fiber Yang Menggantung di APJ

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Penertiban kabel fiber optik sambungan telekomunikasi di tiga ruas jalan terpaksa ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Rabu (12/2/2025). Kabel-kabel yang ditertibkan merupakan kabel sambungan telekomunikasi tak berizin yang memanfaatkan tiang alat penerangan jalan (APJ) KPBU.  Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Madiun, Rena Meta Wardhani mengatakan, temuan kabel […]

    Bagikan
  • 565 JCH Ponorogo Siap Berangkat, 20 Persen Lansia dan Risti

    565 JCH Ponorogo Siap Berangkat, 20 Persen Lansia dan Risti

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 565 jemaah calon haji (JCH) asal Ponorogo dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026. Dari total tersebut, sekitar 20 persen di antaranya masuk kategori berisiko tinggi (risti) karena faktor usia lanjut maupun kondisi kesehatan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, Marjuni, menyampaikan bahwa seluruh […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Kebonagung Madiun Serbu Pasar Murah, Cabai dan Minyak Goreng Jadi Incaran

    Ratusan Warga Kebonagung Madiun Serbu Pasar Murah, Cabai dan Minyak Goreng Jadi Incaran

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mengadakan pasar murah di sejumlah titik. Hal ini seiring masih tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran. Apalagi saat ini bahan pokok menjadi kebutuhan utama masyarakat disaat momen Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. Seperti yang terpantau di Desa Kebonagung Kecamatan Balerejo pada Kamis […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

    Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah tanaman padi milik petani di Ponorogo mengalami penyakit yang dikenal dengan istilah ‘asem-aseman’. Gejala awal penyakit ini terlihat dari daun padi yang menguning kemerahan, dimulai dari ujung, menjalar ke pangkal, hingga akhirnya mengering dan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi hasil panen bahkan berpotensi menyebabkan gagal […]

    Bagikan
expand_less