Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe di Kota Madiun Kurangi Kapasitas Produksi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produsen tempe di Kota Madiun kurangi produksi akibat harga kedelai impor naik, (6/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Melambungnya harga kedelai impor di pasaran mulai berdampak signifikan terhadap sektor industri rumah tangga pembuatan tempe di Kota Madiun. Salah satu produsen tempe di Kelurahan Kelun, Jarwanto, mengungkapkan bahwa harga bahan baku kedelai impor saat ini telah menyentuh angka Rp10.800 per kilogram, atau mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam kurun waktu hampir satu bulan terakhir dengan rentang kenaikan Rp100 hingga Rp150 per setiap kali kiriman. Gejolak harga ini diduga dipicu oleh kondisi geopolitik global, termasuk ketegangan di wilayah Amerika dan konflik di Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

Menyikapi biaya operasional yang membengkak, Jarwanto terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan memangkas jumlah produksi. Jika biasanya ia mampu mengolah hingga 180 kilogram kedelai per hari, kini kapasitas produksinya turun menjadi hanya 100 kilogram atau satu kuintal saja per hari.

“Kalau pengurangan produksi ada. Yang dulunya 180 kilogram, sekarang cuma satu kuintal. Jadi penurunannya 80 kilo. Itu produksi per hari segitu,” ujar Jarwanto saat ditemui di rumah produksinya di Jalan Jenggolo Sari, Kelurahan Kelun Rabu (6/5/2026).

Kondisi itu juga diperparah dengan melonjaknya harga plastik pembungkus yang naik dua kali lipat menjadi Rp50.000 per kilogram. Meski begitu, Jarwanto memilih untuk tidak menaikkan harga jual tempe di tingkat konsumen. Saat ini, ia masih menjual tempe dengan varian harga Rp2.500 hingga Rp4.000 per biji tergantung ukuran. Namun, dampaknya margin keuntungan yang didapat kini semakin menipis.

“Untuk selama ini kita (harga) standar saja. Untungnya yang makin tipis, ada pengurangan untung selama ini,” tambahnya.

Jika harga kedelai impor terus naik, dirinya tidak menutup kemungkinan terpaksa menaikkan harga jual tempe. Jarwanto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para perajin tempe lokal.

“Kalau naik terus mungkin ya harus menaikan harga jual tempe. Harapannya mungkin ada perhatian dari pemerintah. Dari tambahan modal atau subsidi alat produksi seperti mesin gilingan dan gentong untuk keberlangsungan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun mencatat kenaikan harga kedelai impor dalam satu hingga dua bulan terakhir. Saat ini, harga kedelai impor berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara kedelai lokal sekitar Rp11.000 per kilogram.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun, Siti Nurjanah, mengatakan kenaikan tersebut terutama terjadi pada kedelai impor yang banyak digunakan oleh produsen tempe. Sebelumnya, harga kedelai masih berada di kisaran Rp12.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), namun kini mulai mengalami kenaikan di sejumlah wilayah.

“Kalau harga kedelai impor saat ini sekitar Rp13.000 per kilogram, sedangkan yang lokal Rp11.000. Memang sebelumnya sempat di Rp12.000 sesuai HET, tapi dalam satu hingga dua bulan terakhir ada kenaikan,” ujar Siti.

Ia menyebut, kedelai impor dinilai lebih diminati pelaku usaha karena menghasilkan tempe dengan kualitas lebih baik. Disdag Kota Madiun memastikan terus melakukan pemantauan harga secara rutin melalui pencatatan harian di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga serta mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi.

“Kami melakukan pencatatan harga setiap hari. Jadi kalau ada kenaikan, bisa segera kami ketahui dan ditindaklanjuti,” tegasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Madiun Buka Kejuaraan Tarkam, Empat Cabor Siap Dipertandingkan

    Wakil Wali Kota Madiun Buka Kejuaraan Tarkam, Empat Cabor Siap Dipertandingkan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka Kejuaraan Tarkam 2025 di Kota Madiun. Acara pembukaan berlangsung meriah di GOR Wilis, Jumat (21/11/2025), dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama Ketua DPRD Kota Madiun. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian kejuaraan tingkat kota […]

    Bagikan
  • SPPG Patihan Karangrejo Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Gizi di Magetan

    SPPG Patihan Karangrejo Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Gizi di Magetan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Terbaru, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali diresmikan, yakni SPPG Patihan Karangrejo yang dikelola Yayasan Inovasi Pemuda Mandiri. Dengan penambahan ini, total SPPG yang telah beroperasi di Magetan kini mencapai 63 unit. Kehadiran SPPG baru tersebut juga menambah jumlah layanan di […]

    Bagikan
  • Konflik Internal PKB Kian Memanas, Ketua DPRD Magetan Dilaporkan ke Dua Aparat Penegak Hukum

    Konflik Internal PKB Kian Memanas, Ketua DPRD Magetan Dilaporkan ke Dua Aparat Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketegangan mengenai proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di tubuh Fraksi PKB Magetan terus meningkat. Polemik internal yang awalnya dipandang sebagai persoalan administratif kini berubah menjadi perkara hukum serius. Hal itu setelah Ketua DPRD Magetan dilaporkan ke dua lembaga penegak hukum sekaligus. Pada Senin (24/11/2025), Ketua LBH Parade Keadilan, Sumadi kembali mengambil […]

    Bagikan
  • Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekurangan tenaga pendidik menjadi sorotan serius di tengah ambisi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tak terkecuali di Kota Madiun. Pemerintah Kota (Pemkot) mencatat sedikitnya 138 guru masih kurang, terutama di jenjang SD dan SMP yang dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Beri Reward 17 Personel Satreskrim dan Satresnarkoba

    Polres Madiun Kota Beri Reward 17 Personel Satreskrim dan Satresnarkoba

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota memberikan penghargaan kepada 17 personel yang dinilai berprestasi dalam bidang penegakan hukum. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka dalam mengungkap sejumlah kasus yang meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian brankas yang sempat viral di media sosial. Kapolres Madiun Kota, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Dukung Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Sesuai Instruksi Presiden

    Pemkab Madiun Dukung Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Sesuai Instruksi Presiden

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinegia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sosialisasi Koperasi Merah Putih yang di gelar pada, Rabu (30/04/2025) di Pendopo Muda Graha. Pemkab Madiun juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang ditandatangani dan mulai berlaku pada 27 Maret 2025. Program ini menjadi […]

    Bagikan
expand_less