Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe di Kota Madiun Kurangi Kapasitas Produksi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produsen tempe di Kota Madiun kurangi produksi akibat harga kedelai impor naik, (6/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Melambungnya harga kedelai impor di pasaran mulai berdampak signifikan terhadap sektor industri rumah tangga pembuatan tempe di Kota Madiun. Salah satu produsen tempe di Kelurahan Kelun, Jarwanto, mengungkapkan bahwa harga bahan baku kedelai impor saat ini telah menyentuh angka Rp10.800 per kilogram, atau mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam kurun waktu hampir satu bulan terakhir dengan rentang kenaikan Rp100 hingga Rp150 per setiap kali kiriman. Gejolak harga ini diduga dipicu oleh kondisi geopolitik global, termasuk ketegangan di wilayah Amerika dan konflik di Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

Menyikapi biaya operasional yang membengkak, Jarwanto terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan memangkas jumlah produksi. Jika biasanya ia mampu mengolah hingga 180 kilogram kedelai per hari, kini kapasitas produksinya turun menjadi hanya 100 kilogram atau satu kuintal saja per hari.

“Kalau pengurangan produksi ada. Yang dulunya 180 kilogram, sekarang cuma satu kuintal. Jadi penurunannya 80 kilo. Itu produksi per hari segitu,” ujar Jarwanto saat ditemui di rumah produksinya di Jalan Jenggolo Sari, Kelurahan Kelun Rabu (6/5/2026).

Kondisi itu juga diperparah dengan melonjaknya harga plastik pembungkus yang naik dua kali lipat menjadi Rp50.000 per kilogram. Meski begitu, Jarwanto memilih untuk tidak menaikkan harga jual tempe di tingkat konsumen. Saat ini, ia masih menjual tempe dengan varian harga Rp2.500 hingga Rp4.000 per biji tergantung ukuran. Namun, dampaknya margin keuntungan yang didapat kini semakin menipis.

“Untuk selama ini kita (harga) standar saja. Untungnya yang makin tipis, ada pengurangan untung selama ini,” tambahnya.

Jika harga kedelai impor terus naik, dirinya tidak menutup kemungkinan terpaksa menaikkan harga jual tempe. Jarwanto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para perajin tempe lokal.

“Kalau naik terus mungkin ya harus menaikan harga jual tempe. Harapannya mungkin ada perhatian dari pemerintah. Dari tambahan modal atau subsidi alat produksi seperti mesin gilingan dan gentong untuk keberlangsungan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun mencatat kenaikan harga kedelai impor dalam satu hingga dua bulan terakhir. Saat ini, harga kedelai impor berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sementara kedelai lokal sekitar Rp11.000 per kilogram.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun, Siti Nurjanah, mengatakan kenaikan tersebut terutama terjadi pada kedelai impor yang banyak digunakan oleh produsen tempe. Sebelumnya, harga kedelai masih berada di kisaran Rp12.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), namun kini mulai mengalami kenaikan di sejumlah wilayah.

“Kalau harga kedelai impor saat ini sekitar Rp13.000 per kilogram, sedangkan yang lokal Rp11.000. Memang sebelumnya sempat di Rp12.000 sesuai HET, tapi dalam satu hingga dua bulan terakhir ada kenaikan,” ujar Siti.

Ia menyebut, kedelai impor dinilai lebih diminati pelaku usaha karena menghasilkan tempe dengan kualitas lebih baik. Disdag Kota Madiun memastikan terus melakukan pemantauan harga secara rutin melalui pencatatan harian di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga serta mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi.

“Kami melakukan pencatatan harga setiap hari. Jadi kalau ada kenaikan, bisa segera kami ketahui dan ditindaklanjuti,” tegasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG photo_camera 3

    Puluhan Santri di Ngawi Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak 67 santri Madrasah Ibtidaiyah di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Mereka mengeluhkan mual, muntah, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan sehari sebelumnya. Data Dinas Kesehatan mencatat, 36 santri […]

    Bagikan
  • Sepasang Sejoli Kepergok Bemesraan di Seputaran Masjid Quba

    Sepasang Sejoli Kepergok Bemesraan di Seputaran Masjid Quba

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Satpol PP Kabupaten Madiun mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga melakukan perbuatan asusila di kawasan Masjid Quba, kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, Senin (08/09/2025) pagi. Salah satu dari mereka diketahui masih berstatus pelajar. Video amatir saat keduanya diamankan petugas pun ramai jadi perbincangan di media sosial. Kejadian bermula sekitar […]

    Bagikan
  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
  • Pemkot dan DPRD Kota Madiun Siapkan Regulasi Lindungi Warga dari Rentenir

    Pemkot dan DPRD Kota Madiun Siapkan Regulasi Lindungi Warga dari Rentenir

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya melindungi masyarakat dari jeratan utang berbunga tinggi kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota dan DPRD Kota Madiun. Hal itu masuk dalam pembahasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Madiun tahun 2026. DPRD Kota Madiun mengusulkan 4 Raperda Inisiatif, salah satunya Raperda tentang Perlindungan Masyarakat dari Rentenir. Ketua DPRD Kota […]

    Bagikan
  • Ops Keselamatan Semeru 2025, Tingkatkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas

    Ops Keselamatan Semeru 2025, Tingkatkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Operasi keselamatan semeru tahun 2025 dilaksanakan di jalan Jawa, Kota Madiun, pada Kamis (14/2/2025). Operasi ini melibatkan Satlantas Polres Madiun, Jasa Raharja, dan Bapenda Kota Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk menertibkan kendaraan yang melanggar aturan, khususnya kendaraan dengan pajak mati, penggunaan knalpot brong, serta pengendara yang tidak memiliki Surat Izin […]

    Bagikan
  • Bapenda Kabupaten Madiun Bakal Hadirkan Inovasi Pembayaran PBB-P2 Lewat QRIS 

    Bapenda Kabupaten Madiun Bakal Hadirkan Inovasi Pembayaran PBB-P2 Lewat QRIS 

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik, khususnya dalam kemudahan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Salah satu terobosan terbaru adalah integrasi sistem pembayaran pajak menggunakan metode digital QRIS yang memungkinkan pencetakan mandiri oleh wajib pajak. Kanal pembayaran PBB-P2 melalui sistem QRIS  […]

    Bagikan
expand_less