Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Besar Kota Madiun Merangkak Naik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Madiun (PBM) mulai menunjukkan tren kenaikan. Sejumlah komoditas seperti tomat, bawang, dan cabai mengalami penyesuaian harga dalam sepekan terakhir. Sebagian pedagang menilai kenaikan tersebut masih tergolong wajar.
Seno, salah satu pedagang sayur di Pasar Besar Kota Madiun, mengungkapkan harga tomat saat ini berkisar Rp. 5.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp. 4.000. “Naiknya cuma sedikit. Harga tomat sekarang masih tergolong murah karena kalau sedang mahal bisa sampai Rp. 25.000 per kilo,” ujarnya Kamis (09/10/2025).
Ia menambahkan, stok tomat masih tersedia, namun jumlah pasokannya tidak sebanyak biasanya. “Sekarang pasokan lancar tapi sedikit. Sehari saya bisa jual sekitar 20 sampai 25 kilogram. Beberapa hari kemarin sempat turun sampai Rp. 3.000, tapi itu cuma sebentar, dua hari saja,” lanjutnya.
Menurut Seno, kenaikan harga dipengaruhi oleh hasil panen yang mulai berkurang. “Faktornya karena panen lagi banyak, jadi harga sempat turun. Tapi sebentar lagi kemungkinan akan naik,” jelasnya.
Selain tomat, sejumlah bumbu dapur juga mulai merangkak naik seperti bawang merah dari Rp. 30.000 jadi Rp. 40.000 per kilo. Bawang putih dari Rp. 30.000 naik ke Rp. 35.000. Cabai rawit dari Rp. 30.000 sekarang Rp. 40.000. Cabai tampar dari Rp. 50.000 jadi Rp. 60.000, dan cabai merah dari Rp. 40.000 naik ke Rp. 55.000.
Meski begitu, ia menilai harga-harga tersebut belum tergolong tinggi. “Cabai rawit Rp. 40.000 itu belum mahal, kadang bisa sampai Rp100.000 per kilo. Jadi masih wajar. Tapi kalau akhir tahun, bisa saja naik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Purwaning, pedagang ayam potong di pasar yang sama, menyebut harga daging ayam sempat naik hingga Rp. 38.000 per kilogram beberapa waktu lalu, namun kini mulai turun. “Sekarang sudah turun jadi Rp. 35.000 sampai Rp. 36.000 per kilo. Waktu harga naik, daya beli memang menurun. Tapi sekarang Alhamdulillah pembeli sudah mulai ramai lagi,” tuturnya.
Ia memperkirakan kenaikan harga ayam sebelumnya dipengaruhi oleh naiknya harga pakan. “Kemungkinan karena pakan yang naik, jadi harga ayam ikut terdorong. Sekarang sudah agak stabil, semoga bisa bertahan,” ujarnya menambahkan.
Dengan kondisi ini, para pedagang berharap harga bahan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto

