Hujan Deras Picu Banjir di Magetan, Tanggul Jebol hingga Jalan Rusak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026) sore, memicu banjir di sejumlah titik. Air meluap ke permukiman warga hingga ruas jalan utama, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan arus lalu lintas.
Salah satu kejadian paling parah terjadi di Jalan Raya Magetan–Sarangan, tepatnya di depan SMA Negeri 3 Magetan, Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo. Tanggul talut di lokasi tersebut jebol setelah tidak mampu menahan derasnya aliran air. Akibatnya, air meluap ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
Banjir juga menerjang sebuah tenda hajatan pernikahan warga di Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo. Sejumlah kursi dan meja tamu terseret arus. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih tiga jam, sehingga air dari area persawahan meluap ke jalan dan permukiman.
Di wilayah perkotaan, banjir merendam kawasan Jalan Patimura, Kelurahan Selosari, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter hingga masuk ke dalam rumah warga. Sementara di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Sukowinangun, banjir tidak hanya merendam, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan panti, serta mengelupas aspal jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.
Seorang warga, Monika, mengaku banjir datang tiba-tiba disertai suara gemuruh. Ia menyebut kerusakan jalan hingga genangan air di sejumlah fasilitas umum sudah sering dilaporkan, namun belum mendapat penanganan.
“Waktu hujan deras terdengar suara gemuruh, banjir merusak aspal dan menggenangi sekolah, panti, serta masjid. Kami sudah berkali-kali melapor, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya.
Warga lainnya, Suyoto, langsung mengambil tindakan cepat untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar. Ia mematikan aliran listrik di masjid dan mengevakuasi barang-barang.
“Saya langsung mematikan listrik di masjid dan mengamankan barang-barang di dalam,” katanya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Ninu Pratikta, menjelaskan banjir disebabkan intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan tanggul jebol serta merendam sejumlah kawasan permukiman.
“Dampaknya cukup luas, mulai dari jebolnya tanggul di depan SMA Negeri 3 hingga genangan di wilayah kota,” jelasnya.
Meski banjir mulai surut sekitar tiga jam setelah hujan reda, petugas masih berjaga di sejumlah titik rawan, khususnya di Jalan Mayjen Sungkono yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kapolsek Magetan, AKP Ika Wardani, menyatakan pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.
“Arus lalu lintas kami alihkan karena kondisi jalan rusak dan aspal mengelupas,” ujarnya.
Pengalihan arus dilakukan dari arah Kota Magetan menuju Terminal Magetan, serta sebaliknya, melalui Jalan Mayjen Sukowati. Sementara itu, petugas BPBD masih melakukan pendataan terhadap rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






