Berita Terkini
Trending Tags

Internet Anak di Magetan Segera Dibatasi? Pemkab Sedang Finalisasi Aturan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 162
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan siapkan regulasi pembatasan akses internet, (27/02/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah menyiapkan formulasi kebijakan pembatasan akses internet bagi anak di tingkat daerah. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan nasional terkait perlindungan pengguna muda serta peningkatan kualitas SDM di era digital. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, usai mengikuti pertemuan di Graha Adi bersama gubernur, pejabat provinsi, dan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi).

Cahaya menjelaskan, beberapa negara seperti di kawasan Eropa dan Australia telah menerapkan batasan akses internet untuk anak hingga usia tertentu, misalnya 16 tahun. Model pembatasan serupa sedang dikaji pemerintah sebagai langkah mitigasi risiko penggunaan internet yang tidak bijak.

“Banyak kasus yang timbul akibat akses internet tanpa kontrol. Mulai judi online, paparan pornografi, sampai perilaku negatif di media sosial. Pembatasan bukan untuk membatasi ruang gerak anak, tapi melindungi perkembangan mereka agar tetap sehat,” ujarnya.

Diskominfo menegaskan bahwa pembatasan ini harus tetap sejalan dengan kebutuhan pembelajaran digital yang kini sudah menjadi bagian dari kurikulum. Mulai pengerjaan LKS berbasis barcode, penggunaan teknologi informasi dalam kelas, hingga fitur-fitur belajar interaktif hasil kolaborasi Kemenag dan relawan TIK. Bahkan beberapa guru telah mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis game agar kegiatan belajar lebih menarik dan tidak monoton.

Image Not Found
Kepala Diskominfo Magetan berharap teknologi digunakan sesuai keperuntukannya, (27/02/2026), Foto : Kusnanto

“Ke depan, kami juga ingin mendorong pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran. Intinya, teknologi digunakan sesuai peruntukannya,” jelas Cahaya.

Di sisi lain, sejumlah sekolah telah mulai menerapkan sistem pengumpulan ponsel ketika jam belajar. Akses komunikasi darurat tetap dibuka, namun penggunaan internet diatur agar tidak mengganggu proses belajar. Konsep-konsep pengendalian ini masih terus dirumuskan.

“Ibu Bupati menghendaki agar kebijakan ini bisa diterapkan sesuai kebutuhan lokal Magetan. Bagaimana teknologi tetap bisa dimanfaatkan, tetapi akses negatifnya harus ditekan. Ini masih terus dibahas,” tambahnya.

Cahaya menegaskan bahwa hasil rapat dan usulan kebijakan akan segera dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk kemudian difinalisasi menjadi keputusan resmi. “Kita tunggu keputusannya setelah laporan disampaikan. Prinsipnya, perlindungan anak dan kualitas pendidikan tetap menjadi acuan utama,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah maraknya isu peredaran beras premium oplosan, CV Martindo Rice Indonesia memutuskan menghentikan sementara produksi beras merek Bulan Emas, Palur, dan Palur Ping. Kebijakan ini berlaku sejak 4 Agustus 2025 dan belum ditentukan batas waktunya. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh konsumen dan distributor. […]

    Bagikan
  • Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendadak heboh, Selasa (4/11/2025) pagi. Seorang pria ditemukan meninggal dunia secara tiba-tiba di teras sebuah bengkel motor. Korban diketahui bernama Sukardi (60), warga Desa Grabahan, Kecamatan Karangrejo. Ia sempat datang ke Bengkel Aldo Motor sekitar pukul 09.15 WIB untuk mengganti oli sekaligus melakukan […]

    Bagikan
  • Kasus Kekerasan SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, 10 Siswa Terlibat Pemukulan, Kepala Sekolah Minta Maaf

    Kasus Kekerasan SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, 10 Siswa Terlibat Pemukulan, Kepala Sekolah Minta Maaf

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pihak SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Madiun buka suara terkait dugaan kekerasan yang menimpa salah satu siswanya. Kepala SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Madiun, Agus Supriyono, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan terjadinya insiden yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Dari pemeriksaan internal, terdapat 10 siswa […]

    Bagikan
  • Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lonjakan harga minyak goreng yang diiringi kelangkaan pasokan di pasaran memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, para pelaku UMKM akhirnya menyesuaikan harga jual produk, meski konsekuensinya berisiko ditinggalkan pelanggan. Kondisi ini terlihat di sentra keripik tempe Desa […]

    Bagikan
  • Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi […]

    Bagikan
  • Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca tidak menentu pada musim kemarau basah 2025 berdampak langsung pada kualitas tembakau di Kabupaten Madiun. Kondisi ini membuat harga jual tembakau rajangan milik petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, turun dari kisaran Rp. 48 ribu menjadi sekitar Rp. 45 ribu per kilogram. Suprawito, salah satu petani setempat, menyebut tembakau […]

    Bagikan
expand_less