Berita Terkini
Trending Tags

Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 225
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Arus Banjir di wilayah Ngariboyo menutup akses jalan. Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas.

Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah lapak pedagang takjil di tepi jalan dilaporkan terdampak dan sebagian dibongkar akibat derasnya arus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang akrab disapa Kang Suyat, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk melakukan peninjauan dan mencari penyebab utama terjadinya luapan air.

Dari hasil pemantauan sementara, ditemukan bahwa saluran drainase di sekitar lokasi berukuran relatif kecil dan tidak sebanding dengan volume air saat hujan deras turun. Selain itu, terdapat sedimen yang mengendap sehingga mempersempit aliran air.

“Hari ini kami turun untuk mencari penyebabnya terlebih dahulu. Setelah diketahui sumber masalahnya, penanganan bisa dilakukan secara tepat. Di beberapa titik, seperti di kawasan Jalan Diponegoro dan Selosari, ditemukan adanya sedimen yang meninggi sehingga aliran air tidak lancar. Ini yang akan segera kami atasi,” ujar Kang Suyat, Rabu (4/3/2026).

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro melakukan peninjauan dan mencari penyebab utama terjadinya luapan air. Foto : Jepretan Layar

Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat saluran. Aliran air yang terhambat akhirnya meluap ke permukaan jalan. Menurutnya, selain persoalan teknis infrastruktur, perilaku membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor utama yang memicu banjir lokal tersebut.

Suyatni menjelaskan, dalam jangka pendek, luapan air jelas mengganggu kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara dalam jangka menengah, genangan berulang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Kalau jalan cepat rusak, anggaran daerah akan tersedot untuk perbaikan. Padahal dana tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan. Umur jalan yang pendek berarti biaya perawatan makin besar,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa persoalan drainase bukan semata tanggung jawab pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar saluran air tetap berfungsi optimal.

Pemerintah Kabupaten Magetan berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, termasuk normalisasi saluran dan pembersihan secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air saat intensitas hujan tinggi.

Suyatni juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Warga diimbau tidak lagi membuang sampah ke saluran air, termasuk menyapu sampah ke dalam lubang drainase di tepi jalan.

“Drainase harus fungsional. Jangan lagi ada yang membuang sampah ke saluran air. Kalau ada kotoran di depan rumah, sebaiknya dibersihkan sendiri tanpa harus menunggu petugas datang. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3 juta per RT yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan persoalan lingkungan, termasuk perbaikan dan normalisasi drainase di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen segera melakukan perbaikan pada titik-titik drainase yang mengalami sedimentasi serta meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait agar persoalan irigasi dan saluran air mendapat perhatian lebih serius, guna mencegah banjir besar kembali terjadi di Magetan.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepeda Angin Jadi Daya Tarik Baru di Telaga Ngebel Ponorogo

    Sepeda Angin Jadi Daya Tarik Baru di Telaga Ngebel Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wisata Telaga Ngebel terus berbenah menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Kini, selain menikmati keindahan telaga dan udara sejuk pegunungan, wisatawan juga bisa berkeliling kawasan wisata menggunakan sepeda angin. Wahana baru ini mulai beroperasi sekitar sebulan terakhir dan langsung menarik perhatian wisatawan. Dengan tarif sewa Rp. 20 ribu per jam, pengunjung bisa […]

    Bagikan
  • Pintu Belakang Tersangkut Tiang, Mobil Boks Pengantar MBG di Magetan Terguling

    Pintu Belakang Tersangkut Tiang, Mobil Boks Pengantar MBG di Magetan Terguling

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Mobil Suzuki APV yang digunakan untuk mendistribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kecelakaan di Jalan Lembeyan–Krowe, tepatnya di Dukuh Kajar, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kecelakaan bermula ketika Suzuki APV yang dikemudikan Wasit (44), warga Desa Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, melaju […]

    Bagikan
  • Pasar Hewan Jetis Ditutup, Pedagang Kebingungan

    Pasar Hewan Jetis Ditutup, Pedagang Kebingungan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Penutupan Pasar Hewan Jetis di Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, Ponorogo, resmi diberlakukan sejak 8 Januari 2025. Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, sejumlah pedagang sapi mengaku kebingungan karena tidak mengetahui adanya penutupan tersebut. “Saya tidak tahu kalau pasar ini ditutup. Terpaksa sapi saya bawa […]

    Bagikan
  • PCNU Magetan Gelar Upacara 1000 Santri, Respon Pemberitaan Trans7 

    PCNU Magetan Gelar Upacara 1000 Santri, Respon Pemberitaan Trans7 

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 di Kabupaten Magetan berlangsung khidmat dan penuh sarat makna. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan memilih menggelar Upacara 1000 Santri di Pondok Pesantren Roudhatul Huda, Desa Kedung Panji, Kecamatan Lembeyan. Hal ini sebagai simbol solidaritas dan kepedulian terhadap berbagai […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ungkap 11 Tersangka Narkoba, Ironis Anak di Bawah Umur Terlibat

    Polres Magetan Ungkap 11 Tersangka Narkoba, Ironis Anak di Bawah Umur Terlibat

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan berhasil mengungkap 7 perkara tindak pidana narkotika selama pertengahan Mei hingga Juni 2025. Dalam kurun waktu tersebut, total 11 orang tersangka berhasil diamankan, termasuk seorang anak di bawah umur. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa 10 orang tersangka merupakan usia dewasa, […]

    Bagikan
  • Dua Terduga Maling Motor Babak Belur Dihakimi Massa usai Gagal Curi Motor

    Dua Terduga Maling Motor Babak Belur Dihakimi Massa usai Gagal Curi Motor

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor di Desa Simo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, babak belur setelah diamuk massa, Jumat (17/7/2026). Keduanya gagal membawa kabur motor milik warga karena aksinya lebih dulu dipergoki hingga dikejar warga. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Target pelaku adalah sepeda motor […]

    Bagikan
expand_less