Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Arus Banjir di wilayah Ngariboyo menutup akses jalan. Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas.

Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah lapak pedagang takjil di tepi jalan dilaporkan terdampak dan sebagian dibongkar akibat derasnya arus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang akrab disapa Kang Suyat, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk melakukan peninjauan dan mencari penyebab utama terjadinya luapan air.

Dari hasil pemantauan sementara, ditemukan bahwa saluran drainase di sekitar lokasi berukuran relatif kecil dan tidak sebanding dengan volume air saat hujan deras turun. Selain itu, terdapat sedimen yang mengendap sehingga mempersempit aliran air.

“Hari ini kami turun untuk mencari penyebabnya terlebih dahulu. Setelah diketahui sumber masalahnya, penanganan bisa dilakukan secara tepat. Di beberapa titik, seperti di kawasan Jalan Diponegoro dan Selosari, ditemukan adanya sedimen yang meninggi sehingga aliran air tidak lancar. Ini yang akan segera kami atasi,” ujar Kang Suyat, Rabu (4/3/2026).

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro melakukan peninjauan dan mencari penyebab utama terjadinya luapan air. Foto : Jepretan Layar

Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat saluran. Aliran air yang terhambat akhirnya meluap ke permukaan jalan. Menurutnya, selain persoalan teknis infrastruktur, perilaku membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor utama yang memicu banjir lokal tersebut.

Suyatni menjelaskan, dalam jangka pendek, luapan air jelas mengganggu kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara dalam jangka menengah, genangan berulang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Kalau jalan cepat rusak, anggaran daerah akan tersedot untuk perbaikan. Padahal dana tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan. Umur jalan yang pendek berarti biaya perawatan makin besar,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa persoalan drainase bukan semata tanggung jawab pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar saluran air tetap berfungsi optimal.

Pemerintah Kabupaten Magetan berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, termasuk normalisasi saluran dan pembersihan secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air saat intensitas hujan tinggi.

Suyatni juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Warga diimbau tidak lagi membuang sampah ke saluran air, termasuk menyapu sampah ke dalam lubang drainase di tepi jalan.

“Drainase harus fungsional. Jangan lagi ada yang membuang sampah ke saluran air. Kalau ada kotoran di depan rumah, sebaiknya dibersihkan sendiri tanpa harus menunggu petugas datang. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3 juta per RT yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan persoalan lingkungan, termasuk perbaikan dan normalisasi drainase di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen segera melakukan perbaikan pada titik-titik drainase yang mengalami sedimentasi serta meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait agar persoalan irigasi dan saluran air mendapat perhatian lebih serius, guna mencegah banjir besar kembali terjadi di Magetan.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Misteri hilangnya Femas Yani Arianto (22), warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih belum menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menyimpulkan motif di balik hilangnya pemuda tersebut, termasuk dugaan bahwa ia sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal. Kepala Bidang Penempatan dan […]

    Bagikan
  • Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian program pengentasan kawasan kumuh dari Pemerintah Pusat pada tahun depan dengan pagu Rp. 58 miliar. “Ketika finalisasi pembahasan APBD kemarin, kita mendapat kabar bahwa ada kegiatan dari pemerintah pusat yang […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue, 100 Relawan Destana Dilatih Evakuasi Korban di Perairan

    BPBD Kota Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue, 100 Relawan Destana Dilatih Evakuasi Korban di Perairan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Water Rescue selama dua hari, 23-24 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 relawan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana (Destana) dari seluruh wilayah Kota Madiun. Pelatihan menggandeng tim SAR Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) dan BPBD Kota Madiun sebagai pemateri. […]

    Bagikan
  • Sidak Takjil di Bantaran Madiun, Dinkes Jatim Uji 10 Sampel Makanan dan Temukan Penjualan Ciki Bull photo_camera 2

    Sidak Takjil di Bantaran Madiun, Dinkes Jatim Uji 10 Sampel Makanan dan Temukan Penjualan Ciki Bull

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan dan minuman takjil di kawasan Taman Bantaran, Kota Madiun, Minggu (9/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan. Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawati, mengatakan […]

    Bagikan
  • Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojek online (Ojol) Madiun Raya turut berduka atas wafatnya Affan Kurniawan, salah satu pengemudi ojol yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) lalu. Sebagai bentuk solidaritas, ratusan pengemudi ojol menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun, Jumat (29/08/2025) […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Merajut Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar

    PSHT Pusat Madiun Merajut Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 melalui kegiatan pengajian bertema Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar di Graha Krida Budaya, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati sejumlah momentum sekaligus, yakni peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, HUT ke-104 PSHT, […]

    Bagikan
expand_less