Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan di Ngawi, Rumah Rusak hingga Tenda Pasar Malam Porak-Poranda
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai hujan es dan angin kencang menerjang sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) sore. Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak, pohon tumbang, hingga tenda hajatan dan pasar malam porak-poranda.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.39 WIB. Rekaman video yang beredar memperlihatkan derasnya hujan dan kencangnya embusan angin saat menerjang wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan. Terjangan angin begitu kuat hingga membuat genting rumah warga berjatuhan.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah warga tampak panik menghadapi cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba. Hujan di wilayah itu juga disertai butiran es.
Dampak serupa terjadi di Desa Gandri, Kecamatan Pangkur. Angin kencang merusak tenda hajatan milik warga. Tak hanya itu, sebuah rumah warga, tepatnya di bagian dapur, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang.
Sementara itu, sejumlah pohon tumbang dilaporkan terjadi di kawasan perkotaan Ngawi. Pohon-pohon yang melintang di jalan sempat mengganggu akses dan aktivitas masyarakat. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi diterjunkan untuk melakukan pembersihan.
Kerusakan juga terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati. Kencangnya angin menerbangkan atap rumah warga hingga terbawa ke area persawahan.

Di Kecamatan Pangkur, terjangan angin turut memorak-porandakan tenda pasar malam yang berada di lapangan desa. Sejumlah barang dagangan berserakan setelah tenda dan perlengkapan di lokasi tersebut diterjang angin.
Joko Suyanto, salah seorang pedagang di pinggir jalan, menuturkan angin bertiup kencang dan menerjang kawasan tempatnya beraktivitas. Sejumlah pohon juga tumbang akibat kejadian tersebut.
“Angin datang ke sana kemari, terus menerjang warung. Banyak pohon tumbang,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yudha Putra, mengatakan hujan lebat yang disertai hujan es dan angin kencang terjadi pada Kamis sore. Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di empat kecamatan.
“Sore terjadi hujan lebat disertai es dan angin kencang, membuat banyak pohon tumbang di empat kecamatan,” kata Prila.
Menurut dia, salah satu dampak yang menonjol adalah banyaknya pohon tumbang yang perlu segera ditangani agar tidak terus menghambat akses masyarakat.
Hingga Kamis malam, petugas gabungan masih melakukan pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik. Penanganan difokuskan pada pohon yang menutup akses jalan maupun mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, para pedagang pasar malam mulai mengumpulkan barang dagangan yang berserakan dan menyelamatkan perlengkapan yang masih bisa digunakan.
Belum ada rincian lengkap mengenai total rumah yang mengalami kerusakan maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut. Pendataan dampak bencana masih diperlukan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak dan kebutuhan penanganan lanjutan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang. Warga juga perlu menghindari berteduh di bawah pohon besar saat cuaca memburuk serta menjauhi pohon atau bangunan yang terlihat rawan roboh. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





