Berita Terkini
Trending Tags

Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi Guru Honorer dan Staff SPPG, Foto : Gemini Ai

Sinergia | Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ironi justru dirasakan tenaga pendidik di daerah. Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar negeri Kabupaten Madiun mengaku hanya menerima upah Rp. 250 ribu per bulan.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional diketahui akan mengangkat sekitar 32.000 pegawai inti SPPG yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan menjadi PPPK guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.

Namun, kebijakan tersebut dinilai bertolak belakang dengan kondisi tenaga pendidik di sekolah negeri. MY, guru PAI berinisial yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kisah pilunya setelah mengabdi sejak 2021.

“Sekarang bukan disebut guru honorer atau sukwan, tapi relawan. Gaji yang saya terima hanya Rp250 ribu per bulan,” ujar MY kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

MY mengajar selama dua jam per hari atau setara empat jam pelajaran, dengan durasi 30 menit per jam pelajaran. Selain upah pokok tersebut, ia hanya menerima tambahan penghasilan jika terlibat dalam kegiatan di luar kelas.

“Ada tambahan kalau mendampingi siswa outbound, rekreasi, atau lomba,” katanya.

Pendapatan dari mengajar diakui tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk menyambung hidup, MY terpaksa membuka usaha sampingan jual beli suku cadang sepeda motor serta menjadi pelatih hadrah. Ironisnya, MY bukan tenaga pendidik tanpa kualifikasi. 

Ia telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik). Meski demikian, statusnya hingga kini masih sebatas relawan tanpa kepastian pengangkatan.

“Saya ikhlas, niatnya ibadah. Apalagi saya berlatar belakang pondok pesantren,” ungkapnya.

Kondisi MY bukan kasus tunggal. Masih terdapat sejumlah tenaga pendidik relawan di sekolah negeri Kabupaten Madiun yang menerima upah jauh dari kata layak.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kabupaten Madiun, Suroso, mengakui persoalan tersebut. Menurutnya, banyak sekolah saat ini mengalami kekurangan guru.

“Mau bagaimana lagi, tenaga mereka sangat dibutuhkan. Anak-anak tetap harus belajar demi kemajuan bangsa,” kata Suroso saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait sumber upah para guru relawan, Suroso menyebut tidak ada anggaran khusus dari pemerintah. Gaji yang diterima para relawan berasal dari patungan para guru di masing-masing sekolah.

“Biasanya guru-guru patungan setiap bulan untuk membantu gaji relawan,” pungkasnya.

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan publik soal keadilan kebijakan pengangkatan ASN, khususnya di sektor pendidikan, di tengah kebutuhan guru yang mendesak di daerah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Ipul : 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Gunakan Dana untuk Judi Online

    Gus Ipul : 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Gunakan Dana untuk Judi Online

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sekitar 600 ribu penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia terindikasi menyalahgunakan dana bansos untuk bermain judi online (judol). Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri dialog bersama pilar-pilar sosial dari wilayah Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek di Gedung Watu Dakon, UIN Ponorogo, Senin (04/08/2025). Dari jumlah tersebut, sebanyak […]

    Bagikan
  • Ledakan Tabung Gas di Bengkel Las, Pemilik Bengkel Alami Luka Serius

    Ledakan Tabung Gas di Bengkel Las, Pemilik Bengkel Alami Luka Serius

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah ledakan keras diduga berasal dari tabung gas asetilen terjadi di sebuah bengkel las yang berlokasi di Jalan Raya Solo, tepatnya di Desa Sukolilo, RT 01 RW 01, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pada Rabu (28/05/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Ledakan tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka serius. Korban diketahui bernama […]

    Bagikan
  • Dorong Peningkatan Hasil, Bupati Ajak Petani Pakai Pupuk Organik

    Dorong Peningkatan Hasil, Bupati Ajak Petani Pakai Pupuk Organik

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ponorogo – Dalam rangka mewujudkan pertanian sehat dan berkelanjutan, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengajak petani di wilayahnya untuk mulai beralih menggunakan pupuk organik. Langkah ini tidak hanya dianggap lebih ekonomis tetapi juga lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas hasil panen. Hal itu diungkapkan Sugiri saat tatap muka dengan kelompok tani di Kelurahan […]

    Bagikan
  • Dikbud Belum Terima Juklak Juknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

    Dikbud Belum Terima Juklak Juknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun dalam Hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum ada persiapan khusus terkait Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). meski per hari ini Senin (06/01/2025) pemerintah pusat telah melakukan kick off MBG secara serentak, dengan menyasar 3,2 juta peserta didik baik PAUD, SD, SMP dan SMA. Saat ditemui diruanganya, Sekretaris […]

    Bagikan
  • Sempat Dilaporkan Hilang, Gadis Magetan Muncul dan Beberkan Dugaan Kekerasan Seksual

    Sempat Dilaporkan Hilang, Gadis Magetan Muncul dan Beberkan Dugaan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang gadis asal Kabupaten Magetan berinisial L (18) yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 20 November 2025, akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi melalui video berdurasi 3 menit 58 detik di akun media sosialnya, @leilajenn18.2.0, Rabu (26/11/2025). Dalam video tersebut, L menanggapi laporan orang hilang yang dibuat oleh DN, pria yang pernah tinggal […]

    Bagikan
  • Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski sudah lewat jatuh tempo pembayaran per 31 September, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus mengejar realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB). Realisasi PBB di Kota Madiun hingga 16 Oktober 2025 menyentuh 97,5 persen dari target tahun ini. Bapenda Kota Madiun menargetkan realisasi PBB bisa tuntas 100 persen bulan depan. […]

    Bagikan
expand_less