
Sinergia | Magetan – Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Desa Bibis, Sukomoro, Magetan milik P. Gigih Bakti Laksana, warga Desa Mejayan RT 02/RW 01, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Kebakaran pada Minggu (04/01/2026) petan ini, tidak hanya membakar bangunan, namun sejumlah fasilitas pendukung dan persediaan peralatan ternak turut hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemilik kandang mengalami kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp. 900 juta.
Peristiwa bermula ketika seorang pegawai kandang melihat api mulai membesar dari area pemanas sekitar pukul 18.47 WIB. Melihat situasi kian berbahaya, pegawai tersebut segera menyampaikan laporan kepada petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Magetan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Magetan, Ali Sukamto, mengatakan bahwa petugas langsung bergerak cepat begitu menerima aduan tersebut.
“Begitu laporan masuk, Regu 4 kami siagakan dan langsung dikerahkan lengkap dengan tim pendukung,” jelas Ali.
Tim tiba sekitar pukul 19.00 WIB dengan membawa empat unit kendaraan yaknu satu unit mobil rescue dan tiga unit mobil suplai air. Petugas yang tergabung dalam Regu 4 dibantu sejumlah personel tambahan melakukan penanganan di lokasi kejadian. Kondisi api sudah membesar di bagian tengah kandang.
Proses pemadaman dilakukan secara menyeluruh, disusul dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Ali menjelaskan bahwa tahap overhaul atau pengecekan ulang menjadi bagian penting dari prosedur tersebut.
“Setelah api kami padamkan, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh agar tak ada titik panas yang bisa memicu kebakaran ulang,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran dipicu oleh kebocoran pada alat pemanas ayam yang menggunakan bahan bakar gasolec. Percikan api dari kebocoran diduga cepat menyebar mengingat material kandang sebagian besar mudah terbakar.
Api melahap atap, dinding, tempat pakan, peralatan ternak, serta sebagian fasilitas kandang lainnya. Kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik tetapi juga mengganggu aktivitas operasional peternakan.
Mengantisipasi kejadian serupa, Ali mengimbau kepada para peternak di wilayah Magetan dan sekitarnya agar lebih rutin memeriksa instalasi pemanas maupun perangkat yang menggunakan bahan bakar gas.
Menurutnya, kebocoran kecil sekalipun dapat memicu kebakaran besar jika tidak terdeteksi sejak dini.
“Kami mengimbau seluruh peternak untuk melakukan pengecekan berkala, khususnya pada alat pemanas berbahan gas yang rentan mengalami kebocoran,” tegasnya.
Satpol PP Magetan juga berencana meningkatkan sosialisasi mengenai manajemen risiko kebakaran di kandang ternak, termasuk pentingnya pemasangan alat deteksi dini serta prosedur menangani kebocoran pada bahan bakar alternatif seperti gasolec. Kebakaran di Sukomoro ini menjadi pengingat bahwa fasilitas peternakan modern pun rentan terhadap bahaya jika aspek keselamatan tidak diperhatikan secara menyeluruh.(Nan/Krs).