Berita Terkini
Trending Tags

Dari Sawah ke Forum Global, Petani Milenial dan Era Baru Teknologi Pertanian Indonesia

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perwakilan Petani Milenial Kabupaten Madiun, menjadi salah satu peserta dalam International Sustainable Rice Forum 2025, Foto : Istimewa – Sinergia

Sinergia | Jakarta – Perkembangan teknologi pertanian kini membuka babak baru bagi pelaku tani muda di berbagai daerah. Dengan mengadopsi metode budidaya berkelanjutan dan teknologi berbasis data, petani milenial Madiun berupaya membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kemampuan mereka merangkul inovasi.

Husain Fata Mizani, perwakilan Petani Milenial Kabupaten Madiun, menjadi salah satu peserta dalam International Sustainable Rice Forum 2025. Forum ini mempertemukan sejumlah lembaga global seperti IRRI, Rikolto, dan World Bank Group, yang sama-sama mendorong pengembangan program Low Carbon Rice atau pertanian padi rendah emisi.

Keterlibatan petani muda dari Madiun ini menunjukkan bahwa transformasi pertanian menuju praktik berkelanjutan tidak hanya digerakkan pemerintah dan lembaga internasional, tetapi juga didorong oleh generasi baru pelaku tani di tingkat lokal.

Forum dibuka oleh Menteri Perdagangan sekaligus Menko Ketahanan Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa pertanian rendah karbon adalah salah satu pilar penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola produksi lama yang boros energi dan bahan kimia.

“Transformasi pertanian berkelanjutan adalah keharusan untuk menjaga produktivitas sekaligus melindungi lingkungan,” kata Zulhas dalam pembukaan.

Pada hari kedua, acara memasuki sesi apresiasi yang dipimpin perwakilan Bappenas, Prof. Ir. Rachmad Pambudy. Ia menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berperan aktif memperluas praktik pertanian berkelanjutan di berbagai daerah.

Dalam sesi komitmen wilayah, Bupati Ngawi Oni menyampaikan bahwa implementasi teknologi ramah lingkungan di daerahnya sudah memberikan hasil nyata: biaya produksi lebih rendah, penggunaan pupuk kimia berkurang, produktivitas meningkat, dan petani mulai merasakan peningkatan efisiensi usaha taninya.

Program Low Carbon Rice di Ngawi berjalan melalui kolaborasi pemerintah daerah, kelompok tani, dan penggilingan padi. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani.

Dari Madiun, petani milenial yang diwakili Husain Fata Mizani hadir sebagai bagian dari unsur taruna tani. Ia aktif melakukan edukasi, pendampingan lapangan, serta peningkatan kapasitas petani muda di wilayahnya.

“Keterlibatan kami di forum internasional ini memperlihatkan bahwa petani muda memegang peran strategis dalam mempercepat transformasi sistem pangan: sebagai penggerak inovasi, penyambung aspirasi petani, dan mitra pemerintah dalam mempraktikkan budidaya padi rendah emisi di lapangan.” ucap Husain.

Husain menambahkan partisipasi petani muda dari daerah seperti Madiun memperkuat pesan bahwa komitmen menuju pertanian berkelanjutan tidak berhenti pada wacana kebijakan. 

“Di tingkat akar rumput, para pelaku tani mulai mengadopsi teknologi dan metode baru yang lebih hemat energi, lebih ramah lingkungan, dan lebih menguntungkan secara ekonomi.” kata Husain.

Transformasi ini menjadi penanda bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh skala industri dan regulasi nasional, tetapi juga oleh kesiapan generasi mudanya untuk mengubah cara produksi pangan secara lebih berkelanjutan.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHY dan Kang Giri Ramaikan Merdeka Run di Monumen Reog bersama para Runners

    AHY dan Kang Giri Ramaikan Merdeka Run di Monumen Reog bersama para Runners

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ikut berlari bersama ratusan warga dan anak muda dalam ajang Merdeka Run 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jumat (22/08/2025). Start dan finish kegiatan ini dipusatkan di kompleks Monumen Reog Ponorogo. Sejak pagi, peserta yang didominasi kalangan muda tampak antusias mengikuti jalannya […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jagat media sosial di Kota Madiun diramaikan dengan viralnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Restu Panda jurusan Ponorogo-Surabaya dengan pemotor di Simpang Empat Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Peristiwa tersebut rupanya terjadi pada Rabu 15 Januari 2025 lalu. Dalam rekaman video yang beredar diduga bus Restu Panda yang belum […]

    Bagikan
  • Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

    Dari Gelandangan ke Petani, “Ladangku” di UPT RSBK Madiun Tumbuhkan Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Lahan kosong seluas sekitar 1.000 meter persegi di belakang UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun kini tak lagi terbengkalai. Area itu disulap menjadi kebun produktif bernama “Ladangku”, tempat puluhan orang terlantar menanam harapan baru lewat pertanian. Program ini digagas sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan bagi sekitar 100 […]

    Bagikan
  • Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, menjadi pusat perhatian setelah tiga ekor sapi dilaporkan mati sejak awal September 2025. Kondisi ini membuat lebih dari separuh populasi sapi di desa tersebut terinfeksi. Para peternak pun tak punya banyak pilihan selain menjual […]

    Bagikan
  • Empat Daerah Ikuti P2P Daring, Bawaslu Tekankan Pentingnya Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

    Empat Daerah Ikuti P2P Daring, Bawaslu Tekankan Pentingnya Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) kembali digelar secara daring oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti peserta dari empat daerah sekaligus, yakni Kota Probolinggo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Magetan. Dari Magetan sendiri, tercatat sebanyak 37 peserta yang terjaring dari […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Luncurkan Program Makanan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

    Pemkab Magetan Luncurkan Program Makanan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi meluncurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (B3) pada Selasa siang (08/07/2025). Kegiatan launching digelar di Balai Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat, sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting sekaligus […]

    Bagikan
expand_less