Kasus PMK di Magetan Meningkat, 30 Sapi Terpapar Sepanjang Januari
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Magetan kembali mengalami lonjakan seiring perubahan cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa pekan terakhir. Memasuki akhir Januari 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan mencatat 30 kasus PMK yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan.
Dari data resmi Disnakkan, seluruh sapi yang terinfeksi menunjukkan gejala PMK, namun hingga kini tidak ada laporan kematian.
Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, menegaskan bahwa situasi PMK belum dapat dikatakan sepenuhnya terkendali. Ia menyebut temuan harian di lapangan menunjukkan virus masih berpotensi menyebar.
“Kami masih mendapati kasus PMK hingga hari ini. Total sekitar 30 ekor, dan syukurnya seluruhnya berada pada kondisi yang masih bisa ditangani. Beberapa bahkan sudah sembuh,” ujarnya.
Haryani menambahkan, pendataan sebaran kasus masih berlangsung. Petugas terus memverifikasi lokasi terdampak, terutama wilayah dengan mobilitas ternak yang tinggi, yang selama ini menjadi titik rawan penyebaran PMK.
Untuk memperkuat pencegahan, Magetan memperoleh 15.000 dosis vaksin PMK tahap pertama pada awal tahun ini. Vaksin tersebut telah tiba dan akan segera didistribusikan.
“Vaksin sudah kami terima kemarin. Jika tidak ada kendala, pekan depan proses penyaluran ke lapangan mulai dilakukan,” jelasnya.
Selain vaksinasi, peningkatan upaya pengendalian terus dilakukan. Disnakkan menggiatkan langkah komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak, yang menjadi ujung tombak mitigasi di lapangan.
“Kami mempercepat vaksinasi sekaligus memperbanyak edukasi. Tim medik dan paramedik sudah bergerak ke sekitar 220 desa untuk memberikan pemahaman langsung kepada para peternak,” tutup Haryani.(kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto

