Kayu Lapuk, Atap Rumah Warga Di Kota Madiun Roboh, Ini Langkah Pemkot
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Atap rumah milik Wahyu Zu’ari di Jalan Sultan Trenggono RT 17, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dilaporkan ambruk pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan pada bagian atap dan rangka bangunan tergolong signifikan.
Menindaklanjuti kejadian itu, tim gabungan dari BPBD Kota Madiun, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim), dan Tagana Kota Madiun menggelar kerja bakti di lokasi pada Senin (2/3/2026). Petugas melakukan evakuasi puing-puing sekaligus memastikan kondisi bangunan aman dari potensi bahaya lanjutan.
“Ya kemarin kita menerima laporan ada rumah roboh ini. Kita langsung terjunkan tim untuk melakukan asesmen. Dan ini kita lakukan pembersihan puing-puing dan penanganan sementara,” jelas Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati.
Peristiwa ambruknya atap terjadi saat penghuni rumah tengah beraktivitas pagi. Salah satu anak korban yang baru selesai mandi mendengar suara keras dari bagian atas rumah sebelum atap runtuh.
Berdasarkan hasil asesmen petugas, rangka kayu penopang atap diketahui telah lapuk dimakan usia sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan.
“Bantuan yang kita diberikan meliputi paket kebersihan, terpal untuk penutup sementara atap, makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya. Tadi juga ada kebutuhan tambahan berupa alas tidur akan segera dipenuhi,” imbuhnya

Sementara, Lurah Manguharjo, Rudianto mengungkapkan rumah tersebut telah terdata mendapatkan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekitar 13 tahun lalu. Untuk penghuninya masuk kategori desil 4.
“Ini coba kita usulkan untuk program RTLH kembali. Namun persyaratan administrasi belum terpenuhi karena sertifikat rumah tidak ada,” jelasnya.
Pihak kelurahan telah mengajukan surat kepada Pelaksana Tugas Wali Kota melalui Camat Manguharjo terkait permohonan rehabilitasi rumah sekaligus bantuan logistik kebencanaan. Selain itu, kelurahan berencana berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan status dan keabsahan kepemilikan tanah.
“Kita akan coba bantu koordinasi dengan BPN untuk keabsahan sertifikat rumah ini. Ini coba kita arahan untuk menempati Rusunawa sementara waktu jika berkenan,” pungkas Rudianto.
Saat ini, Wahyu bersama dua anaknya untuk sementara tinggal di rumah tetangga sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Pemerintah memastikan upaya rehabilitasi diupayakan sesuai mekanisme. Termasuk kelengkapan administrasi agar rumah kembali layak huni dan aman ditempati. (Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung

