Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Cecar Bupati Soal Anggaran ‘Kejar Tayang’ R-APBD TA. 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 177
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pembahasan RAPBD Kab.Magetan Tahun 2026 berlangsung dalam rapat paripurna DPRD, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Magetan Tahun 2026 berlangsung panas dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (26/11/2025). Tidak hanya mempertanyakan proses penyusunan anggaran yang “kejar tayang”, para legislator juga menumpuk sederet kritik mulai dari defisit APBD, persoalan layanan publik, hingga problematika program nasional yang diadopsi daerah.

Dokumen RAPBD 2026 dengan nilai pendapatan Rp. 1,791 triliun dan belanja Rp. 1,830 triliun dengan defisit Rp. 38,87 miliar disusun dalam waktu super singkat. Keterlambatan penetapan KUA-PPAS yang baru disepakati pada 25 November. Sementara paripurna pengesahan RAPBD dijadwalkan pada 28 November, membuat fraksi-fraksi menilai proses penyusunan tidak optimal dan berpotensi mengabaikan kebutuhan masyarakat.

Ketua DPRD Magetan, Suratno, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terulang. “APBD hampir 2 triliun, masa pembahasannya hanya sekejap? Ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Tahun depan tidak boleh seperti ini lagi,” ujarnya.

Sorotan juga tertuju pada penurunan anggaran sekitar 10% akibat berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Situasi ini mendorong fraksi-fraksi meminta penguatan PAD melalui digitalisasi pajak, pemanfaatan aset, hingga kerjasama dengan BUMDes.

Tumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan terutama di kawasan wisata seperti Telaga Sarangan kembali menjadi sasaran kritik. DPRD menilai Pemkab cenderung reaktif, bukan preventif. “Tindakan baru muncul setelah sampah viral. Ini bukti pengelolaan sampah belum prioritas,” kritik Fraksi PDI Perjuangan.

Sorotan lain mengarah pada TPA Milangasri yang overload sejak 2021, minimnya sarana persampahan di desa, serta potensi dampak kesehatan masyarakat. Selain persampahan, kondisi fasilitas layanan publik juga dinilai carut-marut. Fraksi NasDem menyoroti temuan ribuan BPJS PBI warga Magetan yang tidak aktif.

“Pendataan BPJS harus diulang total agar penerimanya benar-benar warga yang layak,” tegas anggota fraksi.

Program bantuan RT sebesar Rp. 3–5 juta yang dijanjikan Bupati–Wabup pun dianggap belum jelas karena feasibility study belum rampung. DPRD menilai program ini berpotensi bermasalah jika dipaksakan tanpa kajian yang komprehensif. Isu Koperasi Merah Putih menjadi salah satu topik terpanas. Fraksi PKS menuntut transparansi dan perlindungan anggota karena dinilai membebani desa dan rawan salah kelola.

“Koperasi harus dari anggota untuk anggota, bukan alat kepentingan tertentu,” tegas anggota Fraksi PKS.

Fraksi PAN dan NasDem juga mempertanyakan mitigasi risiko pinjaman dan potensi fraud, termasuk tata kelola pendiriannya. Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat turut mendapat perhatian. Meski SPPG diapresiasi sebagai pendukung MBG, fraksi-fraksi menekankan perlunya pengawasan ketat pasca beberapa insiden keracunan di daerah lain.

Untuk Sekolah Rakyat yang menyasar keluarga miskin desil 1–2, Fraksi Demokrat dan PAN mempertanyakan kesiapan lahan, tenaga pendidik, dan validitas data siswa berbasis DTSEN. Sejumlah fraksi menyoroti kondisi jalan rusak, akses menuju sekolah yang memprihatinkan, dan perlunya rehabilitasi jaringan irigasi tersier sesuai Inpres No. 3/2025. Isu ketahanan pangan disebut turut bergantung pada kesiapan infrastruktur pertanian.

DPRD juga mendesak Pemkab memenuhi mandatory spending: 20% untuk pendidikan, 40% untuk infrastruktur pelayanan publik, dan maksimal 30% untuk belanja pegawai. Fraksi Gerindra meminta adanya route map pencapaian target hingga 2027.

Rangkaian kritik tersebut menjadi sinyal kuat bahwa DPRD menginginkan pembahasan RAPBD 2026 yang lebih transparan, efektif, dan berpihak pada warga. Ketua DPRD menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib memberikan jawaban dalam sidang berikutnya.

“Jawaban Bupati akan disampaikan besok (27/11). Kami ingin anggaran yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Suratno.

Dengan waktu pengesahan yang tinggal hitungan hari, publik kini menunggu langkah Pemkab Magetan dalam menghadirkan APBD yang tidak hanya mengejar tenggat, tetapi juga menyelesaikan persoalan klasik seperti sampah, data BPJS, serta pelayanan dasar yang belum memuaskan. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Politik Digencarkan, Pelajar Magetan Dibekali Jadi Pemilih Kritis dan Bijak

    Pendidikan Politik Digencarkan, Pelajar Magetan Dibekali Jadi Pemilih Kritis dan Bijak

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Berdemokrasi” ini menyasar pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda […]

    Bagikan
  • Catat! Perlintasan Kereta di Baron Nganjuk Diperbaiki 19–22 Oktober, Pengendara Wajib Antisipasi

    Catat! Perlintasan Kereta di Baron Nganjuk Diperbaiki 19–22 Oktober, Pengendara Wajib Antisipasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Pengendara yang melintasi jalur utama Madiun–Surabaya di Kabupaten Nganjuk perlu mengatur waktu perjalanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun akan melakukan perbaikan geometri perlintasan kereta api di JPL 90, Jalan Panglima Sudirman, Desa Baron, Kecamatan Baron, selama empat malam mulai 19 Oktober 2026. Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung […]

    Bagikan
  • Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di Guinea Ekuatorial, Afrika. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Rabu (03/09/2025) dan diterima Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Salah satu korban asal Desa Sugihwaras, […]

    Bagikan
  • Mobil Terjun ke Parit Saat Ditinggal Salat, Diduga Lupa Tarik Rem Tangan

    Mobil Terjun ke Parit Saat Ditinggal Salat, Diduga Lupa Tarik Rem Tangan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi AE 1208 RI terperosok ke parit di Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026). Insiden tersebut terjadi saat kendaraan ditinggal pemiliknya menunaikan ibadah salat di masjid setempat. Peristiwa bermula ketika mobil milik Sukma, warga Kecamatan Poncol, diparkir di halaman Masjid Bani Solan. […]

    Bagikan
  • DLH Madiun Uji Kualitas Air untuk Penuhi Syarat Akreditasi Laboratorium Lingkungan

    DLH Madiun Uji Kualitas Air untuk Penuhi Syarat Akreditasi Laboratorium Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun melakukan pengambilan sampel air di sejumlah aliran sungai sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu pada Senin (02/09/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pemenuhan syarat akreditasi bagi laboratorium lingkungan yang dikelola UPTD DLH setempat. Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, menjelaskan uji kualitas air […]

    Bagikan
  • Operasi Gabungan di Dolopo Jaring 76 Pelanggar, Belasan Kendaraan Diamankan

    Operasi Gabungan di Dolopo Jaring 76 Pelanggar, Belasan Kendaraan Diamankan

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Operasi gabungan pemeriksaan kendaraan di Jalan Raya Dolopo, Kabupaten Madiun menjaring sebanyak 76 pelanggar. Mayoritas pelanggaran oleh kendaraan roda dua, termasuk pengendara yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen maupun memiliki tunggakan pajak kendaraan.Operasi tersebut melibatkan personel Satuan Lalu Lintas Polres Madiun, Dinas Perhubungan, Bapenda Jawa Timur, serta Polisi Militer. Pemeriksaan dilakukan […]

    Bagikan
expand_less