Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 270
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produksi beduk di Magetan anjlok jelang Ramadan, (2/3/2026), Foto : Kusnanto

Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya.

Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut tahun ini sebagai periode terburuk sepanjang pengalamannya.

“Jauh berbeda dengan tahun kemarin. Jauh. Turun sampai sembilan puluh persen,” ujar Apung saat ditemui di bengkel kerajinannya.

Menurutnya, penurunan ini didorong oleh perputaran ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Banyak calon pembeli yang kesulitan keuangan, termasuk sulitnya akses pinjaman untuk kebutuhan masjid atau mushola.

Image Not Found
Pengrajin terpaksa turunkan harga hingga 30 persen, (2/3/2026), Foto : Kusnanto

“Ekonominya tidak bagus. Uang pinjam tidak ada, gimana?” tambahnya.

Tak hanya volume produksi yang merosot. Apung juga terpaksa menurunkan harga hingga 30 persen agar kerajinannya tetap laku, meski belum mampu mendongkrak permintaan.

“Turun tiga puluh saja, enggak laku,” ungkapnya.

Beduk buatannya kini dijual mulai dari Rp5 juta hingga Rp30 juta, tergantung ukuran. Padahal sebelumnya harga termurah berada di kisaran Rp7 juta.

Meski kondisi pasar sedang sepi, beduk karya Apung sejatinya telah lama dikenal luas. Pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Banyuwangi, hingga Halmahera.

Dalam proses pembuatannya, Apung menggunakan bahan kayu nangka dan trembesi, sedangkan membran beduk memakai kulit kerbau. Selain beduk, ia juga menerima pesanan rebana, jidor barongsai, hingga kentongan.

Salah satu calon pembeli, Ramdhan Rio, yang datang untuk membeli perlengkapan mushola di desanya, menilai kualitas beduk Magetan masih cukup baik.

“Kalau dilihat-lihat tadi ya, sudah lumayan bagus lah. Untuk harga, masih bisa dikatakan lumayan. Masih bisa kalau buat di desa,” katanya.

Di tengah situasi sulit ini, para pengrajin berharap ekonomi masyarakat segera pulih sehingga permintaan beduk kembali meningkat, terutama memasuki Ramadan yang biasanya menjadi momen puncak penjualan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ojol Madiun Doa Bersama untuk  Keselamatan Bangsa dan Alm. Affan Kurniawan 

    Ojol Madiun Doa Bersama untuk  Keselamatan Bangsa dan Alm. Affan Kurniawan 

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Madiun bersama komunitas Aspirasi Para Gus (Asparagus) menggelar doa bersama di Pendopo Muda Graha, Senin (01/09/2025). Kegiatan ini dihadiri jajaran tiga pilar pemerintah daerah, TNI, dan Polri sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas situasi bangsa beberapa hari terakhir. Selain mendoakan keselamatan Indonesia, doa […]

    Bagikan
  • Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun menilai upaya Pemerintah Kabupaten Madiun, khususnya Dinas Kesehatan, dalam menekan angka stunting masih lamban. Pasalnya, prevalensi stunting hingga Juli 2026 baru turun 0,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prevalensi stunting Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen pada Juli 2026, turun dari 5,14 persen pada 2025. Sebelumnya, angka […]

    Bagikan
  • 8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun dan DPRD Kabupaten Madiun sama-sama mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) non-APBD Tahun 2026. Total terdapat delapan Raperda, terdiri dari lima usulan eksekutif dan tiga Raperda inisiatif DPRD. Lima Raperda dari Pemkab Madiun disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Rabu (16/9/2026). Sementara tiga Raperda […]

    Bagikan
  • Pansus DPRD Kabupaten Madiun Belejeti Poin Pasal Raperda Infrastruktur Pasif Telekomunikasi

    Pansus DPRD Kabupaten Madiun Belejeti Poin Pasal Raperda Infrastruktur Pasif Telekomunikasi

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun telah gencar melakukan operasi kabel fiber optik ilegal. Kini giliran DPRD setempat rutin melaksanakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengaturan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi. Melalui tim Panitia Khusus ( Pansus), Pemkab bersama DPRD Kabupaten Madiun mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda tentang Pengaturan Infrastruktur Pasif […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Babinsa Manguharjo Tangkap Ular Sanca 2,5 Meter yang Mangsa Ayam Warga

    Babinsa Manguharjo Tangkap Ular Sanca 2,5 Meter yang Mangsa Ayam Warga

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar 2,5 meter berhasil ditangkap oleh Babinsa Kelurahan Manguharjo, Peltu Handoko, setelah memangsa seekor ayam jantan milik warga di Perum Bumi Winongo Indah, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jumat (21/11/2025). Aksi penangkapan tersebut sempat direkam warga dan tersebar luas di media sosial. Peltu Handoko, […]

    Bagikan
expand_less