Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan panorama alamnya, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor industri kreatif. Salah satunya datang dari kerajinan kulit bermotif ecoprint yang kini mulai mencuri perhatian pasar nasional hingga internasional.

Teknik ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, di tangan pengrajin Magetan justru dikembangkan pada media kulit sapi dan domba. Metode pewarnaan ramah lingkungan ini memanfaatkan jejak alami dari daun, bunga, maupun batang tanaman melalui proses penguapan, sehingga menghasilkan motif yang unik, eksklusif, serta berbeda di setiap produk.

Salah satu pelaku usaha yang konsisten mengembangkan teknik tersebut adalah Tarni, pemilik galeri Tarnie’s Leather di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan Kota. Dari rumah produksinya, berbagai produk kulit ecoprint dihasilkan, mulai dari dompet, tas, jaket, topi, sepatu, hingga sandal.

Meski sebagian proses dikerjakan mandiri, Tarni juga menggandeng pengrajin lokal lainnya di Magetan, baik pembuat dompet kulit maupun pengolah kulit mentah menjadi bahan ecoprint. Kolaborasi ini sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi perajin setempat.

Minat masyarakat terhadap produk tersebut kian meningkat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu pengunjung, Shasta Ariani, mengaku terpikat setelah melihat langsung koleksi yang dipajang di galeri.

“Saya pilih sling bag HP dua ruang karena simpel. Rencananya dipakai sendiri, tapi nanti mau cari lagi buat hadiah ibu atau adik. Cocok juga buat persiapan Lebaran,” ujarnya.

Menurut Shasta, harga produk terbilang terjangkau dengan variasi model yang luas.

“Harganya variatif dan masih ramah di kantong. Modelnya selalu update, dipakai remaja sampai orang tua juga cocok. Jahitannya rapi dan kualitasnya bagus,” tambahnya.

Ia juga menyebut motif ecoprint menjadi alasan utama memilih produk tersebut.

“Setiap motif itu beda, limited edition. Saya suka yang unik-unik, makanya pilih ecoprint,” katanya.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Tarni menuturkan, usaha ini bermula dari eksperimennya menerapkan ecoprint pada kulit pada awal 2022. Awalnya, penjualan hanya dilakukan secara daring melalui media sosial.

“Dulu cuma jual online lewat Instagram dan Facebook. Lama-lama pembeli yang lewat Magetan atau Sarangan mampir, akhirnya saya buka galeri,” jelasnya.

Kini, hampir seluruh produknya tersedia dalam stok siap jual, mulai dari dompet hingga tas ransel dan jaket kulit. Harga produk pun bervariasi.

“Dompet mulai sekitar Rp150 ribu sampai Rp350 ribu. Tas dari Rp250 ribu, yang besar untuk laptop 14 inci masih di bawah Rp1 juta,” ungkap Tarni.

Sekitar 98 persen penjualan masih dilakukan secara online dengan jaringan reseller ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta. Bahkan, produknya telah merambah pasar luar negeri.

“Sudah kirim ke Malaysia, Hong Kong, Turki, New York, Prancis, sampai Swiss,” ujarnya.

Dari aktivitas tersebut, omzet bulanannya cukup signifikan. “Rata-rata di atas Rp35 juta per bulan. Kalau pesanan besar bisa sampai Rp60 juta, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran,” tambahnya.

Selain menonjolkan keindahan motif alami, Tarni terus berinovasi dengan mengombinasikan kulit ecoprint dengan anyaman rotan dan kain tenun.

“Ini supaya mengangkat nilai heritage Indonesia. Orang luar negeri suka motif alam dan produk handmade yang menunjukkan identitas budaya,” katanya.

Ke depan, ia juga berencana membuka cabang galeri baru di Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Jalan Raya Semarang–Purwodadi, guna memperluas jangkauan pasar.

“Insya Allah bulan ini buka, perizinan sudah siap. Jadi masyarakat di Jawa Tengah bisa lebih mudah datang langsung,” pungkasnya.

Dengan kreativitas, kolaborasi, serta sentuhan kearifan lokal, kerajinan kulit ecoprint asal Magetan kini tak lagi sekadar produk daerah, tetapi telah menjelma menjadi komoditas kreatif yang mampu bersaing di panggung global.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Rumah Sakit Muslimat Ponorogo mencatat lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2025. Hingga saat ini, 14 pasien telah dirawat akibat penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satu pasien, Muhammad Hilman, menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. “Setelah […]

    Bagikan
  • Kerja Bakti TNI Korem 081 Bersama Polri dan Warga, Fokus Bersihkan Sungai Maling

    Kerja Bakti TNI Korem 081 Bersama Polri dan Warga, Fokus Bersihkan Sungai Maling

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Korem 081 Dirotsahajaya menggelar kerja bakti bersama Polri, BPBD, dan warga Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (23/09/2025). Kerja bakti difokuskan pada pembersihan Sungai Maling yang melintasi wilayah Kelurahan Tawangrejo. Sungai tersebut dipilih karena kawasan ini termasuk daerah […]

    Bagikan
  • Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemkot Madiun menyatakan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi bencana alam yang diprediksi meningkat pada penghujung tahun 2025. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam apel siaga hidrometeorologi yang digelar di Balai Kota Madiun, Senin (08/12/2025). Maidi mengungkapkan bahwa risiko bencana di wilayahnya cukup tinggi ketika curah hujan meningkat. Selain angin […]

    Bagikan
  • Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi mengalami kendala serius. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasional sejak Senin (15/12/2025) akibat belum cairnya dana bantuan dari pemerintah pusat. Kondisi ini berdampak langsung pada 16 lembaga sekolah penerima manfaat. SPPG Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Besar Kota Madiun Merangkak Naik

    Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Besar Kota Madiun Merangkak Naik

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Madiun (PBM) mulai menunjukkan tren kenaikan. Sejumlah komoditas seperti tomat, bawang, dan cabai mengalami penyesuaian harga dalam sepekan terakhir. Sebagian pedagang menilai kenaikan tersebut masih tergolong wajar. Seno, salah satu pedagang sayur di Pasar Besar Kota Madiun, mengungkapkan harga tomat saat ini berkisar […]

    Bagikan
  • Dikbud Kabupaten Madiun Targetkan Rehabilitasi 20 Sekolah Sepanjang 2026

    Dikbud Kabupaten Madiun Targetkan Rehabilitasi 20 Sekolah Sepanjang 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) berencana melakukan rehabilitasi puluhan gedung sekolah yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Sepanjang tahun 2026, sedikitnya 20 lembaga pendidikan masuk dalam daftar prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar dikbud Kabupaten Madiun, Nur Arif Indro Karyoto, mengatakan program rehabilitasi […]

    Bagikan
expand_less