Berita Terkini
Trending Tags

Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Desa Kuwu menggelar ritual kirab boyong batu jambangan dari kawasa proyek menuju punden makam brang kidul. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun– Langkah ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengiringi perpindahan sebuah batu kuno pada Kamis (3/7/2026), bukan sekadar prosesi adat. Di balik kirab itu tersimpan ikhtiar masyarakat menjaga jejak sejarah agar tidak hilang di tengah derasnya pembangunan industri.

Batu yang diarak tersebut dikenal sebagai Batu Jambangan, sebuah peninggalan purbakala berupa wadah atau bak air dari batu andesit yang diyakini berasal dari masa kerajaan-kerajaan kuno di Jawa. Dahulu, batu semacam ini digunakan sebagai tempat air suci (tirta) untuk ritual keagamaan maupun bersuci.

Kirab boyong Batu Jambangan melibatkan perangkat desa, BPD, LPMD, RT/RW, petani, pelaku UMKM, lembaga adat, Karang Taruna, hingga seluruh organisasi pencak silat yang ada. Mereka berjalan kaki dari Kantor Desa Kuwu menuju lokasi batu yang berada di kawasan proyek pembangunan pabrik mainan PT. Wahlung Indonesia.

Dari lokasi tersebut, Batu Jambangan kemudian dipindahkan ke kawasan Punden Brang Kidul yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya desa. Pemindahan dilakukan agar benda bersejarah itu tetap terlindungi sekaligus dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Penjabat Kepala Desa Kuwu, Fajar Lumaksono, mengatakan keputusan memindahkan Batu Jambangan muncul setelah lokasi asalnya masuk dalam area pembangunan pabrik. Menurutnya, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat ingin memastikan peninggalan leluhur itu tetap terjaga.

Image Not Found
Batu Jambangan dipindah ke Punden Brang Kidul. Foto : Tova-Sinergia

“Ini adalah Batu Jambangan, batu bersejarah milik Desa Kuwu. Karena ke depan kawasan ini akan dibangun pabrik, pemerintah desa memboyong batu tersebut ke kompleks Makam Brang Kidul supaya tetap terjaga dan bisa di leluri seluruh masyarakat Desa Kuwu,” ujarnya.

Fajar menuturkan, sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa, Batu Jambangan berada di tengah lahan milik warga. Di kalangan masyarakat, batu tersebut juga menyimpan cerita turun-temurun yang dipercaya berkaitan dengan hasil panen.

Menurut cerita para sesepuh desa, kemunculan Batu Jambangan dipercaya menjadi pertanda musim pertanian yang baik. Sebaliknya, ketika batu itu tidak tampak, hasil panen diyakini tidak sebaik biasanya.

“Selama ini bisa dibilang menjadi tolok ukur pertanian yang ada di Desa Kuwu,” katanya.

Selain alasan pembangunan kawasan industri, pemindahan ke Punden Brang Kidul juga dipilih karena lokasi tersebut merupakan kawasan yang diyakini tidak akan mengalami perubahan fungsi di masa mendatang.

“Kalau di Makam Brang Kidul ini sudah menjadi situs cagar budaya, sehingga ke depannya pasti tidak akan diubah-ubah lagi,” jelas Fajar.

Prosesi kirab sengaja melibatkan seluruh unsur masyarakat sebagai simbol bahwa Batu Jambangan bukan hanya milik pemerintah desa, melainkan menjadi warisan bersama seluruh warga masyarakat Desa Kuwu.

Image Not Found
Warga Desa Kuwu kirab boyong Batu Jambangan bersejarah. Foto : Tova-Sinergia

“Karena Batu Jambangan ini adalah batu bersejarah milik semua warga masyarakat Desa Kuwu. Jadi pemerintah desa, BPD, seluruh lembaga, tokoh masyarakat, dan warga bergotong royong ikut memboyong Batu Jambangan ke Makam Brang Kidul,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Kuwu juga membuka peluang menjadikan momen boyong Batu Jambangan sebagai tradisi tahunan. Bentuknya bukan lagi pemindahan, melainkan kegiatan pelestarian seperti pembersihan situs maupun penggantian kain mori sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur.

Bagi masyarakat Desa Kuwu, kirab tersebut bukan sekadar memindahkan sebongkah batu. Prosesi itu menjadi penanda bahwa pembangunan dan pelestarian sejarah dapat berjalan berdampingan, selama warisan para pendahulu tetap ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas desa. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil yang Ditumpangi Biduan Cantika Davinca Tabrak Motor, Dua Pelajar SMP Tewas

    Mobil yang Ditumpangi Biduan Cantika Davinca Tabrak Motor, Dua Pelajar SMP Tewas

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut merenggut nyawa dua pelajar SMP di Jalan Raya Kawedanan–Lembeyan, Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jumat (03/10/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tragis itu melibatkan sebuah mobil Toyota Innova bernomor polisi AE 9 CAN dan sepeda motor Suzuki Smash AB-4318-NT. Motor tersebut dikendarai oleh dua pelajar SMP kelas […]

    Bagikan
  • Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Ponorogo Masih Sepi Peminat

    Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Ponorogo Masih Sepi Peminat

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto mulai berjalan di Kabupaten Ponorogo. Program ini diperuntukkan bagi warga yang berulang tahun atau satu bulan setelahnya. Namun, karena masih baru, peminat layanan ini masih terbilang sedikit. Pantauan di Puskesmas Ponorogo Selatan pada Selasa (11/2/2025), jumlah warga yang memanfaatkan […]

    Bagikan
  • Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan keberagaman, bangsa Indonesia Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki hendaknya bukanlah menjadi perbedaan dan pengahalang, namun hendaknya dijadikan sebagai kekayaan bangsa dan modal utama untuk terus memperkuat […]

    Bagikan
  • Realisasi Pajak Daerah Capai 49 Persen, Bapenda Madiun Fokus Kejar PBB dan Pajak Restoran

    Realisasi Pajak Daerah Capai 49 Persen, Bapenda Madiun Fokus Kejar PBB dan Pajak Restoran

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai 49 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp. 174 miliar per 19 Juli lalu. Capaian ini dinilai sejalan dengan proyeksi anggaran kas yang telah ditetapkan dalam rencana tahunan. “Target kumulatif hingga triwulan kedua adalah 40 […]

    Bagikan
  • Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Para petani di Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, semringah. Sebanyak 80 unit mesin pemanen padi (paddy reaper) disalurkan Yayasan STAPA Center untuk 80 kelompok tani setempat, Sabtu (2/3). Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Direktur Yayasan STAPA Center, Agus Rohmatulloh, mengatakan distribusi mesin pemanen […]

    Bagikan
  • Kapolres Tegaskan Larangan Balon Udara dan Petasan Usai Ledakan Maut di Ponorogo

    Kapolres Tegaskan Larangan Balon Udara dan Petasan Usai Ledakan Maut di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pasca insiden ledakan petasan yang menewaskan satu remaja di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Polres Ponorogo menegaskan larangan keras penerbangan balon udara liar dan penggunaan petasan selama Ramadan. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah pencegahan jauh sebelum bulan Ramadan tiba. Sosialisasi dan imbauan telah digencarkan […]

    Bagikan
expand_less