Berita Terkini
Trending Tags

Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Desa Kuwu menggelar ritual kirab boyong batu jambangan dari kawasa proyek menuju punden makam brang kidul. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun– Langkah ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengiringi perpindahan sebuah batu kuno pada Kamis (3/7/2026), bukan sekadar prosesi adat. Di balik kirab itu tersimpan ikhtiar masyarakat menjaga jejak sejarah agar tidak hilang di tengah derasnya pembangunan industri.

Batu yang diarak tersebut dikenal sebagai Batu Jambangan, sebuah peninggalan purbakala berupa wadah atau bak air dari batu andesit yang diyakini berasal dari masa kerajaan-kerajaan kuno di Jawa. Dahulu, batu semacam ini digunakan sebagai tempat air suci (tirta) untuk ritual keagamaan maupun bersuci.

Kirab boyong Batu Jambangan melibatkan perangkat desa, BPD, LPMD, RT/RW, petani, pelaku UMKM, lembaga adat, Karang Taruna, hingga seluruh organisasi pencak silat yang ada. Mereka berjalan kaki dari Kantor Desa Kuwu menuju lokasi batu yang berada di kawasan proyek pembangunan pabrik mainan PT. Wahlung Indonesia.

Dari lokasi tersebut, Batu Jambangan kemudian dipindahkan ke kawasan Punden Brang Kidul yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya desa. Pemindahan dilakukan agar benda bersejarah itu tetap terlindungi sekaligus dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Penjabat Kepala Desa Kuwu, Fajar Lumaksono, mengatakan keputusan memindahkan Batu Jambangan muncul setelah lokasi asalnya masuk dalam area pembangunan pabrik. Menurutnya, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat ingin memastikan peninggalan leluhur itu tetap terjaga.

Image Not Found
Batu Jambangan dipindah ke Punden Brang Kidul. Foto : Tova-Sinergia

“Ini adalah Batu Jambangan, batu bersejarah milik Desa Kuwu. Karena ke depan kawasan ini akan dibangun pabrik, pemerintah desa memboyong batu tersebut ke kompleks Makam Brang Kidul supaya tetap terjaga dan bisa di leluri seluruh masyarakat Desa Kuwu,” ujarnya.

Fajar menuturkan, sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa, Batu Jambangan berada di tengah lahan milik warga. Di kalangan masyarakat, batu tersebut juga menyimpan cerita turun-temurun yang dipercaya berkaitan dengan hasil panen.

Menurut cerita para sesepuh desa, kemunculan Batu Jambangan dipercaya menjadi pertanda musim pertanian yang baik. Sebaliknya, ketika batu itu tidak tampak, hasil panen diyakini tidak sebaik biasanya.

“Selama ini bisa dibilang menjadi tolok ukur pertanian yang ada di Desa Kuwu,” katanya.

Selain alasan pembangunan kawasan industri, pemindahan ke Punden Brang Kidul juga dipilih karena lokasi tersebut merupakan kawasan yang diyakini tidak akan mengalami perubahan fungsi di masa mendatang.

“Kalau di Makam Brang Kidul ini sudah menjadi situs cagar budaya, sehingga ke depannya pasti tidak akan diubah-ubah lagi,” jelas Fajar.

Prosesi kirab sengaja melibatkan seluruh unsur masyarakat sebagai simbol bahwa Batu Jambangan bukan hanya milik pemerintah desa, melainkan menjadi warisan bersama seluruh warga masyarakat Desa Kuwu.

Image Not Found
Warga Desa Kuwu kirab boyong Batu Jambangan bersejarah. Foto : Tova-Sinergia

“Karena Batu Jambangan ini adalah batu bersejarah milik semua warga masyarakat Desa Kuwu. Jadi pemerintah desa, BPD, seluruh lembaga, tokoh masyarakat, dan warga bergotong royong ikut memboyong Batu Jambangan ke Makam Brang Kidul,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Kuwu juga membuka peluang menjadikan momen boyong Batu Jambangan sebagai tradisi tahunan. Bentuknya bukan lagi pemindahan, melainkan kegiatan pelestarian seperti pembersihan situs maupun penggantian kain mori sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur.

Bagi masyarakat Desa Kuwu, kirab tersebut bukan sekadar memindahkan sebongkah batu. Prosesi itu menjadi penanda bahwa pembangunan dan pelestarian sejarah dapat berjalan berdampingan, selama warisan para pendahulu tetap ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas desa. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disnaker Kota Madiun Tangani 10 Kasus Perselisihan Ketenagakerjaan

    Disnaker Kota Madiun Tangani 10 Kasus Perselisihan Ketenagakerjaan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan UMKM Kota Madiun mencatat sebanyak 10 perusahaan terlibat dalam laporan perselisihan ketenagakerjaan selama tahun 2024 hingga April 2025 ini. Perselisihan ini bermacam-macam, mulai dari masalah pemutusan hubungan kerja (PHK), hak pesangon, hingga tunggakan upah. “Sejak awal tahun 2024 hingga sekarang, ada 10 pelapor yang masuk ke […]

    Bagikan
  • Diduga Tabung Gas LPG Bocor, Dapur Alda Hanafi Hangus

    Diduga Tabung Gas LPG Bocor, Dapur Alda Hanafi Hangus

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah rumah di Dusun Pandansili, Desa Banyukambang, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengalami kebakaran pada Sabtu malam (8/3/2025). Insiden ini diduga disebabkan oleh kebocoran tabung gas LPG yang berada di dapur rumah korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurut laporan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran […]

    Bagikan
  • Jalan Rusak Pulung–Ngebel Makan Korban, Pembonceng Motor Terjatuh Terekam CCTV

    Jalan Rusak Pulung–Ngebel Makan Korban, Pembonceng Motor Terjatuh Terekam CCTV

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kondisi jalan rusak di jalur penghubung Kecamatan Pulung dengan Ngebel, Ponorogo, kembali memicu kecelakaan. Seorang pembonceng motor terjatuh setelah kendaraan yang ditumpanginya diduga menghantam lubang di ruas jalan tersebut. Peristiwa itu terjadi di Dusun Plaosan, Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 10.28 WIB. Insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, bersama petani melakukan panen jagung ungu di lahan percobaan Kota Madiun, Selasa (23/09/2025). Jagung jenis ini disebut memiliki keunggulan ganda, selain bernilai ekonomi tinggi juga bermanfaat bagi kesehatan. Maidi mengungkapkan, uji coba penanaman jagung ungu menunjukkan hasil menggembirakan. Selain rasanya enak, harga jualnya juga cukup tinggi. […]

    Bagikan
  • Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik photo_camera 2

    Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun menyuguhkan pemandangan unik pada Minggu (22/3/2026). Di tengah keramaian pemudik dan wisatawan, atraksi barongsai hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Kota Pendekar. Sontak hal itu langsung menarik ribuan wisatawan yang tumpah ruah di ikon Kota Pendekar […]

    Bagikan
  • Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Madiun Meminta OPD Perbaiki Kinerja dan Memperkuat Kolaborasi

    Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Madiun Meminta OPD Perbaiki Kinerja dan Memperkuat Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Tidak terasa satu tahun pasangan Harmonis, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun Purnomo Hadi memegang kendali pemerintahan di bumi kampung pesilat. Dua jagoan Harmonis itu dilantik Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025 lalu. Kini tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan. Namun tidak dengan seremoni […]

    Bagikan
expand_less