Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Madiun Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Kabupaten Madiun melaksanakan rapat koordinasi dan mitigasi peralihan musim melalui FPRB. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Sedikitnya 20 titik wilayah telah dipetakan sebagai daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Sementara kawasan hutan di sejumlah kecamatan juga menjadi perhatian khusus karena rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Mitigasi Peralihan Musim yang digelar dalam kegiatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Madiun Tahun 2026 di Gedung Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Caruban.

Kegiatan tersebut dihadiri relawan kebencanaan, perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari 15 kecamatan, akademisi, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Madiun.

Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengatakan forum tersebut menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder dalam menghadapi potensi bencana yang muncul saat musim kemarau.

“Esensi dari kegiatan ini adalah mengangkat peran serta BPBD bersama seluruh pemangku kepentingan agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam upaya pengurangan risiko maupun potensi bencana di Kabupaten Madiun,” ujar Ageng.

Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir telah menghadapi musim penghujan dengan berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Namun kini BPBD mulai mengalihkan fokus pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang diperkirakan meningkat mulai Juni hingga Agustus 2026 berdasarkan informasi dari BMKG.

BPBD telah memetakan sekitar 20 wilayah yang berpotensi mengalami dampak musim kemarau. Meski demikian, pihaknya berharap daerah-daerah tersebut tidak mengalami kekeringan seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Image Not Found
Forum FPRB bahas kesiapsiagaan menghadapi kemarau 2026. Foto : Tova-Sinergia

“Kami tetap melakukan langkah kesiapsiagaan. Sarana dan prasarana sudah kami siapkan agar kebutuhan masyarakat maupun potensi bencana akibat kemarau dan kekeringan bisa dimitigasi sejak dini,” katanya.

Untuk potensi kebakaran hutan dan lahan, wilayah Kecamatan Gemarang, Kare, dan Saradan menjadi kawasan yang mendapat perhatian lebih. Pasalnya, kawasan itu memiliki area hutan yang cukup luas dan rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau.

Sementara itu, potensi kekeringan dan kekurangan air bersih relatif banyak ditemukan di wilayah dataran rendah, termasuk beberapa kawasan di Kecamatan Madiun. Namun BPBD menegaskan pemantauan tetap dilakukan di seluruh kecamatan tanpa terkecuali.

“Kami sudah menyampaikan informasi kepada 15 kecamatan untuk lebih memperhatikan kondisi wilayah masing-masing, terutama lahan tandus dan area yang berpotensi terjadi karhutla. Di sisi lain, sarana dan prasarana pendukung juga sudah mulai kami siapkan,” ujar Ageng.

Hingga pertengahan Juni 2026, BPBD mengaku belum menerima laporan signifikan terkait kekeringan, kekurangan air bersih, maupun kebakaran hutan yang berdampak besar. Meski demikian, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap potensi kejadian agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain mitigasi lapangan, BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Warga diimbau mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak dan lebih mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Penggunaan air harus lebih efektif dan efisien. Masyarakat diharapkan dapat menghemat penggunaan air sehingga cadangan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tak salah jika Kota Madiun menjadi Kota yang ramah anak. Bagaimana tidak, anak-anak tidak akan bingung untuk memilih tempat untuk bermain atau pun sambil belajar. Ya, di sudah Taman Hijau Demangan, Pemerintah Kota Madiun telah menyediakan fasilitas umum yakni Kids Library. Fasilitas itu merupakan ruang perpustakaan yang dirancang khusus untuk […]

    Bagikan
  • Stok Beras SPHP di Pasar Legi Ponorogo Kosong Dua Pekan, Harga Beras Ikut Naik

    Stok Beras SPHP di Pasar Legi Ponorogo Kosong Dua Pekan, Harga Beras Ikut Naik

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Legi Ponorogo dilaporkan kosong dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak warga kesulitan mendapatkan beras bersubsidi yang selama ini menjadi pilihan karena harganya lebih terjangkau. Salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Suhartiningsih, mengatakan permintaan beras SPHP masih sangat tinggi. […]

    Bagikan
  • Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL […]

    Bagikan
  • Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Karangjati, Kabupaten Ngawi, digemparkan oleh insiden tragis pada Senin (11/08/2025) siang. Seorang balita perempuan, AS meninggal dunia setelah tertabrak mobil pikap milik orang tuanya sendiri di halaman rumah. Menurut Kepala Dusun setempat, Aryanto Adi, peristiwa bermula ketika mobil pikap pengangkut ayam milik keluarga korban baru selesai dicuci. Sopir, Aries Diantoro […]

    Bagikan
  • Pria Tanpa Identitas Meninggal Dunia Tertabrak KA Bangunkarta

    Pria Tanpa Identitas Meninggal Dunia Tertabrak KA Bangunkarta

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di perlintasan kereta api di km 167+3/4 petak jalan Madiun-Magetan, tepatnya di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Korban tertemper KA 123 Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen sekitar pukul 06.42 WIB Sabtu (25/1/2025). Tim Inafis Polres Madiun Kota serta Polsek Manguharjo dan Polsuska Daop […]

    Bagikan
  • Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi memperpanjang masa pendaftaran calon Sekretaris Daerah (Sekda) hingga 24 Agustus 2025. Sejak dibuka pada 4–17 Agustus lalu, hanya tiga pejabat eselon II yang tercatat lolos seleksi administrasi. Mereka adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Magetan, Eko Muryanto; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Joko Trihono; serta Kepala […]

    Bagikan
expand_less