Krisis Air Bersih di Dusun Dungus Ponorogo, Polisi Salurkan 16 Ribu Liter untuk 180 KK
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Krisis air bersih yang dialami warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendapat respons dari jajaran Polsek Pulung.
Pada Rabu (12/8/2026), Polsek Pulung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Sebanyak dua tangki truk atau sekitar 16.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik di Dusun Dungus.
Bantuan tersebut disalurkan mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Penyaluran dilakukan di delapan titik yang menjadi lokasi penerima manfaat.
Delapan titik tersebut meliputi Dusun Dungus RT/RW 3/1, RT/RW 3/2, RT/RW 3/3, RT/RW 1/2, RT/RW 2/2, serta titik lainnya di wilayah Dusun Dungus. Bantuan juga disalurkan ke Madrasah Diniyah Awwaliyah Al-Huda Dungus dan MI Ma’arif NU Dungus.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Pulung AKP Rosyid Effendi, S.H., M.H., bersama Wakapolsek Pulung Ipda Wahyu Hidayat, Bhabinkamtibmas Desa Karangpatihan Aipda Suharsono dan sejumlah anggota Polsek Pulung.
Penyaluran air dilakukan sebagai respons terhadap kesulitan warga mendapatkan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.

Data terbaru dari Polsek Pulung menyebutkan, jumlah warga yang mengalami krisis kekurangan sumber air bersih di Dusun Dungus mencapai 180 kepala keluarga.
“Alhamdulillah kita pada hari ini bisa memberikan air bersih untuk masyarakat dusun dungus, semoga bermanfaat” ujar AKP Rosyid Effendi , Kapolsek Pulung.
Kondisi tersebut sebelumnya telah dikeluhkan warga. Aliran PDAM yang menjadi salah satu sumber air warga disebut semakin mengecil hingga tidak lagi mengalir. Sementara sejumlah sumur warga mulai surut, bahkan sebagian mengering.
Warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan meminta kepada tetangga, mengambil air dari wilayah lain, hingga membeli air dalam kemasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan adanya bantuan tersebut, warga diharapkan dapat terbantu memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Warga juga berharap bantuan air dapat dilakukan secara berkelanjutan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. Selain itu, warga berharap aliran PDAM dapat kembali normal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



