Ditinggal ke Pasar, Empat Rumah Perajin Tempe di Ngawi Terbakar Hebat
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kebakaran menghanguskan empat rumah semi permanen milik perajin tempe di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026) pagi. Kebakaran terjadi saat rumah dalam kondisi kosong karena para penghuninya pergi ke pasar untuk berjualan tempe.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan yang berada di kawasan padat penduduk. Kepulan asap tebal dan kobaran api membuat warga sekitar panik karena khawatir api merembet ke rumah-rumah lain.
Rumah yang terbakar diketahui milik Aris Putra Pratama, 25 tahun. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu mengendalikan api.
Di tengah kepanikan, warga berusaha menyelamatkan barang dan hewan milik korban. Motor serta sejumlah sapi berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran. Sementara itu, empat bangunan semi permanen terlanjur dilalap api.
Ririn Winarni, warga setempat, mengatakan dirinya mengetahui kebakaran setelah mendapat informasi dari tetangga. Ia kemudian berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran, sebelum akhirnya warga lain berhasil menghubungi layanan pemadam.
“Saya ditelepon tetangga, disuruh menelepon pemadam. Saya tidak punya nomor, kemudian warga lain berhasil menghubungi pemadam. Saat saya ke sini, empat rumah sudah terbakar hebat. Hanya motor dan sapi yang bisa diselamatkan,” ujar Ririn.
Dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Ngawi kemudian dikerahkan menuju lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Joko Kartono, mengatakan api sudah membesar saat laporan diterima. Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik.
“Kami mendapat laporan dan langsung mengerahkan dua unit damkar. Saat tiba, api sudah membesar. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” kata Joko.
Petugas berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah proses pemadaman dilakukan. Setelah api dinyatakan padam, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada empat rumah dan kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan korsleting listrik masih menjadi penyebab sementara dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Byg





