Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

Dampak Polemik PSHT di Padepokan Agung Madiun, Sejumlah Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 336
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Situasi ruang kelas SMPN 7 Madiun kosong karena proses pembelajaran dilakukan secara daring.

Sinergia | Kota Madiun — Ketegangan antara massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang diketuai M. Taufiq dengan aparat keamanan sempat memanas saat hendak merangsek ke Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun, Selasa (22/9/2026).

Situasi tersebut berdampak pada aktivitas pendidikan di sekitar padepokan. Sejumlah sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi memilih memulangkan siswa lebih awal.

Dinas Pendidikan Kota Madiun menginstruksikan agar pembelajaran bagi siswa di sekolah yang terdampak dilakukan secara daring pada pekan ini.

Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan khususnya untuk SMPN 7 Madiun dan SDN 03 Nambangan Kidul.

“Mulai hari ini sementara sampai dengan hari Jumat kita kondisikan untuk belajar dari rumah secara online,” kata Slamet Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, pembelajaran daring tidak mengubah materi maupun jadwal pelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Guru tetap diminta memberikan materi sesuai jam pelajaran sekaligus memantau aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Materi pelajaran tetap sama sebagaimana jam pelajaran yang ada di setiap harinya. Guru kita minta untuk memantau terus pembelajaran,” ujarnya.

Dinas Pendidikan juga meminta sekolah melakukan pemantauan terhadap keberadaan siswa setelah pembelajaran selesai. Kebijakan tersebut akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di sekitar sekolah.

“Kita mau melihat situasi kondisi yang berkembang. Jadi kita lakukan evaluasi nanti setelah hari Jumat,” kata Slamet.

Ia menegaskan, aspek keselamatan siswa dan guru menjadi pertimbangan utama dalam penerapan pembelajaran dari rumah. Namun, proses pendidikan tetap berjalan karena sekolah telah memiliki sistem pembelajaran daring melalui learning management system (LMS).

“Yang dikedepankan adalah keselamatan siswa, tetapi pembelajaran belajar mereka tidak ada kendala, karena kita sudah punya LMS terkait dengan pembelajaran daring,” jelasnya.

Humas SMPN 7 Madiun, Reti Setianingrum, mengatakan sekolah mengikuti arahan Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah situasi tersebut.

Menurutnya, sekolah berkoordinasi dengan para guru untuk menentukan pola pembelajaran. Dinas Pendidikan juga mengimbau agar pembelajaran sementara dilakukan secara daring atau dari rumah.

“Kekhawatiran pastinya ada, apalagi ini menyangkut anak-anak yang memang belum bisa untuk mobile secara mandiri. Jadi kita posisikan mereka untuk belajar di rumah,” katanya.

Reti menyebut kebijakan tersebut juga mempertimbangkan posisi SMPN 7 Madiun yang bersebelahan langsung dengan padepokan.

Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring sambil melihat perkembangan situasi keamanan pada Kamis dan Jumat.

“Yang pasti untuk hari ini, Rabu tanggal 23 ini kita posisikan anak daring sambil melihat kondisinya untuk dua hari ke depan, Kamis dan Jumat,” ujarnya.

Jika kondisi dinilai memungkinkan, siswa akan kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Namun, apabila situasi belum memungkinkan, pembelajaran daring akan kembali diterapkan.

Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan unsur keamanan di wilayah setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dirinya berharap situasi di sekitar sekolah segera kembali aman dan terkendali sehingga siswa maupun guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Harapannya kita juga pastinya aman terkendali, karena posisinya kita juga bersebelahan langsung dengan padepokan. Anak-anak juga aman berada di sekolah dan bisa mengikuti pembelajaran seperti biasa,” pungkasnya.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Tim Investigasi, TNI AD Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    Bentuk Tim Investigasi, TNI AD Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — TNI Angkatan Darat (TNI AD) membentuk tim investigasi untuk mengusut ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II milik Pusat Peralatan (Puspalad) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Tim tersebut ditugaskan untuk mengungkap penyebab dan kronologi pasti insiden yang menewaskan satu personel TNI serta melukai enam orang lainnya. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Puluhan Anggota Polres Madiun Jalani Pemeriksaan Senjata Api dan Tes Urine 

    Puluhan Anggota Polres Madiun Jalani Pemeriksaan Senjata Api dan Tes Urine 

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polres Madiun melaksanakan penegakan ketertiban dan kedisiplinan (Gaktibplin) berupa pemeriksaan senjata api (senpi) dinas dan tes urine bagi seluruh personel, Rabu (20/08/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelayakan penggunaan senjata sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian. Sebanyak 32 anggota Polres Madiun termasuk polsek jajaran pemegang senpi pendek pengecekan […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Kereta Api Lebaran 2026 di Madiun Tembus 83 Ribu, Dipicu Libur Sekolah

    Lonjakan Penumpang Kereta Api Lebaran 2026 di Madiun Tembus 83 Ribu, Dipicu Libur Sekolah

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Volume penumpang kereta api jarak jauh di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melonjak signifikan pada hari kelima masa Angkutan Lebaran 2026. Total penumpang yang dilayani tercatat mencapai 83.664 orang. Data menunjukkan, dari jumlah tersebut sebanyak 53.968 penumpang merupakan kedatangan, sementara 29.696 lainnya adalah keberangkatan. […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Minta Berkas Dilengkapi, Penetapan Ketua DPRD Magetan Molor

    Pemprov Jatim Minta Berkas Dilengkapi, Penetapan Ketua DPRD Magetan Molor

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembalikan berkas usulan penetapan Ketua DPRD Magetan definitif kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Pengembalian tersebut dilakukan karena masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dilengkapi sebelum proses penerbitan Surat Keputusan (SK) pengesahan dapat dilanjutkan. Kondisi ini membuat proses penetapan pimpinan legislatif di Kabupaten Magetan kembali mengalami penundaan. Padahal, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bentuk 27 Koperasi Merah Putih, Bagian dari Dukungan Program MBG

    Pemkot Madiun Bentuk 27 Koperasi Merah Putih, Bagian dari Dukungan Program MBG

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun telah mendirikan 27 Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan warga dengan harga terjangkau serta mendukung operasional dapur makan bergizi gratis (MBG). Wali Kota Madiun, Maidi, menjelaskan bahwa kebutuhan bahan makanan untuk dapur MBG sangat besar, mengingat ada sekitar 51.000 pelajar yang setiap harinya menerima […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gandeng Yayasan Nurul Hayat Bangun Rumah Layak Huni

    Pemkab Madiun Gandeng Yayasan Nurul Hayat Bangun Rumah Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menggencarkan upaya pengentasan kemiskinan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk yayasan sosial. Salah satu kolaborasi terbaru dilakukan bersama Yayasan Nurul Hayat dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pasangan suami istri Mardi dan Ngatinem, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. […]

    Bagikan
expand_less