Masinis hingga Kondektur Diperiksa! KAI Daop 7 Lakukan Tes Narkoba Mendadak
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan tes narkoba secara acak terhadap para petugas operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi prima saat menghadapi lonjakan perjalanan kereta api pada periode mudik dan arus balik Lebaran mendatang.
Kegiatan bertajuk Kesehatan Menyapa Lintas tersebut digelar serentak di empat titik operasional strategis, yakni Depo Lokomotif Madiun, Stasiun Kertosono, Stasiun Tulungagung dan Stasiun Blitar.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api selama periode Lebaran.
“Intensitas perjalanan kereta akan meningkat seiring penambahan jadwal saat arus mudik dan balik. Karena itu, seluruh garda terdepan, mulai dari masinis, kondektur hingga petugas operasional, harus dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas narkoba,” ujar Tohari, Rabu (11/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim medis KAI melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan dasar kepada para pekerja. Pemeriksaan meliputi pengecekan tanda vital seperti tekanan darah dan denyut nadi, serta tes laboratorium sederhana berupa pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Selain itu, petugas juga menjalani pemeriksaan kadar alkohol dan tes narkoba secara acak yang dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di empat lokasi tersebut, seluruh petugas yang mengikuti tes dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba serta dalam kondisi kesehatan yang baik.
“Kami juga memberikan edukasi kepada petugas terkait pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja. Juga sosialisasi program jaminan sosial seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” jelas Tohari.
Para petugas juga mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan darurat, termasuk pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), bantuan hidup dasar (BHD), serta manajemen kelelahan atau fatigue management yang dinilai penting saat menghadapi jadwal kedinasan yang padat selama masa angkutan Lebaran.
Menurut Tohari, kesiapan fisik dan mental petugas menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami optimistis dengan personel yang sehat, disiplin, dan bebas narkoba, Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







