
Sinergia | Kab. Ponorogo – Mumpung lagi libur panjang bisa jadi momen yang tepat untuk mengajak anak-anak menikmati pengalaman baru. Seperti berwisata petik melon di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Wisata ini berlangsung bertepatan dengan masa panen yang jatuh pada 24 hingga 26 Januari 2025.
Pengunjung dapat merasakan sensasi memetik buah melon langsung dari pohonnya, sekaligus menikmati rasa manis dan segar dari buah yang dipetik sendiri.
“Saya jauh-jauh ke sini untuk mengantar anak-anak. Mumpung liburan. Alhamdulillah, ini jadi inspirasi bagi para petani. Selain enak dipandang, saat panen bisa lebih leluasa dan mudah memetiknya. Rasanya manis dan segar,” ujar Riska Wahyu pengunjung asal Slahung.
Wisata petik melon ini digagas oleh Widita Arawinda, seorang ibu satu anak berusia 31 tahun. Kebun melon ini seluas 270 meter persegi. Widita mulai menanam melon sejak Agustus 2024 dengan sistem hidroponik.
“Disini ada puluhan pot berisi dua varietas unggulan, yakni Golden Kinasih dengan daging buah putih dan Golden Luna dengan daging buah oranye” ujar Widita.
Widita sebelumnya berprofesi sebagai kontraktor dan pernah bekerja di salah satu BUMD di Surabaya. Namun, kecintaannya pada dunia hidroponik membuatnya memutuskan untuk resign dan fokus bertani.
“Saya belajar otodidak melalui YouTube dan sering berdiskusi dengan komunitas,” tutur Widita.
Selain bisa memetik sendiri, pengunjung juga dapat membawa pulang melon dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp20 ribu per kilogram.
Bagi warga Ponorogo dan sekitarnya, wisata petik melon ini tak hanya memberikan pengalaman seru, tetapi juga menjadi alternatif rekreasi edukatif yang layak dicoba.
Patria – Sinergia