Berita Terkini
Trending Tags

Menikmati liburan dengan Berwisata Petik Melon di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wisata petik melon di Desa Kauman, Kec. Kauman, Kab. Ponorogo, 25/1/2025, Foto : Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Mumpung lagi libur panjang bisa jadi momen yang tepat untuk mengajak anak-anak menikmati pengalaman baru. Seperti berwisata petik melon di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Wisata ini berlangsung bertepatan dengan masa panen yang jatuh pada 24 hingga 26 Januari 2025.

Pengunjung dapat merasakan sensasi memetik buah melon langsung dari pohonnya, sekaligus menikmati rasa manis dan segar dari buah yang dipetik sendiri. 

“Saya jauh-jauh ke sini untuk mengantar anak-anak. Mumpung liburan. Alhamdulillah, ini jadi inspirasi bagi para petani. Selain enak dipandang, saat panen bisa lebih leluasa dan mudah memetiknya. Rasanya manis dan segar,” ujar Riska Wahyu pengunjung asal Slahung.

Wisata petik melon ini digagas oleh Widita Arawinda, seorang ibu satu anak berusia 31 tahun. Kebun melon ini seluas 270 meter persegi. Widita mulai menanam melon sejak Agustus 2024 dengan sistem hidroponik.

“Disini ada puluhan pot berisi dua varietas unggulan, yakni Golden Kinasih dengan daging buah putih dan Golden Luna dengan daging buah oranye” ujar Widita.

Widita sebelumnya berprofesi sebagai kontraktor dan pernah bekerja di salah satu BUMD di Surabaya. Namun, kecintaannya pada dunia hidroponik  membuatnya memutuskan untuk resign dan fokus bertani.

“Saya belajar otodidak melalui YouTube dan sering berdiskusi dengan komunitas,” tutur Widita.

Selain bisa memetik sendiri, pengunjung juga dapat membawa pulang melon dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp20 ribu per kilogram.

Bagi warga Ponorogo dan sekitarnya, wisata petik melon ini tak hanya memberikan pengalaman seru, tetapi juga menjadi alternatif rekreasi edukatif yang layak dicoba.

Patria – Sinergia

Bagikan
Tags
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Tancap Gas, Ketahanan Pangan Menjadi Skala Prioritas

    Pemkab Madiun Tancap Gas, Ketahanan Pangan Menjadi Skala Prioritas

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Madiun tancap gas menterjemahkan program Asta Cita. Hal itu sudah linier dengan 10 program unggulan yang digagas Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun, dr Purnomo Hadi. “Tentu saja apa yang menjadi program pusat yaitu Asta Cita nah di Kab Madiun itu ada 10 […]

    Bagikan
  • Bangun Asa Anak Yatim, Korem 081/DSJ Renovasi Panti Asuhan Kanzul Huda

    Bangun Asa Anak Yatim, Korem 081/DSJ Renovasi Panti Asuhan Kanzul Huda

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Bangunan Panti Asuhan Kanzul Huda di Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, selama ini berdiri dalam keterbatasan. Dinding yang mulai lapuk dan fasilitas yang jauh dari memadai menjadi saksi keseharian anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang tinggal di dalamnya. Di tengah kondisi itu, anak-anak tetap menjalani hari-hari mereka dengan sederhana. Mereka […]

    Bagikan
  • Pemuda Ponorogo Diringkus Usai Ketahuan Jual Kambing Curian, Sempat Kabur Dikejar Warga

    Pemuda Ponorogo Diringkus Usai Ketahuan Jual Kambing Curian, Sempat Kabur Dikejar Warga

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang pemuda asal Kecamatan Babadan, Ponorogo, nyaris menjadi bulan-bulanan warga setelah tertangkap basah menjual kambing hasil curian. Aksi nekat ini terjadi pada Rabu malam, (18/06/2025), sekitar pukul 22.00 WIB. Pemuda berinisial RA (19), warga Desa Japan, sempat diamankan warga di rumah seorang pedagang kambing bernama Kadimin (50), yang juga merupakan […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
  • Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah minibus jenis Espas terbakar di Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan pemilik kendaraan mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Korban diketahui bernama Sunardi (54). Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Yasfin Gontor Ponorogo akibat luka bakar di bagian […]

    Bagikan
  • Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026) pagi. Insiden yang berlangsung saat waktu sahur itu menghanguskan sejumlah kios oleh-oleh milik pedagang setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 170 juta. Api pertama kali diketahui warga ketika […]

    Bagikan
expand_less