Motor Pemudik Terbakar di Jalur Ngawi–Solo, Ayah dan Dua Anak Selamat
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebuah sepeda motor yang dikendarai pemudik bersama dua anaknya terbakar di jalur utama Kabupaten Ngawi pada Selasa (17/3/2026) siang. Peristiwa terjadi di kawasan Desa Tambakselo, tepatnya di ruas jalan Ngawi–Solo, sekitar pukul 12.30 WIB.
Dalam video yang direkam petugas, api tampak membakar seluruh bodi sepeda motor. Petugas kepolisian bersama BPBD berusaha memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya.
Hendriawan (44), warga Kabupaten Madiun, beserta dua anaknya, salah satunya masih balita, berhasil menyelamatkan diri. Seluruh barang bawaan juga dapat diselamatkan sebelum api membesar. Motor yang hangus kemudian diamankan ke kantor Polsek Kecamatan Kedunggalar.
Ketiga korban yang mengalami trauma langsung dibawa ke Pos Terpadu Pelayanan Mudik Lebaran yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Hendriawan mengaku saat itu sedang dalam perjalanan mudik dari Ngawi menuju Sragen, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Purwodadi untuk berlebaran di rumah keluarga.
Anaknya, Muhammad Habib, mengungkapkan kepanikan saat merasakan panas dari bawah motor sesaat sebelum api membesar.
“Tadi saat dibonceng sudah terasa panas, ternyata motor terbakar. Kami langsung diturunkan dan menyelamatkan barang-barang bawaan,” ujar Habib.
Sementara itu, Hendriawan menyebut api muncul tiba-tiba dari bagian bawah motor, diduga berasal dari karburator.
“Sudah kelihatan ada percikan api. Saya dan anak-anak langsung turun dan mencoba memadamkan api, dibantu pengendara lain. Tapi apinya cepat membesar,” tuturnya.
Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, membenarkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting pada bagian karburator.
“Petugas segera menuju lokasi dan berusaha memadamkan api, namun motor sudah hangus. Pengendara beserta anak-anaknya kami bawa ke pos pelayanan untuk pemulihan,” jelasnya.
Hingga siang hari, keluarga pemudik tersebut masih berada di pos pelayanan dan menunggu dijemput kerabat mereka menggunakan mobil untuk melanjutkan perjalanan mudik. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







