Berita Terkini
Trending Tags

Pagelaran Reog Obyog Diprakarsai DPRD Ponorogo Pukau Wisatawan dari Korea

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 23
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seni pertunjukan Reog Ponorogo meriahkan Hari Jadi Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Riuh tepuk tangan membahana di Alun-alun Ponorogo, Rabu (06/08/2025) malam, saat dentuman kendang dan lengkingan terompet Reog membelah suasana. Di antara ribuan pasang mata yang terpaku pada panggung terbuka Reog Obyok, ada 4 wisatawan asal Korea Selatan yang tak bisa menyembunyikan rasa kagum mereka.

Keempat relawan muda asal Negeri Ginseng itu, yakni Giheon Park, Lee Heon So, Ye Si Ho, dan Ji Heon Park, yang telah berada di Ponorogo selama 10 hari terakhir, untuk menjalankan misi sebagai relawan IT di salah satu sekolah. Malam itu, dengan pendampingan seorang penerjemah, langkah mereka berlabuh di pusat kota. Yakni menyatu bersama warga menyaksikan warisan budaya yang Adiluhung, Reog Obyok.

“Pertunjukan yang luar biasa,” kata Giheon Park, yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, ditulis Kamis (07/08/2025). 

Raut wajah mereka berbinar, terpukau oleh kekuatan gerak, keberanian pembarong, dan semangat warga yang menyemut di sekeliling Alun-alun. Terlebih lagi melihat pembarong yang sambil memakai dadak merak berguling dengan penuh tenaga. 

 “Saya belum pernah melihat pertunjukan seperti ini. Saya sangat terkesan dengan pemain yang memakai topeng besar (dadak merak-red),” katanya.

Pagelaran Reog Obyok malam itu adalah bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo, sekaligus penyambutan HUT ke-80 RI. Suasana terasa syahdu sekaligus megah. Sejak matahari tenggelam, warga dari berbagai penjuru desa telah memadati Alun-alun, merapat dari segala arah, membawa anak-anak, orang tua, bahkan lansia. Semua menyatu tanpa sekat untuk melihat 35 grup Reog Obyok yang tersebar di 21 kecamatan di Bumi Reog. 

Sebanyak 35 pembarong, 50 penari jathil, dan 8 bujang ganong tampil bergantian, menciptakan formasi yang tertata apik. Panggung terbuka seolah berubah menjadi panggung persatuan, ketika setiap gerakan menggambarkan sejarah, spiritualitas, dan jiwa kultural Ponorogo yang telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang syukur dan rasa cinta pada budaya sendiri,” kata Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno. 

Menurutnya, Reog Obyok bukan hanya pentas seni. Ini menjadi simbol pemersatu antar generasi dan antar bangsa. Warga berkumpul dalam satu suara, satu langkah, satu semangat, yakni cinta budaya dan tanah air.

Kehadiran wisatawan asing seperti para Oppa dan Unnie Korea itu, memperkuat narasi bahwa Reog adalah milik dunia. Bahwa seni, ketika digerakkan dengan hati, akan menembus sekat bahasa dan lintas budaya.

“Pertunjukan ini juga sebagai bentuk syukur, Reog Ponorogo yang diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya takbenda,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD ke-126 Resmi Dibuka di Magetan, Fokus Bangun Infrastruktur Pedesaan

    TMMD ke-126 Resmi Dibuka di Magetan, Fokus Bangun Infrastruktur Pedesaan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Magetan bersama jajaran TNI di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Rabu (08/10/2025). Program lintas sektoral ini menjadi langkah strategis, mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Kerja Tertimpa Bangunan, TKI Asal Pulung Ponorogo Meninggal Dunia di Jepang

    Kecelakaan Kerja Tertimpa Bangunan, TKI Asal Pulung Ponorogo Meninggal Dunia di Jepang

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti keluarga Sakti Ramadhani Saputro (24), pekerja migran asal Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sakti dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di Kota Kurume, Prefektur Fukuoka, Jepang. Insiden tragis itu terjadi saat Sakti tengah membongkar sebuah bangunan dua lantai yang telah lama tak digunakan, tepatnya pada Selasa, 15 […]

    Bagikan
  • Satpol PP Ponorogo Bongkar dan Sita Gerobak PKL di Jalan Suromenggolo

    Satpol PP Ponorogo Bongkar dan Sita Gerobak PKL di Jalan Suromenggolo

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo menindak tegas pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Suromenggolo Bangunsari Kecamatan Ponorogo. Pasalnya, sejumlah PKL masih membandel dengan meninggalkan gerobak mereka. Tidak hanya itu, petugas juga menertibkan bangunan semi permanen milik PKL di sepanjang Jalan Suromenggolo. Penertiban ini dilakukan berdasarkan keputusan Dinas […]

    Bagikan
  • Ini Program Pembangunan Dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029 Magetan

    Ini Program Pembangunan Dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029 Magetan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RPJMD 2025–2029. Forum yang digelar pada (21/08/2025) itu mempertemukan Pemkab, DPRD, serta sejumlah pemangku kepentingan, dan menghasilkan kesepakatan strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan jangka menengah. Dalam kesempatan […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
  • Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Suasana berbeda tampak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (02/10/2025). Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, para petugas SPBU mengenakan pakaian batik sekaligus membagikan kejutan bagi konsumen. Kejutan tersebut berupa pemberian baju batik dan voucher MyPertamina senilai Rp. 25 ribu yang diberikan secara […]

    Bagikan
expand_less