Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 113
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Seorang pelajar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah sumur tua setelah dilaporkan hilang selama tiga hari. Jenazah korban ditemukan warga pada Minggu malam (9/2/2026) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon.
Korban diketahui bernama Adi Saputra (15), warga setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian.
Setelah hampir dua hari pencarian, warga menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur tua yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas Basarnas Pos Trenggalek pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB dengan dibantu warga setempat.
Evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian karena sumur memiliki kedalaman sekitar 40 meter serta adanya bau menyengat dan dugaan gas berbahaya di dasar sumur. Petugas Basarnas terlebih dahulu melakukan pembuangan gas dari dalam sumur sebelum menurunkan personel untuk evakuasi. Proses pengangkatan jenazah sendiri memakan waktu sekitar 30 menit.
“Evakuasi cukup lama karena kondisi sumur yang dalam dan terdapat gas berbahaya. Kami harus membuang gas terlebih dahulu sebelum petugas turun. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit,” ujar petugas Basarnas Pos Trenggalek, Fitra Adma Chasandra.

Korban diketahui merupakan anak kedua dari pasangan Sujiman (45) dan Parmi (43). Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Harjono Ponorogo untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Jambon AKP Purwadi Sekiantoro mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, sebelum dinyatakan hilang kondisi korban dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. “Hingga saat ini, kami masih mendalami penyebab pasti meninggalnya korban,” ujar AKP Purwadi.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban.(Ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris

