Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 12
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul.
Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur di ruang pemulasaraan jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo, Senin (26/1/2026). Proses pemeriksaan berlangsung selama lebih dari dua jam.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RSUD dr. Harjono Ponorogo, Sugianto, mengatakan, berdasarkan hasil awal pemeriksaan, luka lebam ditemukan di bagian kepala, leher sebelah kiri, kedua tangan, serta paha sebelah kanan korban.
“Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian kepala, leher sebelah kiri, tangan kanan dan kiri, serta paha. Luka-luka tersebut berupa lebam,” ujar Sugianto, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, jenazah korban diterima pihak rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB. Saat tiba di RSUD dr. Harjono, kondisi jenazah sudah menunjukkan tanda-tanda lebam yang cukup jelas.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan di rumahnya.
“Kondisi jenazah saat tiba sudah mulai lebam, sehingga diperkirakan korban meninggal lebih dari 24 jam sebelum dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.
Sugianto menambahkan, hasil lengkap visum dan autopsi akan diserahkan kepada penyidik kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak rumah sakit memastikan seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur medis forensik yang berlaku.(ega/krs).
- Penulis: Ega Patria

