Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Pesona Barongsai Nusantara Warnai HUT ke-108 Kota Madiun, Perkuat Harmoni Budaya dan Bidik Event Nasional

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pesona Barongsai Nusantara semarakkan HUT Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Dentuman tambur dan atraksi lincah barongsai mewarnai perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun melalui gelaran Pesona Barongsai Nusantara, Minggu (21/6/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan pertunjukan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga merefleksikan semangat keberagaman budaya yang tumbuh harmonis di Kota Pendekar.

Tiga tim barongsai terbaik Kota Madiun, yakni FOBI Kota Madiun, Tri Dharma, dan Mitra Harapan, tampil memukau dengan gerakan yang energik, kekompakan para pemain, serta iringan musik tradisional yang menghidupkan suasana. Penampilan mereka mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kegiatan diawali dari halaman Balai Kota Madiun dan secara resmi dibuka dengan pemukulan tambur oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun. Bagi Pemerintah Kota Madiun, Pesona Barongsai Nusantara memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan seni. Barongsai dipandang sebagai simbol akulturasi budaya yang mampu mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

“Pesona Barongsai Nusantara ini mengedepankan nilai-nilai keberagaman, toleransi antarbudaya, dan akulturasi. Pertunjukan ini telah bertransformasi menjadi sarana pemersatu keberagaman masyarakat Kota Madiun,” ujar Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.

Ia menambahkan, dukungan terhadap perkembangan olahraga sekaligus seni budaya barongsai akan terus diperkuat, terutama setelah tim barongsai Kota Madiun berhasil meraih gelar juara umum pada kompetisi Barongsai Wali Kota Cup di Surabaya.

Prestasi tersebut menjadi pijakan bagi Pemerintah Kota Madiun untuk mengusung agenda yang lebih besar. Tahun depan, Kota Madiun menargetkan diri menjadi tuan rumah kompetisi barongsai tingkat nasional sebagai upaya memperluas ruang apresiasi. Hal itu sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi kegiatan seni dan olahraga budaya.

Image Not Found
Atraksi barongsai dan liang liong hibur ribuan warga Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Karena kita sudah menjadi juara di tingkat Jawa Timur, tahun depan kita targetkan Kota Madiun menjadi tuan rumah kompetisi barongsai tingkat nasional. Anggarannya insyaallah sudah kami siapkan,” katanya.

Ia juga mengajak para atlet dan pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda tersebut agar mampu mempertahankan prestasi sekaligus menjadi tuan rumah yang sukses.

“Yang jelas harus disiapkan dengan matang. Kota Madiun siap untuk menjadi tuan rumah untuk kompetisi tingkat nasional,” tegas Bagus.

Dalam kesempatan ini, tim barongsai pun mempertunjukan kelincahan dan atraksi yang menarik. Bahkan, pertunjukan liang liong pun tidak kalah memukau masyarakat yang memadati Balai Kota Madiun.

Usai pertunjukan, rombongan peserta menempuh rute Balai Kota, Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, Jalan Musi, Jalan H. Agus Salim, hingga berakhir di Alun-Alun Kota Madiun.

Melalui Pesona Barongsai Nusantara, Pemerintah Kota Madiun berharap semangat keberagaman tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan yang mendorong lahirnya prestasi serta event berskala nasional. Dengan demikian, Kota Madiun tidak hanya dikenal sebagai kota yang menjaga harmoni budaya, tetapi juga sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif. Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar […]

    Bagikan
  • Dalam Dua Hari, Polisi Amankan Lima Balon Udara Berisi Petasan

    Dalam Dua Hari, Polisi Amankan Lima Balon Udara Berisi Petasan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Balon udara tanpa awak kembali membuat geger warga Kabupaten Ponorogo. Dalam dua hari terakhir, Polsek Sampung berhasil mengamankan lima balon udara yang jatuh di wilayahnya. Salah satunya bahkan menimpa sebuah rumah kosong di Desa Karangwaluh, Kecamatan Sampung, pada Senin (7/4/2025) lalu. Balon yang jatuh itu masih dalam kondisi mengembang dan memiliki […]

    Bagikan
  • Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah makam yang diduga palsu di kawasan pemakaman Ki Ageng Nur Salim, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, dibongkar paksa oleh warga pada Rabu (30/4/2025). Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dianggap menyesatkan dan berpotensi mengaburkan sejarah Islam di kawasan tersebut. Aksi pembongkaran dipimpin oleh Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Ponorogo dengan persetujuan […]

    Bagikan
  • Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

    Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, kue tradisional serabi Ponorogo masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Cita rasa khas yang gurih serta proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik utama kuliner legendaris ini. Salah satu sentra serabi tradisional berada di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Asal Magetan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Pastikan Ibadah Telah Tuntas

    Jemaah Haji Asal Magetan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Pastikan Ibadah Telah Tuntas

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Hj. Sumi Amatredjo (78), meninggal dunia pada Jumat malam (07/06/2025) pukul 21.25 waktu Arab Saudi (WAS), atau Sabtu dini hari waktu Indonesia Barat (WIB). Almarhumah merupakan warga Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, dan tercatat dalam kloter 51 […]

    Bagikan
  • Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan jamaah Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Penetapan 1 Syawal tersebut didasarkan pada metode perhitungan yang digunakan oleh jamaah Thariqah Syattariyah. Mereka diketahui telah lebih dahulu memulai ibadah puasa, sehingga pada […]

    Bagikan
expand_less