
Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan ruang kelas sekolah di Jawa timur mengalami kerusakan infrastruktur. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tengah memetakan dengan fokus pada bangunan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pemetaan dilakukan guna mengklasifikasikan tingkat kerusakan sekolah, sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan.
“Saat ini kami turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi fisik sekolah, terutama yang mengalami kerusakan parah. Ini harus menjadi prioritas,” kata Aries saat ditemui di Madiun, Kamis (05/06/2025).
Ia menjelaskan, sekolah dengan kerusakan ringan masih dapat ditangani melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, untuk kerusakan yang lebih parah, diperlukan intervensi pemerintah secara langsung.
“Kerusakan ringan bisa ditangani lewat BOS. Tapi untuk kategori sedang dan berat, harus ada langkah lanjutan dari pemerintah karena anggarannya lebih besar,” ujarnya.
Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Aries memastikan Pemprov Jawa Timur tetap berkomitmen menyelesaikan permasalahan infrastruktur pendidikan ini secara bertahap.
“Memang anggaran provinsi tidak bisa mencakup semua, tapi ini tetap kami jadikan perhatian utama. Secara bertahap akan kami tangani,” tegasnya.
Menurut data sementara Dinas Pendidikan, sebagian besar sekolah yang rusak merupakan bangunan lama, bahkan beberapa di antaranya sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda.
“Banyak sekolah yang dibangun pada era kolonial. Sekarang kami petakan kembali agar bisa ditentukan mana yang membutuhkan penanganan segera,” pungkas Aries.
Tova Pradana – Sinergia