Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi Pasar Hewan, Ini Jeritan Supartini, Tukang Pijat Lansia di Totog Maospati Terancam Tergusur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tukang Pijat Lansia di Totog Maospati Terancam Tergusur, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Rencana pemindahan Pasar Hewan Pahingan Maospati ke area belakang Puskesmas Maospati, Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan, menyisakan sejumlah pertanyaan dan kekhawatiran dari warga yang terdampak. Sekitar 23 bangunan yang telah lama ditempati oleh 18 kepala keluarga (KK) di kawasan Totog terancam dibongkar seiring dengan pemanfaatan lahan oleh pemerintah setempat.

Program relokasi yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan ini beriringan dengan rencana penataan lahan milik Pemkab Magetan oleh Kelurahan Maospati, yang akan dijadikan area parkir dan deretan ruko. Namun, prosesnya belum sepenuhnya memberi kejelasan bagi warga yang telah menghuni lahan tersebut selama puluhan tahun.

Salah satu warga, Supartini (68), mengaku masih bingung dengan rencana relokasi ini. Perempuan lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat ini kini tinggal bersama tiga cucunya yang masih duduk di bangku sekolah.

“Katanya sudah pasti akan direlokasi, tapi saya belum tahu akan tinggal di mana. Rencana sementara ikut saudara, tapi cucu-cucu saya masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah. Anak-anak saya sudah tiada, jadi hanya mereka yang saya punya,” tutur Supartini.

Supartini mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui adanya kompensasi relokasi sebesar Rp2 juta setelah menghadiri pertemuan di balai kelurahan, itupun setelah beberapa kali pertemuan yang dilakukan sebelumnya. 

“Saya datang setelah beberapa kali pertemuan digelar. Saat hadir, saya dan beberapa warga diminta tanda tangan, dan dikabarkan akan menerima dana kompensasi,” ujarnya.

Di tengah kondisi kesehatan yang semakin menurun akibat sakit jantung, Supartini kini tak lagi sanggup melayani pijat orang dewasa seperti dulu. Pendapatan hariannya pun menurun drastis. Ia mengaku harus menjual sepeda motor dan barang-barang rumah tangga demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan ke RSUD dr. Soedono Madiun yang rutin ia jalani.

“Sekali ke rumah sakit bisa habis Rp200 ribu untuk transportasi dan makan. Alhamdulillah masih terbantu BPJS, tapi kalau obat tidak tersedia, saya harus beli sendiri. Sekarang, untuk bertahan, saya hanya bisa menjual barang-barang di rumah,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriani, menjelaskan bahwa relokasi pasar hewan memang direncanakan di kawasan sekitar Totog, namun bukan di lokasi yang kini ditempati warga.

“Lahan yang digunakan adalah milik daerah dan berada di bawah kewenangan Kelurahan Maospati. Kami dari Disperindag hanya bertugas memindahkan pasar hewan ke lokasi baru. Soal pembongkaran bangunan warga menjadi kewenangan kelurahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga opsi lokasi relokasi pasar, dan area di sekitar Totog dinilai paling memungkinkan secara teknis. Pembangunan pasar hewan baru ditargetkan rampung tahun ini.

Meski demikian, warga berharap pemerintah hadir lebih utuh dalam proses ini, tidak hanya soal teknis dan target penyelesaian proyek, tetapi juga memberikan kepastian dan perlindungan bagi warga terdampak, khususnya mereka yang rentan secara sosial dan ekonomi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah balon udara tanpa awak jatuh dan menimpa atap rumah warga di Dusun Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, pada Sabtu malam (05/04/2025) sekitar pukul 22.45 WIB. Insiden ini menyebabkan bagian atap rumah terbakar dan beberapa peralatan rusak dilalap api. Kejadian tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial. […]

    Bagikan
  • Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya pada 2025. Penghargaan diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bertepatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2025. Namun baru pada tanggal 20 November 2025 piagam dari Pemerintah Provinsi baru diberikan kepada Kabupaten Magetan melalui Dinas PPKB PP dan PA. […]

    Bagikan
  • Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ketekunan Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, membuahkan hasil manis. Pria yang akrab disapa Pak Aji itu sukses membudidayakan cacing tanah dengan sistem sederhana, hingga mampu memanen lebih dari satu ton hanya dalam waktu beberapa bulan. Usaha tersebut awalnya hanya bermula dari rasa penasaran dan coba […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Nasi Goreng Program MBG, Begini Kondisi Siswa

    Diduga Keracunan Nasi Goreng Program MBG, Begini Kondisi Siswa

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, mengalami gejala mual hingga muntah setelah menyantap menu nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (27/11/2025). Mereka mendapat perawatan intensif di Puskesmas Klecorejo, sementara sebagian lainnya harus dirujuk ke rumah sakit. Inaya, Salah satu siswa kelas IV yang dirawat di […]

    Bagikan
  • Gagal Salip, Pemotor di Ngawi Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalur Ngawi–Mantingan

    Gagal Salip, Pemotor di Ngawi Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalur Ngawi–Mantingan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di jalur perbatasan Ngawi–Jawa Tengah. Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AD-5583-BJF meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton tractor head berpelat W-8130-UO di Jalan Ngawi-Mantingan, masuk Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan, Kamis (04/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika mengungkapkan insiden […]

    Bagikan
  • UMK Magetan 2026 Dipastikan Naik, Kapan Angka Resminya Diumumkan?

    UMK Magetan 2026 Dipastikan Naik, Kapan Angka Resminya Diumumkan?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengonfirmasi bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 akan mengalami kenaikan. Kepastian ini muncul setelah rapat dewan pengupahan digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan bersama unsur Forkopimda, perwakilan pengusaha, serta organisasi buruh dan pekerja. Kepala Disnaker Magetan, Arief Ridwan, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari […]

    Bagikan
expand_less