Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Sampah Menumpuk di Pantai Pancer Door Pacitan, Ancaman Serius bagi Pariwisata

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 435
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sampah ancam pariwisata di pantai Pancer Dor, Pacitan, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Pacitan – Keindahan Pantai Pancer Door di Pacitan tercoreng oleh menumpuknya sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai. Fenomena ini makin parah saat musim hujan, ketika volume sampah meningkat drastis.

Tak hanya berasal dari aktivitas pengunjung dan warga sekitar, sebagian besar sampah diduga merupakan kiriman dari daerah lain yang terbawa aliran sungai dan laut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena mengganggu kenyamanan wisatawan dan berpotensi menurunkan daya tarik wisata pantai andalan Pacitan tersebut.

Nur Laili, pengunjung asal Wonogiri, mengaku kecewa saat mendatangi Pantai Pancer Door untuk berolahraga dan bersilaturahmi dengan keluarga. Ia menemukan banyak sampah, termasuk pecahan kaca yang membahayakan pengunjung.

“Sangat mengganggu, apalagi ada pecahan kaca seperti piring. Bisa berbahaya sekali bagi pengunjung,” ujarnya, Sabtu (12/07/2025).

Senada dengan itu, Ilham, wisatawan asal Blitar, juga menyayangkan kondisi pantai yang semestinya potensial untuk olahraga air seperti surfing.

“Pantainya bagus banget buat surfing, tapi sampahnya berserakan. Saya lihat ada pampers (bekas popok bayi) juga. Sayang sekali,” katanya.

Kondisi ini menjadi sorotan serius karena bisa merusak citra wisata Pantai Pancer Door yang selama ini dikenal sebagai spot favorit untuk berselancar dan rekreasi keluarga. Diperlukan perhatian dan sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasi persoalan sampah, agar potensi wisata Pacitan tetap terjaga.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Raditya Desta Nugroho (16) remaja asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Gonggang di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Sabtu (22/11/2025) siang. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Insiden ini membuat warga sekitar terkejut mengingat lokasi sungai dikenal memiliki arus kuat serta kedalaman yang mencapai […]

    Bagikan
  • Truk Kontainer Adu Depan Mobil di Jalur Ngawi–Mantingan, Dua Orang Luka-Luka

    Truk Kontainer Adu Depan Mobil di Jalur Ngawi–Mantingan, Dua Orang Luka-Luka

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Ngawi–Mantingan kilometer 30–31, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Jumat (17/10/2025) siang. Sebuah truk kontainer bertabrakan dengan mobil Toyota Fortuner hingga menyebabkan dua orang luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Truk kontainer bernomor polisi AD 8316 HE yang dikemudikan […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
  • Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menyatakan tengah menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait rencana pendirian Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiasi Kementerian Sosial yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep sekolah berasrama (boarding school). Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa pihaknya […]

    Bagikan
  • Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Madiun Siapkan 30 Pompa Air untuk Petani di 15 Kecamatan

    Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Madiun Siapkan 30 Pompa Air untuk Petani di 15 Kecamatan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menyiapkan langkah konkret menghadapi ancaman kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Sebanyak 30 unit pompa air lengkap dengan pembangunan sumur bor dan saluran irigasi akan didistribusikan ke 15 kecamatan guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi dampak […]

    Bagikan
  • Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

    Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu kekurangan guru yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan nasional disebut telah teratasi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dalam jumlah besar membuat kebutuhan tenaga kependidikan terisi secara optimal. “Dengan adanya P3K paruh waktu, insya Allah tenaga kependidikan […]

    Bagikan
expand_less