Berita Terkini
Trending Tags

Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Batu nisan situs bersejarah Ki Ageng Mageti dilaporkan hilang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan– Hilangnya salah satu batu nisan di kompleks Makam Ki Ageng Mageti, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Magetan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Peristiwa tersebut tidak hanya dianggap sebagai kehilangan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari juru kunci makam, batu nisan yang hilang merupakan bagian penanda makam di sisi kaki. Hilangnya benda bersejarah tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Menurut penjaga makam, pada Senin hingga Rabu sebelumnya kondisi makam masih lengkap saat dilakukan pembersihan. Namun ketika kembali melakukan aktivitas bersih-bersih pada Jumat, batu nisan bagian kaki makam sudah tidak berada di tempatnya,” ujar Nanik, Rabu (24/6/2026).

Makam Ki Ageng Mageti merupakan salah satu situs sejarah penting di Kabupaten Magetan. Sosok Ki Ageng Mageti dikenal dalam sejarah dan tradisi lisan masyarakat sebagai tokoh yang membuka wilayah Magetan dan menjadi asal-usul nama daerah tersebut.

Nanik menjelaskan, bagian yang hilang adalah batu nisan yang berada di sisi selatan makam atau bagian kaki. Sementara batu nisan yang berada di bagian kepala makam masih dalam kondisi utuh.

Menyikapi kejadian tersebut, Pemkab Magetan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperkuat sistem pengamanan di area makam. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengunci akses masuk ke kompleks makam guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Selama ini area makam memiliki gerbang, tetapi tidak dikunci. Setelah kejadian ini, kami meminta agar akses masuk dikendalikan dengan lebih baik. Nantinya akan dipasang papan informasi yang memuat nomor kontak penjaga makam sehingga masyarakat yang ingin berziarah tetap bisa mengakses lokasi dengan prosedur yang jelas,” katanya.

Menurut Nanik, pengamanan situs sejarah perlu dilakukan tanpa mengurangi fungsi makam sebagai destinasi religi yang terbuka bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, sistem pengawasan akan diperkuat dengan tetap memberikan akses kepada peziarah dan wisatawan sejarah.

Kasus hilangnya batu nisan tersebut juga menjadi perhatian karena Makam Ki Ageng Mageti merupakan salah satu lokasi yang rutin diziarahi oleh jajaran pemerintah daerah menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Situs ini memiliki nilai historis tinggi karena berkaitan dengan perjalanan awal terbentuknya pemerintahan Magetan.

Pemkab Magetan pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga berbagai situs sejarah dan budaya yang tersebar di wilayah Kabupaten Magetan. Menurut Nanik, pelestarian warisan leluhur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan nguri-uri budaya yang ada di Kabupaten Magetan, terutama situs-situs bersejarah. Kita pelihara kebersihan, keindahan, dan keamanannya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Peristiwa hilangnya batu nisan Makam Ki Ageng Mageti menjadi alarm bagi upaya pelestarian cagar budaya di Magetan. Selain memperkuat pengamanan fisik, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan situs-situs bersejarah yang menjadi bagian penting identitas daerah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kerja yang dihadiri oleh seluruh ASN maupun non-ASN. Apel tersebut berlangsung di stadion wilis Kota Madiun yang dipimpin langsung oleh Pj Walikota Madiun, Eddy Supriyanto pada Senin (17/2/2025). Apel ini merupakan yang terakhir bagi dirinya, sekaligus menjadi momen perpisahan dengan para ASN dan masyarakat Kota […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, angkat bicara mengenai kondisi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini berada di ujung tanduk. Koperasi yang sebelumnya mampu mencatat omzet hingga Rp. 6 juta per hari itu, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp. 2 juta bahkan sempat di bawah angka tersebut. Menurut Wali Kota Maidi, […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perasaan haru dan lega dirasakan oleh Nitra Cahnia warga Jalan Puter Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun saat di Mapolres Madiun Kota. Bagaimana tidak, usai konferensi pers ungkap kasus curat dan curanmor pada Kamis (30/1/2025), Nitra kembali mendapatkan motornya yang hilang dicuri pada Kamis (16/1/2025) lalu. Motor diserahkan langsung […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun masuk dalam daftar daerah dengan status darurat sampah nasional. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2567 Tahun 2025. Status darurat ini diberikan kepada daerah yang tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA), masih melakukan open dumping, memiliki nilai Adipura […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Para petani di Kabupaten Magetan mengaku tahun ini distribusi pupuk subsidi terasa lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Mbah Pangat, salah satu petani di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan. “Sekarang lebih gampang, stoknya juga cukup. Kalau harga urea sekitar Rp. 135 ribu, Poska Rp. 140 ribu per sak. Lebih […]

    Bagikan
  • Cegah Insiden Serupa Al-Khoziny, Pemkab Ponorogo Siapkan Asesmen Bangunan Pesantren

    Cegah Insiden Serupa Al-Khoziny, Pemkab Ponorogo Siapkan Asesmen Bangunan Pesantren

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai menindaklanjuti langkah pencegahan terhadap potensi insiden bangunan roboh di lingkungan pesantren. Hal ini menyusul peristiwa robohnya gedung di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo beberapa waktu lalu. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Pemkab Ponorogo menggelar pertemuan bersama Kementerian Agama (Kemenag) serta perwakilan pondok […]

    Bagikan
expand_less