
Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menyelenggarakan rangkaian Bakti Sosial Terpadu (BST) di Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng pada 26–27 November 2025. Program yang menjadi agenda rutin ini diarahkan untuk membuka akses layanan publik langsung ke warga, sekaligus mempertemukan masyarakat dengan pemangku kebijakan tanpa perantara.
Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, dan jajaran kepala OPD memilih untuk menginap di rumah warga. Langkah ini, menurut Pemkab Madiun, dimaksudkan untuk memperpendek jarak sosial antara pemerintah dan masyarakat desa.
Agenda utama BST kali ini adalah sarasehan yang berlangsung di halaman TK Desa Muneng. Dalam forum terbuka itu, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa BST dirancang sebagai ruang aspirasi yang memungkinkan warga menyampaikan persoalan maupun kebutuhan mereka secara langsung.
“Jika ada kekurangan atau persoalan di lapangan, silakan disampaikan langsung kepada kami. Pemerintah daerah bersama jajaran forkopimda akan menindaklanjuti,” kata Hari dalam sambutannya Rabu (26/11/2025).
Bupati yang akrab disapa Hari Wur itu juga kembali menekankan pentingnya solidaritas warga dalam mendorong pembangunan desa. Menurutnya, gotong royong dan keguyuban merupakan modal sosial yang tidak tergantikan.
“Warisan budaya gotong royong harus kita rawat. Dengan kebersamaan, pekerjaan besar bisa diselesaikan secara ringan,” ujarnya.
Selain dialog kebijakan, aspek kesehatan menjadi fokus lain dalam BST. Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menyebut bahwa Pemkab telah menyiapkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas dalam waktu dekat. Pemeriksaan ini diprioritaskan untuk mendeteksi dini penyakit kronis yang rentan menyerang kelompok usia produktif.
Ia juga menegaskan bahwa warga tidak perlu khawatir soal pembiayaan layanan kesehatan. Pemkab, kata dia, telah memperkuat skema Universal Health Coverage (UHC) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya menutup kesenjangan akses kesehatan yang masih dirasakan warga desa.
BST di Desa Muneng kembali menunjukkan pola pendekatan layanan publik yang menekankan kehadiran langsung pemerintah di tengah warga. Dari pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi medis, hingga sarasehan terbuka, seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk mempercepat identifikasi persoalan dasar masyarakat.
Pemkab berharap intervensi cepat di tingkat desa dapat memperbaiki kualitas hidup warga, terutama dalam hal kesehatan dan akses terhadap kanal aspirasi.
Kegiatan sarasehan ditutup dengan suguhan pertunjukan komedi dari Kirun CS. Kehadiran pelawak Srimulat seperti Tessy dan Kadir membuat acara penutup berlangsung meriah. (Tov/Krs).